Home / Headline / DPRD Sumsel  : PT JSC Sudah Kelewatan, Terkesan Diskriminasi

DPRD Sumsel  : PT JSC Sudah Kelewatan, Terkesan Diskriminasi

BP/IST
Turnamen Alex Noerdin Cup 2019

Suparman Romans  : Wajar, Ada Menapsirkan  Balas Dendam Politik

 Palembang, BP

BP/IST
Hj Anita Noeringhati

BINTANG  sepak bola dunia, Ronaldinho, batal bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang karena panitia  turnamen Alex Noerdin Cup 2019 tak kunjung mendapatkan izin dari PT Jakabaring Sport City (JSC). Ronaldinho sebelumnya dijadwalkan datang ke Palembang untuk memeriahkan acara Alex Noerdin Cup.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati menilai manajemen PT JSC sudah kelewatan terkait tidak memberikan izin  turnamen Alex Noerdin Cup 2019 bermain di JSC.

“ Apakah tidak ada jasanya yang namanya Alex Noerdin itu !!!!. Ini kesannya ada diskriminasi. Kami dari DPRD akan menyikapi hal tersebut,” kata Anita dengan nada tinggi ketika dihubungi , Kamis (21/3).

BP/IST
Suparman Romans

Untuk itu manajemen PT JSC menurutnya, perlu di panggil ke DPRD Sumsel untuk menjelaskan permasalahan ini.

Mengenai alasan pihak PT JSC  meminta pihak turnamen Alex Noerdin Cup 2019 harus melapor ke Pemprov Sumsel dan baru ke PT JSC menurut politisi Partai Golkar ini kalau PT JSC itu sudah dikelola pihak ketiga dan siapapun yang akan memakai kalau untuk kepentingan pribadi silahkan  yang penting bayar.

 “ Kita harus mempertanyakan apakah JSC itu milik Gubernur,” katanya dengan nada tinggi lagi.

        Apalagi menurutnya,  selama ini sudah banyak aset Pemprov Sumsel yang sudah dikelola pihak ketiga seperti Asrama Haji, Hotel Swarnadwipa, ada aset di BOT kan bukan hanya JSC saja.

Baca:  ASN Harus Netral

“ Kalau sudah di kelola pihak ketiga,  Pemprov Sumsel hanya menerima keuntungan dari perjanjian itu , mau di pakai siapa itu tidak ada urusan,” kata Anita enggan berkomentar  dugaan adanya unsur politis dalam permasalahan ini.

Anita melihat pengelolaan JSC  kini seolah-olah bukan untuk kepentingan Sumsel.

“ Yang kami sesalkan juga adalah pada waktu KPU kota Palembang  ingin meminjam salah satu venue yang tidak terpakai untuk  mempersiapkan logistik pemilu itu tidak boleh, kalau mau pakai silahkan bayar, oleh karena itu memang nanti kita akan mempertanyakan sejauh mana perjanjian keuntungan  yang diberikan kepada Sumatera Selatan, apalagi untuk kepentingan negara saja tidak boleh, kalau untuk kepentingan negara itu harus diizinkan, KPU tidak ada anggaran untuk itu, terpaksa KPU Palembang meminjam kantor-kantor Kecamatan yang keamanannya perlu extra, “ katanya.

        Sedangkan tokoh olahragawan Sumsel,  Suparman Romans memiliki penilaian tersendiri, menurutnya permasalahan ini banyak multi tapsir, bisa bermuatan politis, bisa masalah tehnis , bisa masalah etika.

“ Tapi seharusnya kita dudukan permasalahan ini secara proporsional, ini soal olahraga pure olahraga dan tidak ada kait mengkait dengan politik, jadi  tolonglah semua pihak itu  bijaksana, bahwa ini jangan mengobarkan kepentingan umum, apalagi ini sudah dipublis bahwa Ronaldinho akan datang dan menjadi batal hanya karena persoalan-persoalan itu yang menurut kami itu permasalahan yang sangat tidak prinsip,” kata Suparman yang juga Ketua Koni kota Palembang.

Baca:  Masyarakat Diimbau Berhati-hati Dengan Banjir di Daerahnya

        Menurutnya,  jika alasan pihak PT JSC meminta panitia  turnamen Alex Noerdin Cup 2019 harus melapor ke Gubernur Sumsel dulu menurutnya,   hal tersebut dilihat dari perspektif  etika bukan perspektif regulasi.

“ Dari sisi regulasi,  itu jelas pengelolaan JSC adalah di PT JSC,  yang orientasinya bisnis, siapapun pihak sepanjang tidak melanggar hukum, dan tidak diluar dari ketentuan-ketentuan dalam persyaratan penggunaan JSC rasanya tidak ada masalah,” katanya.

        Dia menilai wajar kalau ada menapsirkan permasalahan ini ada unsur politis, balas dendam politik dan tidak bisa di larang kalau ada persepsi seperti itu.

“Kejadian ini jelas akan menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga di Sumsel, terlepas dari permasalahan politik atau tidak dengan dibatalkannya sebuah even, apalagi even ini sangat di tunggu masyarakat Sumsel, karena hal yang cukup langka bisa mendatangkan bintang sepakbola dunia dan ini sudah ditunggu oleh adik-adik kita insan olahraga terutama generasi  penerus kita ini yang sudah terobsesi dengan kehadiran Ronaldinho yang akan mendapatkan ilmu juga mereka bisa  berpoto dan mengabadikan , momen menurut mereka sejarah seumur hidup,” katanya.

Terkait kebatalan Ronaldinho datang ke Palembang, Gubernur Sumsel Herman Deru  menanggapi permasalahan ini seolah tidak mau disalahkan dan terkesan cuci tangan.

Menurut Deru, pihaknya sejak awal tidak pernah menyuruh dan melarang adanya turnamen tersebut. Dirinya juga mengaku tidak pernah mengeluarkan larangan penggunakan Stadion Jakabaring. Baik secara tertulis atau pun lisan.

Baca:  Pemkot Janjikan Sungai Sekanak Jadi Sarana Transportasi, Dua Tahun Tuntas

“Mungkin harganya yang tidak cocok antara PT JSC dengan panitia turnamen. Atau mungkin tidak cocok harga Ronaldinho-nya, jadi batal dilakukan di Palembang,” katanya saat ditemui di Pemprov Sumsel, Kamis (21/3).

Ia mengaku, izin penggunaan JSC ini bukan disampaikan ke Pemprov Sumsel, melainkan kepada PT JSC. Artinya, hal itu memang bukan ranah Pemda. Pemprov Sumsel, menurut Gubernur, selalu mendukung setiap kegiatan olahraga. Tak hanya sepak bola, tapi olahraga lain juga.

Disinggung soal, banyaknya pesepakbola muda yang kecewa akibat Ronaldinho batal ke Palembang, ia enggan berkomentar. “Tanyakan saya ke panitia dan PT JSC nya,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT JSC, Meina Fatriani Paloh, membantah pihaknya tidak memberikan izin untuk acara puncak Alex Noerdin Cup. Sebelumnya Ronaldinho dijadwalkan hadir untuk melakukan coaching clinic pada anak-anak Sumsel dan melakukan pertandingan melawan Sumsel Selection.

“Kita minta konfirmasi kedatangan Presiden RI satu, itu saja yang kami minta,” ujar Meina Fatriani Paloh.

Sebetulnya disebut-sebut jika kebatalan Ronaldnho ke acara Alex Noerdin Cup karena Presiden Joko Widodo batal datang ke Palembang.

Namun hal tersebut dibantah oleh pihak JSC. “Yang punya venue kan Pemprov, jadi coba datang panitia ke Pemprov Sumsel. Paling tidak ada pemberitahuan ke Pemprov Sumsel. Tapi, surat izin tetap dari PT JSC. Kita kooperatif kok, sama seperti acara triathlon, kemarin panitia datang ke Pemprov baru ke kita,”  kata Meina. #osk

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

BPD Prabowo-Sandi Sumsel Kumpulkan Fakta Untuk Bukti Laporan Pihak  Berwajib dan DKPP

#Carut Marut Pileg dan Pilpres di Sumsel  Palembang, BP Carut marut pelaksanaan Pemilihan Legislatif (pileg) dan Pemilihan presiden (Pilpres) di ...