Home / Headline / Bos Hasanah Tour Dihukum 12 Tahun, Hartanya Dirampas Negara

Bos Hasanah Tour Dihukum 12 Tahun, Hartanya Dirampas Negara

Faorita, terdakwa kasus penipuan berkoordinasi dengan penasihat hukum usai divonis 12 tahun penjara di ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (21/3). BP/HARIS SUPRAPTO

Palembang, BP–Gagal memberangkatkan ratusan calon jamaah umrah dan haji, Faorita alias Rita (47) dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (21/3).

Selain dihukum 12 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan, majelis hakim juga menghukum agar sejumlah harta bos PT Hasanah Barokah Sriwijaya ini dirampas untuk negara.

Adapun harta yang masuk dalam daftar barang bukti tersebut diantaranya, satu unit rumah di Komplek Green Tara Jalan HBR Motik, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, belakang ruko Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya,

Kemudian 10 unit ruko di perumahan Green Tera dan uang 331 dolar Amerika, 261 dolar Singapura, 920 bath Thailand, 15 euro, 201 Ringgit Malaysia, 1.220 Lira Turki, mata uang Yordania berjumlah 10 Dinar, 180,5 Riyal Arab dan mata uang Uni Emirat Arab berjumlah 285 Dirham.

Menurut majelis hakim yang diketuai Bongbongan Silaban, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Bila tidak sependapat dengan putusan ini, terdakwa maupun jaksa dapat mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan kedepan,” ucap Bongbongan saat membacakan putusan.

Menanggapi vonis yang dijatuhkan majelis hakim, baik terdakwa maupun jaksa yang sebelumnya juga menuntut hal yang sama seperti diputuskan hakim, belum dapat menentukan sikap dan memilih pikir-pikir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Faorita selaku Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya ditangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Juni 2018 lalu.

Terdakwa ditangkap anggota Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Sumsel setelah dilaporkan sejumlah calon jamaahnya yang gagal berangkat ke tanah suci.

Bahkan sebelum terdakwa diamankan, ratusan massa calon jemaah yang kesal sempat menyerbu kantor biro travel umrah Hasanah Tour Sriwijaya yang berada Jalan HBR Motik, KM8, Komplek Green Tara, Ruko 5-9 Palembang.

Para calon jemaah merasa ditipu oleh agen travel yang tak kunjung memberangkatkan mereka ke Tanah Suci setelah beberapa kali penundaan, padahal sudah membayar puluhan juta per orang. #ris

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Hadiri HUT Palembang, Gubernur Herman Deru Berikan Kado Istimewa 

Palembang, BP–Hari jadi Kota Palembang ke 1336 yang diperingati Senin (17/6) terasa lebih spesial. Ini karena Gubernur Sumsel Herman Deru ...