Home / Bisnis / Serikat Pertamina Kembali Kecam Keras Pemerintah

Serikat Pertamina Kembali Kecam Keras Pemerintah

Palembang, BP
Serikat pekerja Pertamina kembali mengecam pemerintah, jika aksi mereka terkait tuduhan pemerintah, soal harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dan dimonopoli selama ini tidak dikoreksi.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Serikat Pekerja Pertamina (SPP) Refinery Unit (RU) III Plaju, Muhammad Yunus, disela- sela Pembekalan pengurus SPP RU III-FSPPB periode 2018-2021 dengan tema “Mewujudkan sinergi dan kedulatan energi nasional”, di Hotel Novotel Palembang, Rabu (20/2/2019).
“Harapan dipengurus baru ini lebih tajam lagi, menyikapi persoalan di perusahaan khususnya RU III dan umumnya Pertamina. Kita mendesak presiden Jokowi memberikan perlakuan adil, dan niat sesuai nawacita membesarkan Pertamina,” kata M Yunus bersama pengurus lainnya.
Pihaknya sendiri sangat menyayangkan pernyataan Presiden Jokowi terkait penyebab tingginya harga tiket pesawat domestik di Indonesia, dikarenakan harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dan dimonopoli.
Padahal dikatakan Yunus, Pertamina saat ini telah memberikan harga yang kompetitif berdasarkan perhitungan biaya pasokan, dollar dan komponen biaya lainnya.
 “Perhitungan harga sudah cukup kompetitif bukan terlalu mahal seperti yang disebutkan, apalagi sampai dibilang Pertamina melakukan monopoli penjualan avtur, itu tidak benar. Padahal harga avtur yang dijual pertamina termurah ketiga di dunia,” jelasnya.
Dia menyatakan, formula perhitungan harga jual avtur tidak hanya tentang naik turunnya dollar, namun juga komponen lain. Seperti biaya pasokan ke kawasan bandar udara yang harganya bervariasi tiap wilayah.
 “Harga tiket pesawat naik bahkan di Desember sedang mahal-mahalnya, sementara harga avtur turun sejak Oktober 2018. Bahkan diharga terendah berada di Desember, jadi kalau avtur dibilang komponen besar kenaikan harga tiket pesawat harus dikoreksi,” bebernya.
Ditambahkan Yunus, pihaknya bersama federasi serikat pekerja Pertamina di Indonesia, telah melakukan unjuk aksi ke istana negara guna menyikapi pernyataan Jokowi, agar direvisi kembali.
“Kami menduga, disini ada pihak- pihak tertentu, yang ingin menyudutkan dan mengkerdilkan PT Pertamina soal harga Avtur. Sebenarnya bukan avtur penyebabnya dan selama ini harga kompetitif dan 3 termurah dipasar dunia,” tuturnya didampingi Sekjen SPP RU II Plaju, Herman Sudrajat.
Dilanjutkan Herman pihaknya dibawah komando serikat pekerja Pertamina, akan tetap terus mengawal dan konsolidasi dengan federasi. Jika tahapan- tahapan belum ada action atau tindak lanjut pemerintah, pihaknya akan mendorong presiden federasi melakukan langkah- langkah, melakukan aksi yang lebih besar, jika aksi sebelumnya tidak ditanggapi serius.
“Pihak pemerintah sudah menjanjikan akan menerima aksi kami melalui Mensesneg. Namun, nyatanya tidak ada penerimaan selama 2 jam, maka kami longmark. Insyallah kami akan lakukan aksi 10 lipat, dan bisa saja aksi industrial berupa pengurangan distribusi penyaluran avtur ke Bandara,” pungkasnya. #ren
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

SKK Migas dan PWI Sumsel Sinergikan Program

Palembang,BP–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) dan SKK Migas siap bersinergi dalam upaya peningkatan kualitas wartawan khususnya di Sumsel. ...