Home / Headline / Pilpres Jangan Mengganggu Persatuan Bangsa

Pilpres Jangan Mengganggu Persatuan Bangsa

Fadli Zon dan Marurar Sirait di ruangan wartawan DPR Jakarta.

Jakarta, BP–Anggota DPR Maruarar Sirait menjelaskan,   siapapun pemenang dalam Pilpres 2019 jangan sampai mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Pilpres hanyalah pesta demokrasi lima tahunan rakyat Indonesia yang mesti dilakukan dengan damai dan rasa persaudaraan.

“Jika  pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang terpilih jadi presiden harus dihormati, begitu juga bila pasangan Prabowo-Sandiaga Uno yang terpilih. Soalnya, kedua pasangan tersebut memiliki komitmen yang sama, ingin mensejahterakan rakyat serta  memajukan bangsa dan negara,” ujar Maruarar di ruangan wartawan DPR Jakarta, Kamis (21/2).

Menurut Maruarar, hubungan pribadi antara kedua capres cukup baik, dan antara Partai PDIP dengan Gerindra juga bagus karena  pernah satu frame dalam sebuah Pilkada.  Sehingga,  perbedaan pilihan jangan menjadikan pertemanan dan  persaudaraan renggang.

Baca:  Tumbuhkan Semangat Kepahlawanan Generasi Muda

“Sebaiknya kita hindari kata-kata menebar  kebencian, memfitnah,  mencaci maki kepada siapa pun apalagi terhadap kedua capres. Kita jalankan saja tahapan Pilpres dengan baik hingga saat pemilihan di TPS nanti,” kata TKN pasangan Jokowi-Ma’ruf tersebut.

Soal tudingan Jokowi menyerang pribadi Prabowo saat debat beberapa hari lalu yang berbuntut melaporkannya ke Bawaslu, Maruarar mempersilakan. Tapi, lanjut dia, apa yang disampaikan Jokowi bukan serangan pribadi. “Soal penguasaan dan pengelolaan lahan yang sebegitu banyak sudah masuk ke ranah publik. Agar masyarakat tau. Itu aja. Itu bukan black campaign,” katanya.

Baca:  Sangat Rumit dan Membingungkan, Undang Undang Pemilu Harus Diubah

Anggota DPR  Fadli Zon menyebut pernyataan Jokowi  merupakan serangan pribadi, melanggar etika, dan norma. “Yang namanya debat itu harus bicara substansi. Karenanya ke depan, formatnya harus diubah. Capres sampaikan visi misi dulu baru ditanyakan. Sehingga tahu mana yang punya visi, manager atau tukang,” ungkapnya.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI  Rahmat Bagdja mengakui,  pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang mengkaji laporan kubu Prabowo terkait pernyataan Jokowi dalam debat capres kedua soal ribuan hektar lahan di Kalimantan dan Aceh yang dikuasai  Prabowo.

Baca:  Teroris Itu Mengancam Negara dan Bertujuan Politik

“Bawaslu langsung  membahas masalah itu pada malam itu juga, tapi ketika kubu Prabowo melaporkan,  akhirnya masalah itu dikaji bersama KPU dan  akan diumumkan  KPU. Apakah pernyataan Pak Jokowi itu masuk ranah publik, serangan pribadi dan atau bukan” tegas Rahmat.

Bagdja menambahkan,  yang sudah disepakati sebagai evaluasi debat kedua capres tersebut adalah pengurangan jumlah pendukung dan larangan membawa alat peraga kampanye (APK) ke ruang debat. “Itu yang sudah disepakati bersama. Sedangkan soal pernyatan Pak Jokowi terkait lahan Prabowo masih dikaji,” kata Bagdja. #duk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemkab OKU Kembali Rekrut CPNS dan P3K Tahap II

Baturaja, BP — Kabar gembira bagi para pencari kerja yang ingin mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai ...