Home / Headline / DPRD Sumsel Sebut Pengangguran di Sumsel Tinggi

DPRD Sumsel Sebut Pengangguran di Sumsel Tinggi

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana usai rapat pembahasan raperda Pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal diruang Banmus, DPRD Sumsel, Jumat  (22/2).

# Terutama Dari Lulusan SMA dan SMK

Palembang, BP

 

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  Pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal masuk tahap pembahasan pertama dengan pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumatera Selatan (Sumsel)  dan Biro Hukum Pemprov Sumsel.

       “Masih terkait dengan draf yang mereka sampaikan, kita ingin menggali lebih jauh dari raperda sehingga pembahasannya  lebih komperhensif lagi setelah kita melakukan studi komperatif, kita melakukan studi komperatif pertama ke Banten, Jawa Timur  dan besok ke Jawa Barat,” kata Ketua Pansus I Raperda Pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal, Usman Effendi usai rapat pembahasan raperda Pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal diruang Banmus, DPRD Sumsel, Jumat  (22/2).

       Raperda ini menurutnya, terkait pemberdayaan tenaga kerja lokal, maksudnya lebih menekankan bagaimana  jumlah angka pengangguran  di Sumsel ini  bisa berkurang dengan adanya pemberdayaan tenaga kerja ini.

“ Jadi dipersiapkan dengan pelatihan pelatihan sehingga nanti  ditemukan para pencari kerja diperusahaan  dan perusahaan wajib memberikan laporan mereka membutuhkan tenaga kerja seperti apa, kita sudah siap, programnya seperti itu,” katanya.  

       Untuk tenaga kerja asing  menurutnya tidak secara spesifik dibahas dalam raperda ini tapi tenaga kerja asing juga akan disinggung untuk bisa berkerja di Sumsel dengan ketentuan ketentuan dan aturan, karena tenaga kerja asing ada undang-undang tersendiri.

       “Perda ini spesifik lebih mengatur tenaga kerja lokal kita dan perda ini diharapkan menjadi payung , perda di kabupaten kota terutama  tenaga kerja lokal,” katanya.

       Dan di perda ini menurut politisi PDIP ini ada kekhususnnya  dan muatan lokalnya adalah pemberdayaan tenaga kerja.

“Karena angka penangguran kita ini cukup tinggi, SMA dan SMK itu sangat banyak sekali, tapi karena mereka tidak mempunyai skill sehingga orang luar masuk, sehingga penganggur berpendidikan SMA, SMK ini kita latih dan kita tempatkan magang diperusahaan biar maksimal, sehingga jika perusahaan butuh tenaga kerja apa kita sudah siap dan mereka pihak perusahaan wajib melaporkan butuh tenaga kerja seperti ini, kita sudah siap dengan perda ini,” katanya.#osk

 

 

Baca:  Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 di Korem 044 /Gapo
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Hadiri HUT Palembang, Gubernur Herman Deru Berikan Kado Istimewa 

Palembang, BP–Hari jadi Kota Palembang ke 1336 yang diperingati Senin (17/6) terasa lebih spesial. Ini karena Gubernur Sumsel Herman Deru ...