Home / Palembang / 102 Ribu Hektare Gambut Rusak di Sumsel Sudah Direstorasi

102 Ribu Hektare Gambut Rusak di Sumsel Sudah Direstorasi

BP/RIO
DISKUSI-Suasana acara diskusi media capaian restorasi gambut di Sumsel yang berlangsung, di Lynne Cafe, Kamis (28/2).

Palembang, BP — Seluas 102.092 hektare lahan ekosistem gambut yang rusak di Sumatera Selatan sudah direstorasi dengan cara dilakukan pembasahan kembali. Yang mana, pembasahan kembali atau rewetting yang dilakukan itu merupakan upaya awal pencegahan kebakaran.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) Dr Myrna A Safitri mengatakan, BRG terus meIakukan upaya aktif restorasi gambut melalui kegiatan pembasahan kembali atau rewetting, revegetasi, revitalisasi sosiaI-ekonomi masyarakat dan Program Desa Peduli Gambut di Provinsi Bumi Sriwijaya.

“Hingga 2018, luasan lahan terdampak kegiatan restorasi yang dilakukan BRG, Pemda bersama para mitra dan masyarakat di provinsi ini sebesar 102.092 hektare,” ujat Dr Myrna saat Diskusi Media Capaian Restorasi Gambut di Sumsel, di Lynne Cafe, Kamis (28/2).

Baca:  Sumsel Bakal Inisiasi Perda Restorasi Dan Pemanfaatan Lahan Gambut

Menurutnya, pembasahan ekosistem gambut merupakan upaya awal pencegahan kebakaran. Meski begitu, tetap perlu waspada karena kebakaran masih berpotensi terjadi. Terlebih, kerusakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut belum sepenuhnya kembali pada kondisi semula.

Berdasarkan catatan BRG, kata Myrna, penurunan titik panas secara signifikan ditemukan pada lokasi yang makin dekat dengan Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG). Artinya, jika berada pada radius 0-1 km dari PIPG, rata-rata hanya ada 2,4 persen hotspot.

“Jadi semakin jauh dari PIPG, hotspot bertambah. Misalnya pada jarak 1-2 km, ditemukan 5,696 hotspot dan pada jarak lebih dari 2 km ada 92 persen hotspot,” jelas Myrna.

Dilanjutkan dia, di 2018 lalu kegiatan fisik restorasi gambut dilakukan melalui mekanisme tugas pembantuan oleh Pemda. Pada 2018, telah terbangun sebanyak 99 sumur bor, 516 sekat kanal dan 18 upaya penimbunan kanal untuk program pembasahan ekosistem gambut atau rewetting.

Baca:  Sumsel Butuh Regulasi Lahan Gambut

Untuk revegetasi di Sumsel pada 2018, sambung dia, telah dilakukan pada 150 hektare Iahan. Sedangkan paket revitalisasi sosial ekonomi berupa paket peternakan, perikanan dan perkebunan sebanyak 26 paket telah didistribusikan kepada kelompok masyarakat di desa pada area target restorasi.

Ia menjelaskan, kegiatan penyiapan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam program Desa Peduli Gambut (DPG). Untuk Sumsel, program DPG pada 2017-2018 dilakukan BRG bersama para mitra pada 43 desa/kelurahan yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Masih kata dia, Desa Bumi Agung di Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba merupakan salah satu desa yang masuk ke dalam Program DPG. Desa ini mendapat penghargaan sebagai Desa Peduli Gambut Terbaik pada perayaan tiga tahun restorasi gambut dl Jakarta. Dimana, Bumi Agung memiliki demplot pertanian gambut alami dan tanpa bakar.

Baca:  Target Restorasi Gambut di Sumsel 615 Hektar

“Demplot ini dimanfaatkan oleh petani untuk menanam berbagai jenis tanaman termasuk nanas. Salah satu produk yang dlhasilkan oieh petani di Desa Bumi Agung adalah kripik nanas. Produk ini dikembangkan oleh Seniman Pangan yang bergabung ke da|am jejanng petani yang dibina Javara Indonesia, sebuah perusahaan eksportir pangan sehat di Jakarta,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Myrna, untuk memantau kinerja intervensi PIPG yang telah dibangun BRG bersama mitra mengembangkan teknologi pemantauan tinggi muka air (TMA) di lahan gambut secara realtime melalui Sistem Pemantauan Air Laban Gambut (SIPALAGA).

“Sampai Desember 2018 lalu, telah terpasang 21 unit alat pemantau TMA di Sumsel. Alat pemantau TMA ini akan merekam parameter tinggi muka air, kelembaban tanah dan curah hujan per 10 menit dan akan mengirimkan datanya setiap harinya ke server,” pungkasnya. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kualitas Air Baku Berubah, Distribusi Air PDAM Berwarna

Palembang, BP — Air bersih yang diterima oleh pelanggan PDAM Tirta Musi berwarna dan menjadi keluhan sejak beberapa hari terakhir. Hal ...