Home / Headline / DPRD Sumsel Prihatin Kasus DBD Meningkat di Sumsel

DPRD Sumsel Prihatin Kasus DBD Meningkat di Sumsel

BP/IST
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mardiansyah

Palembang, BP

 

 

Meningkatnya korban Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuat pihak DPRD Sumsel prihatin dn meminta pemerintah daerah bertindak cepat.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mardiansyah mengharapkan, dinas terkait terutama Dinas Kesehatan untuk lebih pro aktip menyikapi persoalan DBD ini, apalagi akhir-akhir ini sudah  menelan korban dan beberapa orang meninggal dunia.

“ Masyarakat kita harapkan juga  supaya dapat mengantisipasi hal ini  antara lain dengan menutup saluran air yang bisa menimbulkan jentik-jentik nyamuk, melakukan foging, pembersihan , gotong royong dan sebagainya,” katanya Selasa ( 12/2).

Selain itu anggaran pengentasan DBD ini include dengan anggaran lain di Dinas Kesehatan yang sifatnya preventif.

Baca:  Review dan Refleksi Pendidikan Indonesia

“ Dinkes juga harus menggiatkan kegiatan-kegiatan untuk mengantisipasi DBD  karena korban sudah semakin banyak  melalui foging, sosialisasi kepada masyarakat agar ini tidak menimbulkan korban baru,” kata politisi PAN ini.

Sebelumnya, mengawali tahun 2019 ternyata diwarnai dengan penyebaran peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Selatan (Sumsel). Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, ratusan warga Sumsel terserang DBD di awal tahun 2019 ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini, hanya di bulan Januari saja, sebanyak 395 orang warga yang tersebar di beberapa daerah di Sumsel, mengidap penyakit DBD.

“Dari 395 orang yang terkena DBD, ada tiga orang yang meninggal dunia. Jumlah ini sangat tinggi hanya di bulan Januari saja,” katanya, Rabu (30/1).

Baca:  Surat Suara DPD RI Sumsel Divalidasi

Meskipun belum ditetapkan statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), namun jumlah pasien yang terkena virus DBD di  Sumsel cukup banyak.

Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ada 1 kasus, Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 16 kasus, 25 kasus di Kabupaten Muara Enim, 9 kasus di Kabupaten Lahat.

Di Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 18 kasus, Kabupaten Musi Rawas sebanyak 26 kasus, 42 kasus di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKU Selatan sebanyak 6 kasus. Di Kabupaten OKU Timur sebanyak 41 kasus.

Lalu, sebanyak 28 kasus di Kabupaten Ogan Ilir, 7 kasus di Kabupaten Empat Lawang, Kota Palembang sebanyak 99 kasus, Kota Prabumulih sebanyak 25 kasus, 17 kasus di Kota Pagaralam, 10 kasus di Kota Lubuklinggau, 21 kasus di Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) serta Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sebanyak 4 kasus.

Baca:  Sosok Otto Hasibuan , Anita Noeringhati : Beliau Pembimbing  Saya, Menjadikan Saya Seorang Advokat

“Jumlah kasus ini bisa bertambah lebih banyak lagi karena pencatatan jumlah penderita dari kabupaten dan kota belum masuk. Ini karena Januari masih berjalan, apalagi masuk musim penghujan,” ucapnya.

Dibandingkan tahun 2018, jumlah kasus penyebaran virus DBD di tahun 2019 cukup tinggi. Karena di tahun 2018, sebanyak 2.396 kasus dalam satu tahun dan hanya 26 orang pasien yang meninggal dunia.

Untuk menekan peyebaran penyakit ini, Dinkes  Sumsel mengirim edaran ke Dinkes kabupaten dan kota untuk mengantisipasi DBD. Salah satunya menyebarkan larvasida dan alat fogging meskipun jumlahnya terbatas.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pengendali Peredaran Heroin dari Sumsel Diserahkan Ke Polisi

Palembang, BP Menindaklanjuti penangkapan warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang ditembak mati karena kedapatan membawa narkotika jenis heroin, penyidik ...