Home / Headline / Polisi Kesulitan Cari Bukti Pemerkosaan Bidan, Laporan Salah Tangkap Dicabut

Polisi Kesulitan Cari Bukti Pemerkosaan Bidan, Laporan Salah Tangkap Dicabut

Ilustrasi (grid.id)

Palembang, BP–Hingga kini penyidik Polda Sumsel masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa Y, bidan desa yang bertugas di Kabupaten Ogan Ilir.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, sejauh ini penyidik masih kesulitan membuktikan secara ilmiah terkait kasus pemerkosaan bidan Y. Sebab, sperma dari pelaku serta beberapa jejak kaki di kediaman korban tak ditemukan.

Kendati belum menemukan alat bukti yang mengarah, Zulkarnain memastikan akan tetap melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Tidak (SP3), tetap dilakukan penyelidikan, pembuktian ilmiah saja yang tidak mendukung. Apakah itu laporan palsu atau bukan, karena tanda-tanda bekas pemerkosaan tidak ditemukan di korban,” kata Zulkarnain, Selasa (12/3).

Menurut mantan Kapolda Riau ini, untuk bidan Y saat ini masih tetap kekeh dengan laporannya atas dugaan pemerkosaan, meski bukti-bukti ilmiah tidak ditemukan ketika dilakukan olah tempat kejadian perkara.

“Keterangan korban masih tetap begitu (diperkosa), kalau itu bekas pemerkosaan, bekas sperma tidak ditemukan, bekas sidik jari tidak ada. Diperkosa di tempat tidur, pasti ada bekas bulu kemaluan, itu juga tak ada sama sekali,” paparnya.

Disamping itu, korban dugaan salah tangkap oleh oknum aparat yang juga mendapat aksi kekerasan terkait kasus bidan Y, keluarga Haris Ismail alias Ujang (25) diketahui telah mencabut laporannya di Polda Sumsel.

Namun, walaupun laporan dugaan penculikan tersebut telah dicabut, Kapolda memastikan juga akan tetap melakukan penyelidikan terhadap oknum polisi tersebut.

Zulkarnain menerangkan, meski delik aduan tersebut telah dicabut, penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumsel masih tetap melakukan penyelidikan.

Sebab, menurut Zulkarnain, tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota tersebut telah mencoreng nama baik instansi kepolisian.

“Silakan saja dia (korban) mencabut, penyelidikan tetap kami lakukan. Meski saya menuduh, memprediksikan, menduga yang berkepentingan itu adalah polisi, preman ngapain dia main begitu,” ucapnya.

Kapolda menjelaskan, kepentingan oknum polisi yang melakukan penculikan terhadap Harismail pun diduga untuk membuat terang perkara kasus pemerkosaan bidan Y.

Namun, disisi lain oknum tersebut tak memiliki bukti yang kuat untuk menuduh Haris sebagai pelaku pemerkosaan.

“Oknum polisi itu mempunyai kepentingan membuat terang suatu perkara. Mungkin dia emosional, ingin mengungkap segera, kan bisa saja terjadi kesalahan menangkap,” jelasnya.

“Walaupun dia (korban) sudah mencabut (laporan) itu juga menjadi pelajaran bagi oknum polisi dan instansi juga, bahwa dia tidak boleh sembarangan (menangkap), harus didukung bukti ilmiah dan bukti yang tertera di KUHP,” Kapolda menegaskan.

Seperti diketahui, kasus bidan Y mencuat setelah korban ditemukan dalam kondisi babak belur membuat laporan di Polres Ogan Ilir. Y kala itu mengaku diperkosa lima pelaku dan wajahnya dibekap, sehingga tak bisa mengenali wajah para pelaku.
Beberapa hari kemudian, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin menemukan Haris dalam kondisi lemas dan babak belur di pinggir jalan setelah diculik sekolompok orang diduga oknum polisi dan memaksanya mengaku sebagai pelaku pemerkosaan bidan Y. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemberlakuan Pajak Bagi Pedagang Pempek, Restoran Harus di Sosialisasikan

Palembang, BP Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah (LKKPPD) dan Palembang Berdjaja menggelar diskusi panel berjudul Kejar Target PAD, ...