Home / Headline / Soal Kartu Pra Kerja Jokowi, Mendikbud: Itu Bukan Domain Saya

Soal Kartu Pra Kerja Jokowi, Mendikbud: Itu Bukan Domain Saya

(Mendikbud RI Muhadjir Effendi saat berfoto bersama dengan Kadisdik Kota Palembang Ahmad Zulinto, Ketua DPRD Sumsel MA Gantada, Kabid SMA Bonny Syafrian dan jajaran kepala sekolah usai makan malam di Reverside Restaurant)

Palembang, BP
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendi enggan berkomentar banyak mengenai pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang berencana meluncurkan Kartu Pra Kerja bagi lulusan SMA/SMK.
Rencana peluncuran Kartu Kerja tersebut diungkapkan Jokowi saat ngopi bareng milenial di Kopi Haji Anto 2 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (1/3). Joko Widodo memberi penjelasan terkait kartu pra kerja yang akan diluncurkannya apabila memenangi pilpres 2019.
Bahkan, Jokowi menyebut pemegang kartu akan tetap menerima honor meski belum mendapatkan pekerjaan, baik itu yang baru lulus SMK/SMA.
“Wah itu bukan domain saya,”ujar Muhadjir usai makan malam bersama Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Ketua DPRD Sumsel dan jajaran terkait di Reverside Restaurant, Minggu (3/3) malam.
Muhadjir malah menyoti pengangguran SMK di Indonesia dan Sumsel termasuk di dalamnya cenderung menurun. Menurutnya data BPS yang menyebut lulusan SMK menjadi angka penganggutan tertinggi merupakan produk lama.
Apalagi setelah adanya Instruksi Presiden tentang Revitalisasi SMK sejak 2016 lalu tentang bagaimana menyelaraskan kurikullum SMK dengan kebutuhan Dunia Industri dan Dunia Usaha (Dudi).
“Jadi semenjak ada Inpres No.9 tahun 2016, itu (penganguran-red) produk lama. Jadi kalau dulu itu Suplly Based,  kurikullum ditentukan sekolah, ditentukan kementerian, sekarang dibalik Demand Based. Jadi kurikullum sebagian besar juga ditentukan perusahaan, dunia industri, dunia usaha bahkan mereka juga ikut mengajar,”terangnya.
Muhadjir meyakini bahwa semenjak ada Inpres No.9 tentang revitalisasi SMK, jumlah pengangguran akan terus menurun secara signifikan. Apalagi adanya link and mage antara sekolah dan Dudi.
“Jadi memang dampaknya belum kita rasakan sekarang, tapi 3 sampai 4 tahun yang akan datang,”urainya.
Untuk diketahui, kehadiran Mendikbud RI Muhadjir Effendi ke Sumsel adalah dalam rangka kunjungan kerja dan menghadiri acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan.
Palembang menjadi kunjungan kerja terakhir setelah sempat tertunda dari jadwal awal Jumat (1/3). Lantaran Muhadjir mengunjungi sejumlah daerah di Sumsel dari Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan berakhir di Palembang. #sug
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

“Semua Adalah PPP Sumatera Selatan, Ayo Kembali Ke Rumah Besar Umat Islam”

Palembang, BP Setelah selama lebih kurang empat tahun lamanya berkantor di Jalan Radio, akhirnya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan ...