Home / Headline / Lagi, Kejaksaan Terima ‘Setoran’ Terdakwa Korupsi

Lagi, Kejaksaan Terima ‘Setoran’ Terdakwa Korupsi

Aspidsus Kajati Sumsel Ramel Jesaja menerima pengembalian kerugian negara dari terdakwa Muhammad Teguh. BP/HARIS SUPRAPTO

Palembang, BP–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel kembali menerima sisa kerugian negara dari terdakwa perkara tindak pidana korupsi, Muhammad Teguh sebesar Rp2,3 miliar.

Sebelumnya Direktur PT Bania Rahmat Sentosa yang terjerat kasus korupsi proyek infrastruktur akses Bandara Antung Bungsu 2 jalur hot mix tahap III Kota Pagaralam ini juga menyetorkan dana Rp3 miliar ke Kejati Sumsel.

Selaku kontraktor dalam proyek di Dinas PU Kota Pagaralam 2013 tersebut, diduga atas perbuatan terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp5,34 miliar.

“Kita kembali menerima uang Rp2,3 miliar dari terdakwa atas nama Teguh sebagai pengembalian kerugian negara dari total Rp5,3 miliar,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel Raimel Jasaja,” Rabu (13/3).

Baca:  Terdakwa Korupsi ‘Setor’ Rp3 Miliar ke Kejaksaan

Selanjutnya sisa dana yang dibawa tiga orang perwakilan dari pihak terdakwa menggunakan dua kardus bekas mie instan, menurut Raimel, akan disetorkan ke kas negara melalui BRI.

“Pengembalian kerugian negara ini adalah inisiatif dan merupakan itikad baik dari terdakwa, sehingga akan menjadi pertimbangan kita dalam menentukan tuntutan nantinya,” tuturnya.

Karena, dirinya melanjutkan, sejauh ini perkara melibatkan terdakwa masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang dan ditahan di LP Pakjo.

Setelah dibawa oleh perwakilan PT Bania Rahmad Utama ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel, sejumlah uang tersebut langsung dihitung dan disaksikan pihak BRI.

“Penyerahan semua uang ini adalah permintaan dari pak Teguh, selaku Direktur Utama di perusahaan kami. Totalnya Rp5,3 miliar yang diserahkan dua tahap,” ucap staf terdakwa, Julian.

Baca:  Mularis Tegaskan Akan Tegas Terhadap Korupsi- Pungli

Pihaknya berharap, dengan pengembalian uang kerugian negara ini dapat menjadi pertimbangan jaksa penuntut dan majelis hakim nantinya dalam mengambil keputusan.

“Seluruh kerugian kan telah dikembalikan, artinya pak Teguh berharap mendapat keringanan,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Teguh dihadapkan ke meja hijau dengan status terdakwa karena diduga turut andil melakukan mark up dan dalam proses pelaksanaan proyek tersebut,

Dalam pelaksanaan proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp24 miliar tersebut terdapat pengurangan volume, baik panjang, lebar dan ketebalan jalan yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

Oleh karena itu perbuatan terdakwa yang sebelumnya ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Sumsel dan penyidik KPK saat turun dari pesawat di Bandara SMB II Palembang usai melaksanakan ibadah haji pada 20 Agustus 2018 lalu itu dijerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca:  KMA-KKN Dorong Polda Usut Dugaan Korupsi di Pemkot Palembang

Selain terdakwa Muhammad Teguh, dalam kasus ini Pengadilan Tipikor Palembang juga telah menghukum Teddi Juniastanto, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas PUPR Pagaralam dengan pidana penjara selama empat tahun enam bulan dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

Sebagai PPK Teddi tidak melakukan pengawasan, pemeriksaan dan pengujian serta saat proses pelelangan tidak sesuai prosedur yang memenangkan terdakwa dan hasil audit struktur ditemukan banyak kekurangan.

Namun hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut agar terdakwa dihukum enam tahun enam bulan dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. # ris

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0418Palembang Buat Tugu TMMD di Pulokerto

Palembang, BP   Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 104 Kodim 0418/Palembang membuat tugu TMMD yang berlokasi di RT 23 ...