Home / Headline / DPRD Sumsel Harapkan Masyarakat Jangan Asal Nilai Negatip LRT Palembang

DPRD Sumsel Harapkan Masyarakat Jangan Asal Nilai Negatip LRT Palembang

BP/IST
Elianuddin HB

Palembang, BP

 

Banyaknya komentar miring nitizen di Media Sosial (Medsos) terkait mahalnya biaya operasional LRT Palembang dibandingkan keuntungan yang didapat, di sayangkan pihak DPRD Sumsel , yang meminta soal LRT jangan dijadikan komoditi politik.

“ Harusnya masyarakat Sumsel itu bersyukur ada LRT, bahwa proses moda transportasi massal seperti LRT ini, itu akan lebih cepat mengatasi kemacetan  yang ada di kota Palembang, jangan disamakan bahwa setiap pemerintah membangun itu  harus kembali modal dalam waktu singkat, enggak ada itu, jalan tol Jagorawi –Bogor berapa tahun ramai di pakai masyarakat, jalan Tol Merak-Jakarta berapa tahun ramai, apalagi LRT Palembang barang baru yang bagi masyarakat masih eksklusif ,” kata Anggota Komisi I DPRD Sumsel, Elianuddin HB , Minggu (24/2).

Baca:  Guru dan Siswa OI Melawat Sejarah

Soal komentar miring soal LRT Palembang menurutnya sudah banyak bercampur dengan masalah politik.
“Ini khan di kaitkan dengan Jokowi itu gagal membangun LRT, apanya yang gagal, itulah Negara hadir, itulah peranan Negara dalam rangka proses mempercepat pembangunan, masak Negara keluarkan duit Rp 10 triliun harus kembali Rp10 triliun selama setahun, enggak ada ceritalah itu , Negara bukan seperti itu, negara ini bukan perusahaan,” katanya.

Terkait komentar miring mengenai LRT Palembang , politisi Partai Nasdem ini menyarankan agar jika ingin mengomentari LRT Palembang harus pelajari dulu aspek-aspek sosial, aspek ekonomi, aspek budaya, aspek transportasi dan jangan asal bicara.

Sebelumnya mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin ternyata telah lama LRT Palembang akan merugi.

Demikian dikatakan Alex Noerdin saat diwawancarai seusai acara dialog nasional mengelola event olahraga di graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya, Kamis (21/2).

Baca:  Diserang Isu Hoax, Jokowi Bantah Tuduhan Anti-Islam  

Alex menuturkan, sepinya penumpang LRT Palembang lantaran transportasi publik yang menghabiskan anggaran triliunan rupiah itu baru satu rute. Sedianya rute LRT akan dibangun 4 rute.

“LRT itu memang pasti sepi, kalau cuma 1 rute, dia itu (LRT) ada 4 rute jadi tinggal 3 lagi,” ujar Alex.

Alex menambahkan, perlunya sosialisasi yang gencar dari pemerintah kepada masyarakat untuk menggalakan naik LRT. Dirinya mengaku telah berkeliling Sumsel bertanya kepada masyarakat apakah pernah mencoba LRT Palembang.

“Banyak masyarakat belum tahu, aku keliling, aku tanyo pernah dak naik LRT, banyak yang jawab belum, bahkan di Palembang juga banyak yang belum, jadi sosialisasi itu,” katanya.

Baca:  Palembang 'Babas Bingkas' Untuk LRT

Lebih lanjut, Alex mengatakan transportasi massal LRT memang rugi bukan hanya di Palembang, tetapi diseluruh dunia. Karena pemerintah berkewajiban mensubsidi tranportasi publik.

“Dia (LRT) rugi pasti. Dari dulu sudah kita prediksi pasti rugi. Dan dimanapun di dunia, pemerintah berkewajiban untuk mensubsidi tranportasi publik,” katanya.

Untuk memperkecil kerugian tersebut, Alex merekomendasikan agar 13 stasiun yang ada dikomersialkan begitu juga dengan 886 tiang LRT bisa dimanfaatkan untuk pemasangan iklan berbayar.

“Untuk memperkecil kerugian itu, banyak hal. 13 stasiun itu dikomersialkan, tiang ada 886 tiang itu jadikan iklan. Kemudian TOD, Target Oriented Development di stasiun stasiun yang memungkinkan itu bisa memperkecil subsidi, kalau tidak bisa pas, imbang. Kecil subsidinya, nah itu peran pemerintah,” katanya.#osk 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kenaikan PBB di Palembang Bisa Direvisi Karena Terindikasi Kelalaian

Palembang, BP Inspektor Kota Palembang Gusmah Yuzar, mengklaim kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) saat ini sedang berjalan dan belum ...