Home / Pendidikan / IKADS Ajak Anak-Anak Down Syndrome Mengenyam Pendidikan

IKADS Ajak Anak-Anak Down Syndrome Mengenyam Pendidikan

(Ketua Ikatan Keluarga Anak Dengan Down Syndrom (IKADS) Palembang Sumsel, Aliyudin Asral disela-sela Hari Down Syndrome Sedunia (HSDS) di Fave Hotel)

Palembang, BP

Sebagian orangtua menganggap, memiliki anak yang menderita down syndrome merupakan hal yang memalukan. Bahkan, dianggap sebagai kutukan.

Sehingga, para orang tua yang malu saat anaknya divonis menderita penyakit karena kelainan kromosom itu menjadi minder.

Merasa malu bahkan sampai ada yang mengurung anaknya di kamar seumur hidup, bahkan sampai tak disekolahkan karena takut di bully.

Baca:  Pembangunan Kota Palembang Melupakan Aspek Sejarah Dan Budaya

“Kita ingin mengajak dan merubah mindset orangtua. Anak-anak adalah titipan Alloh, apapun namanya, bentuknya apapun, maksimalkan mereka sampai mengenyam pendidikan,”ujar Ketua Ikatan Keluarga Anak Dengan Down Syndrom (IKADS) Palembang Sumsel, Aliyudin Asral disela-sela Hari Down Syndrome Sedunia (HSDS) di Fave Hotel, Minggu (31/3).

Lanjut Aliyudin, bahwa anak-anak penderita Down Syndrome seharusnya terus disupport oleh semua pihak, termasuk adanya komunitas dan Pemerintahan terkait. Sehingga tak ada anak-anak yang merasa malu, kurang percaya diri dan sejenisnya.

Baca:  Akhor Siap Dukung Harno-Fitri

“Satu hal yang perlu ditegaskan adalah bahwa Pemerintah saat ini hanya baru mengenal Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK, dan belum Down Syndrom. Karena, dukungan dari Pemerintan belum apa apa. Kami ingin, ada Dinkes, ada Dinsos, agar memberikan program untuk support mereka,”jelasnya.

Sementara itu dikatakan Ketua Penyelenggara HDSS 2019 Urip Daryono bahwa harus diakui bahwa anak-anak yang mengalami Down Syndrome dan disekolahkan masih minim. Sehingga perlu ada dukungan semua pihak.

Baca:  Berkaca Dari Konflik di Era Kesultanan Palembang, Sejarawan  Ingatkan Investasi Asing di Indonesia

“Kami ingin, sekolah bisa menerima anak-anak Down Syndrome. Karena mereka juga perlu pendidikan. Sejauh ini baru YPAC, sekolah pembina dan lainnya belum,”urainya.

Menurutnya, angka anak Down Syndrome yang belum sekolah masih banyak sehingga harus ada dukungan semua pihak, termasuk orang tua, pemerintah dan lembaga terkait.

“Ada sekitar 130 anak Downd Syndrome di Sumsel, dan yang sekolah baru sekitar 30 an,”pungkasnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Meski Soal Dibuat Disdik, Sekolah Pastikan Kesiapan Siswa di PAS

Palembang, BP–Kendati mulai tahun ini soal Penilaian Akhir Sekolah (PAS) Semester Ganjil diambil alih oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang, umumnya ...