Home / Headline / Pembangunan Jembatan Musi VI Palembang Dihentikan

Pembangunan Jembatan Musi VI Palembang Dihentikan

BP/IST- Plt Kepala Dinas PUBM Sumsel, Dharma Budhi,

Palembang, BP

Pembangunan Jembatan Musi VI yang menghubungkan wilayah Seberang Ulu Jalan KH Azhari dan Seberang Ilir Jalan Sultan Mansyur dihentikan.

Penghentian pengerjaan mega proyek tersebut menyusul adanya lahan warga yang ternyata belum mau dibebaskan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Jembatan Musi VI pengerjaannya sudah dihentikan. Selama tahun 2019 ini tidak ada pengerjaan di lapangan,” kata  Plt Kepala Dinas PUBM Sumsel, Dharma Budhi, Rabu (6/3).

Menurut Dharma Budhi, proses penggantian lahan yang berlarut-larut sehingga 5 rumah warga di wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ada yang menolak besaran ganti-rugi rumah mereka.

Baca:  KPU  Sumsel  Selesaikan Rekapitulasi  5  Kabupaten Kota

“Jadi di wilayah Seberang Ilir ini ada 3 rumah yang belum dapat kesepakatan dan Seberang Ulu ada 2 rumah. Lima rumah inilah yang jadi penghambat pengerjaan,”  katanya.

Dengan adanya kendala tersebut Dinas PUBM memutuskan untuk mengalihkan dana ke pembangunan infrastuktur lain sehingga dengan mengalihkan dana itu secara otomatis proyek akan langsung berhenti.

“Kalau tahun ini tidak ada dianggarkan, mau gimana? Otomattis pengerjaan pasti berhenti dan tahun 2020 barulah dianggarkan untuk diselesaikan kedua sisi penghubung jembatan,” katanya.

Baca:  Disbud Kota Palembang Kumpulkan Komunitas Untuk Tampil Dalam Satu Panggung

Sementara terkait konstruksi jembatan, Budhi menyebutkan saat proyek dihentikan, pengerjaannya sudah mencapai 68 persen.

Namun begitu untuk sisi jembatan sudah selesai secara keseluruhan.

“Untuk konstruksi secara keseluruhan jembatan sudah 68 persen. Jadi untuk jembatan sudah selesai semua, tinggal penghubung naik ke jembatannya saja belum bisa diselesaikan,” kata Budhi.

Tidak selesainya proyek jembatan pun kini turut menimbulkan masalah baru, dimana Pemda akan terbebani biaya listrik dan biaya keamanan apabila kontraknya telah habis pada Desember mendatang.

“Senin-Jumat lampu biasa, Sabtu-Minggu lampu warna-warni. Ini beban karena kita nanti yang akan bayar, apalagi di situ ada tiga petugas. Sekarang ini masih dibayar kontraktor sampai Desember, setelah itu kan kita yang tanggung,” katanya.

Baca:  Lomba Roket Air Di SMANTA

Sementara saat disingungg terkait biaya ganti rugi, dirinya enggan untuk menyebut nominal.

Namun disebutnya biaya yang diminta si pemilik lahan tidak sesuai.

“Untuk jumlahnya berapa saya lupa. Tapi mereka pernah datang ke sini dan masih jauh apa yang dia minta. Kalau tak salah hampir 2 kali lipat dia minta. Nanti kalau sudah ada KJPP baru saya negosiasi ke dia,” katanya.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mantan Napi Boleh Nyalon Pilkada, Lucianty: Alhamdulillah

Palembang, BP Adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan diteruskan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI, bagi bakal napi eks ...