Home / Headline / Speedboat KM Awet Muda Tabrak Pohon, 7 Penumpang Tewas

Speedboat KM Awet Muda Tabrak Pohon, 7 Penumpang Tewas

Insiden kecelakaan speedboat di Perairan Banyuasin, Senin (18/3).

Palembang, BP–Sebanyak tujuh penumpang Kapal Motor (KM) Awet Muda tewas setelah speedboat menabrak pohon di perairan Sungai Musi, Desa Upang Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Senin (18/3).

Humas Kantor SAR Palembang Rio Taufan mengatakan, speedboat tersebut diketahui mengangkut 20 penumpang dari Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan tujuan Palembang.

Namun di tengah perjalanan, tepatnya di perairan Sungai Musi, Desa Upang Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, kapal cepat bermesin 200 pk tersebut kehilangan kendali dalam kecepatan tinggi sehingga menabrak pohon kayu pedado yang tumbuh dari dasar sungai.

“Kapal rusak parah dan para penumpang terpental. Empat orang meninggal di TKP dan tiga hilang. Sisa 17 orang dievakuasi ke RS AK Gani Palembang, tapi tiganya meninggal saat sampai di RS. Untuk yang meninggal dievakuasi ke Pos Post Mortem RS Bhayangkara,” ujar Taufan.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumsel AKBP Munaspin mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memeriksa keterangan penumpang yang menjadi saksi dalam kejadian tersebut.

Baca:  Diseruduk Angkot, Tukang Ojek Terseret 12 Meter

“Berdasarkan keterangan penumpang, serangnya merasa mengantuk sehingga kemudi speedboat diambil alih oleh kernet. Itu baru keterangan dari saksi. Serang dan kernetnya meninggal dunia,” ujar dia.

Dari keterangan Setio Wahono (38), salah satu korban selamat dari insiden tersebut, kapal cepat yang dirinya tumpangi bertolak ke Palembang dari Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin pada Senin pagi dengan membawa 34 penumpang.

Lalu sebanyak 17 penumpang diturunkan di Pelabuhan PU, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. “Saya duduk di sebelah kiri serang. Dari awal perjalanan saya tidur, bangun pas berhenti di Pelabuhan PU karena ada penumpang turun. Sudahnya saya tidur lagi,” ujar Setio saat ditemui di RS AK Gani Palembang.

Tak lama, kapal kembali bertolak menuju Palembang. Namun di perjalanan, tepatnya di  Selat Jaran, Desa Upang Jaya, Kecamatan Muara Telang, kapal menabrak pohon bakau dalam kecepatan tinggi. Kapal pun rusak parah yang menyebabkan para penumpang terluka.

Baca:  Diseruduk Angkot, Tukang Ojek Terseret 12 Meter

“Waktu kejadian saya tidur, kaget tiba-tiba menabrak itu. Saya duduk di depan sebelah kiri selamat. Saya lihat yang luka-luka parah itu yang duduk di sebelah kanan,” ujar warga Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin ini.

Sesaat usai kejadian, kondisi para penumpang panik. Namun Setio berupaya menyelamatkan para penumpang yang masih sadarkan diri tanpa menyadari dirinya pun teluka di bagian wajah, pelipis, hidung dan bibir. Salah satu penumpang yang diselamatkan Setio adalah Aqilah, bayi berumur 1 tahun yang terlempar dari pangkuan Risa, ibunya.

“Kacau sekali, berantakan kondisinya. Bayi itu terlempar, ibunya luka. Saya waktu ikut nyelamatin orang juga masih bingung-bingung. Itu speedboat memang cepat sekali waktu nabrak, mungkin 70 km/jam,” kata dia.

Setelah beberapa saat usai kejadian, nelayan sekitar berdatanganan dan petugas yang menerima laporan dari warga segera menuju lokasi. Sebanyak empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Muhammad alias Mamat (50), Kodar (20), Muhidin (38), dan Sopian (60).

Sebanyak 2 korban dibawa ke Puskesmas Mekar Sari Jalur 10 yang tak jauh dari lokasi kejadian karena kondisi yang sangat kritis yakni Sutarno (35) dan Khusnul (63). Namun satu jam pasca dirawat di puskesmas, dua korban tersebut pun meninggal dunia.

Baca:  Diseruduk Angkot, Tukang Ojek Terseret 12 Meter

Korban selamat yang mengalami luka-luka lainnya dilarikan ke RS AK Gani Palembang untuk mendapatkan perawatan. Namun korban Ganjar Winarsih (39) mengembuskan napas terakhir setelah dirawat di rumah sakit.

Marbeto (48), Kepala SD 13 Banyuasin 2, salah satu korban selamat yang masih menjalani perawatan di RS AK Gani Palembang mengatakan, ia bersama Ginanjar, Kepala SDN 22 Banyuasin 2 hendak mencairkan dana BOS di Palembang.

“Kami memang biasa bareng ke Palembang untuk mencairkan dana BOS. TIdak tahu bakal ada musibah seperti ini,” ujar pria yang mengalami luka patah di bagian kaki sebelah kanan ini.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumsel Ajun Komisaris Besar Munaspin mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

“Sudah olah TKP dan masih kami selidiki, namun terkendala karena kernet dan serang [pengemudi]-nya meninggal,” ujar dia. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Harapkan Puskesmas di Sumsel Harus Aktif Jemput Bola

Palembang, BP Sejak program jaminan kesehatan yakni BPJS diterapkan di Indonesia, masih banyak masyarakat di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ...