Home / Headline / Pemicu Politik Uang dari Caleg yang Tak Komitmen

Pemicu Politik Uang dari Caleg yang Tak Komitmen

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana narasumber pada diskusi bertema “Komitmen Politik Para Caleg Pasca Terpilih”, bertempat di aula lantai III DPRD Sumsel, Sabtu (30/3).

Palembang, BP

Politik uang diakui lebih disebabkan karena adanya calon legislatif (Caleg) yang tak memegang komitmen. Artinya, setelah terpilih, tak lagi mendatangi basis massa yang memilihnya.   Hal ini diungkapkan Caleg DPRD Sumsel dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Syaiful Padli, saat menjadi narasumber pada diskusi bertema “Komitmen Politik Para Caleg Pasca Terpilih”, bertempat di aula lantai III DPRD Sumsel, Sabtu (30/3).

Selain Syaiful Padli, hadir juga sebagai narasumber Caleg DPR RI dari Partai Nasdem, Sarimuda, Caleg DPRD Kota Palembang Aryuda Perdana Kusuma, Pengamat Politik Unsri, Joko Siswanto dan dimoderatori Faturrahman.

Dalam kesempatan itu, ketiga caleg berkomitmen untuk tetap turun menyerap aspirasi masyarakat, jika terpilih pada pemilihan legislatif (Pileg), 17 April mendatang.

Baca:  Kurir 105 Gram Sabu di Simpan Dekat Anus di Tangkap di Bandara SMB II

“Legislator itu harus hadir di masyarakat, tidak hanya saat menjelang lima tahun sekali saat pemilihan. Jika itu tidak dilakukan, masyarakat akan menghukum dengan politik uang, artinya jika tidak ada uang tidak akan terpilih,” ungkap Politisi PKS ini.

Sebagai calon petahana, Syaiful mengatakan masih banyak misi yang akan diperjuangkannya jika kembali terpilih, terutama masalah pengangguran, pendidikan dan kesehatan.

“Selama menjabat, apa yang saya lakukan saya laporkan melalui media sosial, dan ini alhamdulilah sangat bermanfaat dan berdampak positif di masyarakat. Kedepan, masih banyak PR bagi kita semua, khususnya di Kota Palembang, seperti masalah pengangguran, pendidikan dan kesehatan yang alokasi anggarannya belum memenuhi undang-undang. Pendidikan wajib dianggarkan 20 persen dari APBD, dan kesehatan 10 persen,” ulas Caleg DPRD Sumsel.

Sementar Caleg DPR RI, Sarimuda mengaku banyak program yang disiapkan untuk Sumsel jika terpilih pada Pemilu, 17 April mendatang. Ia juga komitmen untuk terjun langsung ke lapangan menyerap aspirasi dan permasalahan di masyarakat, untuk diemplementasikan saat penyusunan anggaran.

Baca:  Golkar Sumsel : Tidak Ada Pemecatan, Yang Ada Pergeseran

“Anggota DPR itu harus betul-betul tahu apa yang diinginkan masyarakat. Jika saya terpilih nanti, akan kita petakan apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Sarimuda.

Ia juga akan mendirikan rumah aspirasi di Sumsel dan merekrut tenaga ahli yang berkompeten untuk menerima aspirasi masyarakat secara langsung, untuk kemudian diperjuangkan di Senayan.

“Dengan hadirnya rumah aspirasi ini juga, akan mengkompakkan anggota DPR RI asal Sumsel yang ada di Senayan. Rumah aspirasi ini juga bisa digunakan anggota DPR RI asal Sumsel lainnya untuk menyerap aspirasi massa mereka,” beber Caleg Dapil Sumsel 1 ini.

Sementara, Caleg DPRD Kota Palembang  Aryuda Perdana Kusuma mengungkapkan, tantangan terbesar dalam berkampanye di masyarakat, yakni meyakinkan mereka tentang komitmen untuk terus menyerap aspirasi dan terjun langsung jika kelak terpilih.

Baca:  DPRD Sumsel Tunggu RPJMD Gubernur Sumsel

“Ada stigma di masyarakat, jika sudah terpilih, Caleg akan lupa dan tidak akan kembali lagi ke mereka. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk meyakinkan mereka, bahwa saya tidak seperti itu,” ujarnya.

Pengamat Politik Unsri, Joko Siswanto menilai, Pileg tahin ini kalah tenar dari pemilihan presiden (Pilpres), akibatnya caleg kalah pamor dari capres dan cawapres.

“Saya juga melihat peran dan fungsi yang dimainkan Parpol tidak begitu menonjol, karena ada beberapa hal, perannya yang tidak bisa diambil oleh parpol, dan malah diambil alih ormas,” ujarnya.

Ia mengatakan, caleg yang maju harus bisa menggabungkan kepentingan individu, parpol dan masyarakat.

“Politik itu seni merajut kepentingan-kepentingan. Nah, jangan sampai caleg itu, salah satu kepentingannya saja yang menonjol,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua FJP Zarkasi berharap dengan kegiatan ini masyarakat Sumsel memiliki gambaran mengenai wakil rakyat yang akan dipilihnya dan sesuai aspirasi.#osk

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Menjadi Relawan Paling Lama di DDV Sumsel, Ini Suka Duka Reza

Palembang, BP–Hari Relawan Internasional diperingati setiap 5 Desember setiap tahunnya. Adanya peringatan Hari Relawan Internasional, sebagai bentuk apresiasi atas kekuatan ...