Home / Headline / 58 APK Caleg Melanggar 

58 APK Caleg Melanggar 

BP/IST
Ketua Bawaslu Kota Palembang, M Taufik

#Bawaslu kota Palembang  Tempel Stiker Melanggar 

Palembang, BP

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang menemukan 58 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar. APK yang dinyatakan melanggar tersebut merupakan APK yang beretribusi seperti yang terpasang di papan reklame ataupun billboard.

 

“Iya itu APK yang beretribusi (melanggar),” kata Ketua Bawaslu Kota Palembang, M Taufik, Rabu (20/2).

 

Taufik menjelaskan, penertiban dilakukan pihaknya berdasarkan Surat Edaran Bawaslu RI dimana tidak diperbolehkan memasang APK yang beretribusi seperti reklame dan billboard. Selain Surat Edaran, penertiban juga dilakukan karena adanya instruksi dari Bawaslu Provinsi Sumsel.

 

“Jadi kita lakukan penertiban terhadap APK retribusi yang melanggar sesuai tahapan,” ujar Taufik.

 

Dalam penindakannya, pertama kata Taufik, Bawaslu melakukan inventarisir APK. Selanjutnya pendataan terhadap APK yang melanggar. Kemudian memberikan imbauan kepada caleg, selanjutnya pemasangan stiker ‘ APK ini Melanggar’ dan lalu merekomendasikan penertiban kepada pemerintah kota atau Satpol PP.

 

“Calon bisa melepaskan sendiri, tapi jika sudah diimbau tidak juga melepas maka kita akan rekomendasikan pada Satpol PP. Jika alat siap maka akan dilakukan penertiban,” ujarnya.

 

 

Dikatakannya, 58 APK yang melanggar berasal dari APK capres, caleg DPR RI, DPRD Provinsi, Caleg DPRD Kota dan APK dari calon DPD RI.

 

“Hingga kemarin itu ada 58 APK retribusi yang ditempel stiker melanggar baik dari APK Capres, DPR RI, Provinsi, Palembang dan dari calon DPD RI,” pungkas Taufik. #osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tambah 13 Kasus di Awal Juni, Pasien Covid-19 di Sumsel Jadi 995 Jiwa

Palembang, BP Pasien positif corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah 13 orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan ...