Home / Headline / 8,3 Kilo Shabu Dimusnahkan Depan Pelajar

8,3 Kilo Shabu Dimusnahkan Depan Pelajar

Pemusnahan barang bukti shabu di Gedung Serba guna RM Sri Melayu Palembang, Selasa (12/3). BP/HAFIDZSHABU

Palembang, BP–Ratusan pelajar tingkat SMA dan SMK turut menyaksikan pemusnahan barang bukti 8,3 kilogram shabu hasil ungkap kasus Polda Sumsel dan jajaran.

      Giat pemusnahan barang bukti narkoba yang disita dari 14 tersangka ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Rumah Makan Sri Melayu Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Selasa (12/3).

Sama seperti biasanya, barang haram tersebut dimusnahkan dengan cara dicampur bubuk detergent lalu di blander dan kemudian dibuang ke saluran pembuangan agar tidak disalahgunakan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pemusnahan barang bukti narkoba yang ditaksir bernilai lebih dari Rp10 miliar tersebut sengaja dilakukan dihadapan pelajar, mengingat selama ini pelajar menjadi salah satu sasaran peredaran narkoba.

Baca:  Simpan Shabu di Bawah Kasur

“Umumnya peredaran narkoba menyasar generasi muda, untuk itu kita memberikan pemahaman kepada generasi penerus bangsa ini agar tidak terjerumus dalam peredaran narkoba,” katanya.

Selain mengingatkan tentang bahaya narkoba, mantan Kapolda Riau ini juga mengingatkan tentang bahaya peredaran hoax dan pornografi yang kini mengancam generasi millennial. Maka dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi narkoba, hoax dan pornografi.

“Memberantas peredaran narkoba dan memerangi hoax adalah tugas kita bersama. Pengedar awalnya sebagai pemakai, setelah itu baru mengedarkan. Kepada anak-anak agar jangan sekali-kali mencoba narkoba,” tandasnya.

Ditempat yang sama Kasi Narkotika Kejaksaan Tinggi Sumsel Amanda menambahkan, pihaknya sebagai penuntut umum berupaya semaksimal mungkin menuntut hukuman mati setiap terdakwa yang terkategori bandar narkoba.

“Mungkin sudah kita ketahui terakhir kami ada menuntut hukuman seumur hidup dan bahkan majelis hakim sudah menjatuhkan hukuman mati beberapa bandar narkoba di Sumsel,” kata Amanda.

Baca:  Sergap Bandar Narkoba, Polisi Diteriaki Maling‎

Menurutnya, tuntutan seumur hidup ataupun tuntutan mati yang diberikan JPU sudah berdasarkan barang bukti dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. “Berdasarkan SPDP perkara narkoba dari Kepolisian dan BNNP sepanjang 2019 mengalami kenaikan sekitar sepuluh persen dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Sementara itu, Noval, salah satu pentolan dalam jaringan peredaran narkoba asal Jawa Barat terkait kepemilikan barang haram tersebut mengaku menyesal sudah menjadi bagian perusak anak bangsa.

“Saya menyesal, karena membunuh generasi bangsa dengan shabu. Saya ambil di Palembang 10 kg dan sudah 13 kali lolos, tapi terakhir tertangkap,” ucapnya.

Sebelumnya narkoba tersebut disita petugas dari beberapa tempat berbeda, pertama ditangkap tersangka Eka Candra Hidayatullah (23) yang kedapatan saat melewati metal detector petugas Avsec Bandara SMB II Palembang.

Baca:  Sekdes Nyambi Bandar Narkoba

Petugas menemukan 650 gram shabu yang disimpan di selangkangan calon penumpang pesawat Lion Air tersebut dan setelah dilakukan penyisiran kembali ditemukan tiga paket shabu di dalam kotak sampai toilet laki-laki lantai dua bandara.

Lalu petugas AVSEC Bandara dan personel Pangkalan TNI AU berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel untuk memeriksa tersangka.

Dari kicauan Eka, penyidik menangkap Rizki (27) dan Ribut Haryanto (49) yang tengah berada di bus tujuan Lampung dengan barang bukti 1,9 kg shabu.

Kemudian empat tersangka lainnya yakni Noval Nuryana (25), Asep Erik Mulyana (30), Diki Purnama (20) dan Dedek Enjang (25) ditangkap di Stasiun Kertapati Palembang dengan barang bukti 2 kg shabu.

Terakhir tersangka Darman (32) yang sempat lolos dari pemeriksaan di Bandara SMB II Palembang, namun tertangkap di Bandara Kendari berdasarkan pengakuan dari Eka. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemberlakuan Pajak Bagi Pedagang Pempek, Restoran Harus di Sosialisasikan

Palembang, BP Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah (LKKPPD) dan Palembang Berdjaja menggelar diskusi panel berjudul Kejar Target PAD, ...