Home / Headline / Tersinggung, Penyadap Karet Tembak dan Bacok Suami Istri

Tersinggung, Penyadap Karet Tembak dan Bacok Suami Istri

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono memimpin gelar hasil ungkap kasus selama Operasi Sikat Musi 2019, Jumat (22/1). Foto Nurul Hudi

Muaraenim, BP–Pasangan suami istri Nurwasid dan Meri Susanti harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Bunda Prabumulih akibat menderita luka tembak dan luka bacok.

      Hasil penyelidikan sementara Satreskrim Polres Muaraenim, motif dari kejadian yang dialami warga Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim itu diduga karena pelaku tersinggung dengan korban.

Berdasarkan data diperoleh, penembakan dan pembacokan pasangan suami istri yang bekerja sebagai penyadap karet ini diduga dilakukan Kholik yang juga menggeluti profesi yang sama.

Tindak pidana penganiayaan yang terjadi di area perkebunan dalam Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim yang terjadi pada 20 Februari lalu itu membuat korban Nurwasid mengalami luka tembak di perut dan luka bacok di kepala.

Baca:  Residivis Pembobol Rumah Ditembak

Sedangkan istrinya, Meri mengalami luka bacok di kepala, lengan tangan kanan hampir putus dan jari kelingking putus. Sementara pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Tukino, selaku Kades Pagar Dewa saat dibincangi di RS Bunda Prabumulih menceritakan, antara korban Nurwasid dan pelaku Kholik sama-sama mengambil upahan menyadap karet di kebun milik Hendro dan keduanya tinggal di kebun dengan mendirikan pondok.

“Tidak tahu mereka ada masalah apa. Tiba-tiba saat Nurwasid menyadap karet, Kholik langsung menembaknya dari belakang dan membacok punggung serta kepala Nurwasid,” tutur Tukino.

Saat kejadian, dirinya melanjutkan, istri korban juga sedang berada di lokasi dan langsung dikejar oleh pelaku Kholik sambil mengibaskan parang hingga melukai korban.

Baca:  Miliki Senpi Rakitan Dan Narkoba, Petani Ditembak

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono mengatakan, hasil penyelidikan sementara, motif penembakan diduga karena pelaku tersinggung dengan ucapan kedua korban

Akan tetapi dirinya membantah, bahwa korban diberondong dengan tembakan oleh pelaku, sebagaimana informasi yang beredar belakangan ini.

“Korban cuma kena satu tembakan, di pinggang dan pelurunya tidak tembus. Bukan diberondong tembakan,” kata AKBP Afner ditemui saat menggelar hasil ungkap kasus selama Operasi Sikat Musi 2019, Jumat (22/1).

Dirinya menjelaskan, saat ini senjata api rakitan laras panjang dan berjenis locok yang digunakan pelaku untuk menembak korban sudah diamankan sebagai barang bukti. “Identitas pelaku sudah diketahui dan masih dilakukan pengejaran. Kuat dugaan pelaku kabur ke luar daerah Sumsel,” jelasnya.

      Disamping itu terkait tindak pidana dari seluruh wilayah di Sumsel, Afner menyebut, wilayah hukum Polres Muaraenim menempati peringkat kedua setelah Polresta Palembang.

Baca:  Buronan Perompak Tugboat Ditembak

Terbukti saat pelaksanaan Operasi Sikat Musi 2019 selama 22 hari sejak 1 Februari lalu, Polres Muaraenim berhasil mengamankan 29 pelaku kejahatan, satu diantaranya tewas ditembak petugas.

“Jika melihat kuantitas nya, tindak kejahatan di wilayah Polres Muaraenim menempati peringkat kedua setelah Polresta Palembang. Tapi jika dari kualitas, kasus yang terjadi tidak sampai menjadi atensi pimpinan,”

Menurut Kapolres, Operasi Sikat Musi 2019 ada 4 target yang berhasil diungkap dan 25 non target dengan jumlah tersangka sebanyak 29 orang, satu diantaranya tewas ditembak.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 3 pucuk senjata api rakitan, 5 senjata tajam, 1 buah kunci T, 1 unit mobil, 8 unit sepeda motor, 3 unit ponsel, 5 unit peralatan elektronik, 2 buah velg mobil serta sejumlah barang bukti lainnya. #nur

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Karena HP, Suami Nekat Aniaya Istri

Palembang, BP Hanya karena tidak dipinjamkan Hp, Mursidi (37) warga Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring nekat menganiaya ...