Home / Headline / Sementara Waktu, Anggota TNI Di Larang Berpoto Gunakan Pose-Pose Tertentu

Sementara Waktu, Anggota TNI Di Larang Berpoto Gunakan Pose-Pose Tertentu

BP/IST
Kodam II/Swj menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam II/Swj sekaligus Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Kodam II/Swj TA. 2019, yang dibuka langsung oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., Rabu (20/2) pukul. 07.30 , bertempat di Gedung Sudirman Makodam II/Swj Jln. Jenderal Sudirman Km. 2,5 Palembang.

Palembang, BP

 

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P mengatakan, sudah ada petunjuk dari pimpinan TNI Angkatan Darat (AD) bahwa TNI tetap netral dalam penyelenggaraan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini.

      Sehingga Komanda dari tingkat atas hingga  terbawah sudah disampaikan  dimana netralitas itu sudah  petunjuk dari pimpinan, sudah ada aturannya dimana fasilitas TNI tidak boleh di pakai untuk kampanye atau kegiatan berkaitan dengan Pileg dan Pilpres.

“ Termasuk pose-pose menggunakan jari, sementara tidak kita gunakan, walaupun ada poto-poto terdahulu sebelum Pileg dan Pilpres, mungkin tahun 2017, 2016  yang menggunakan pose lama yang di posting oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan merubah kata –katanya itu sudah disampaikan oleh Panglima TNI,” katanya.

      Dan sudah di klarifikasi oleh Panglima TNI kalau itu kode-kode yang dilakukan oleh angkatan-angkatan tertentu untuk menambah jiwa korsa, kebersamaan diantara angkatan itu.

“ Kedepan sementara waktu kita tidak menggunakan pose-pose itu, termasuk juga media tidak boleh menggunakan itu,” katanya.

Selain itu dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam II/Swj sekaligus Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Kodam II/Swj TA. 2019 juga membahas program kerja dan isu yang berkembang, seluruh jajaran Kodam II Sriwijaya melaksanakan Rapim 2019 di Makodam II di jalan Jenderal Sudirman Palembang.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan menyampaikan Rapim ini dalam rangka evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan selama tahun 2018. Hal-hal positif yang sudah dilakukan terus akan ditingkatkan dan lebih akan diimplementasikan lagi ditingkat masyarakat maupun di wilayah Sumbagsel.

Menurut Pangdam, hal-hal negatif yang mungkin terjadi yang dilakukan oleh oknum anggota maupun satuan itu akan diusahakan diminimalisasi, didalam Rapim ini akan dievaluasi secara rinci pada saat Rapim.

“Rapim ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Rapim TNI Polri, Rapim TNI dan RapimTNI Angkatan Darat, kebijakan-kebijakan yang sudah ditentukan oleh Panglima TNI dan Kasad itu dijabarkan oleh seluruh Kotama termasuk pada kodam II Sriwijaya,” katanya.

Dijelaskan kebijakan maupun program kerja dan anggaran tahun 2019 akan disampaikan juga pada saat Rapim kodam II Sriwijaya, mulai dari evaluasi, memberikan arahan kebijakan yang disampaikan oleh pimpinan TNI dan pimpinan TNI AD dan kebijakan di tingkat Kodam II Sriwijaya.

“Dalam Rapim ini dihadiri oleh seluruh Komandan satuan Kodam II Sriwijaya mulai dari Komandan Korem, Komandan Kodim, Komandan Batalyon dan satuan-satuan Balakdam yang ada di Korem maupun di Kodam, membahas hal-hal khusus dan pokok,” tambahnya.

Selain evaluasi, Rapim juga akan membahas kesiapan dalam pengamanan pemilu akan dibahas, meski secara keseluruhan Kodam II Sriwijaya sudah siap, dan sampai saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tambah 13 Kasus di Awal Juni, Pasien Covid-19 di Sumsel Jadi 995 Jiwa

Palembang, BP Pasien positif corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah 13 orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan ...