Home / Headline / Sumsel Fokus di  Sport Turism

Sumsel Fokus di  Sport Turism

BP/DUDY OSKANDAR
Dialog Publik Pembangunan Manusia bertema ‘Peningkatan Produktivitas Masyarakat Berbasis Pariwisata Lokal’ di kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar , Palembang, Rabu, (6/2).

Palembang, BP

 

Kementerian Pariwisata memprogramkan Kota Palembang sebagai pusat wisata olahraga (sport tourism). Dengan pertumbuhan kunjungan pariwisata Indonesia yang mencapai 25 persen, program ini diyakini akan berhasil.

“Saat ini Sumsel fokus saja di sport tourism. Gak ada yang bisa mengalahkan,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya , dalam Dialog Publik Pembangunan Manusia bertema ‘Peningkatan Produktivitas Masyarakat Berbasis Pariwisata Lokal’ di kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar , Palembang, Rabu, (6/2).

Di depan 500 mahasiswa ,dia menilai, Sumsel sudah sangat besar apalagi terakhir menjadi host untuk Asian Games 2018 dan itu keberhasilannya berada di level internasional. Jadi mudah sekali untuk sebenarnya mengkapitalisasi apa yang ada di sini.

“Selain itu, sport tourism itu media valuenya sangat tinggi. Kalau yang lain okelah ya, pempek bukan tidak bagus tapi maaf ya Sumatera Barat (Sumbar) punya rendang. Gitu maksudnya,” katanya.

Sport tourism di Sumsel (Palembang) ini menurutnya juga unik sekali.

“Di Jawa bahkan di Sumatera (hanya ada di Sumsel) tidak ada yang seperti Sumsel untuk fasilitas olahraga,” katanya.

Arif menuturkan, pariwisata akan menjadi penghasil devisa di tahun 2019, oleh karenanya Menpar RI melakukan tiga terobosan besar antara lain pengembangan destinasi, pemasaran dan yang ketiga adalah penyiapan sumber daya manusia.

“3 hal ini akan kita giatkan, dan jangan khawatir semua saya kerjakan dengan standar kelas dunia, jadi pemasaran kelas dunia, pengembangan destinasi wisata kelas dunia, SDM juga kelas dunia. Jadi setuju untuk jadi kalau ada event tertentu disini, maka rugi besar kalau ada event disini kalau para pengusaha disini tidak berpromosi,” jelasnya.

Baca:  Komitmen Politik Gubernur Sumsel H Alex Noerdin Harus Jadi Contoh

Dia  menegaskan visi Presiden Jokowi yang bertekad menjadikan sektor pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia melewati ekspor kelapa sawit dan migas.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia tercepat di dunia. Tumbuh tiga kali lipat dari pasar. Dampak langsungnya menetes dirasakan masyarakat,” kata Arief.

Dipaparkan Menpar, Indonesia dinobatkan sebagai negara peringkat keenam terindah di dunia dan masuk Top 10 destinasi wisata yang wajib dikunjungi di dunia.

“Kita optimistis bisa melewati saingan kita, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Sekarang saja, country brand ‘Wonderful Indonesia’ telah mengalahkan ‘Truly Asia’-nya Malaysia dan ‘Amazing Thailand’,” katanya.

Arief menekankan, membangun destinasi pariwisata rumusnya ada ‘3 A’ yakni ‘Atraksi’, ‘Aksesibilitas’ dan ‘Amenitas’ atau fasilitas penunjang bagi para wisatawan.

Untuk A pertama, ada ‘Top 3 Atraksi’ di Sumatera Selatan yakni ekowisata, budaya, tradisi dan kuliner serta Sport Tourism dan MICE.

Menpar menguraikan, untuk ‘Top 3 Aksesibilitas’ di Sumatera Selatan, ada jalur udara Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, jalur laut Pelabuhan Boom Baru serta jalur darat dengan adanya LRT dan jalan tol.

“Top 3 Amenitas di Sumsel ditunjukkan dengan memadainya akomodasi, fasilitas pariwisata dan kebersihan,” urainya.

Selepas menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Sumsel punya beberapa agenda yang masuk Top 100 kalender event pariwisata nasional, di antaranya Ziarah Qubra dan Festival Sriwijaya. Selain itu masih ada acara-acara lain, seperti Festival Imlek dan Cap Go Meh di Kampung Karapitan.

Menpar Arief Yahya pun berpantun,
“Kalau bunga sudah mengembang,
kumbang-kumbang pun ikut bahagia.
Mimpi saya untuk pariwisata Palembang,
jadi centre of excellence sport tourism di Indonesia”.

Baca:  Alex Noerdin Berharap Predikat Sumsel Daerah Zero Konflik Bisa Dipertahankan

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho mengapresiasi arah pembangunan pemerintahan provinsi Sumatera Selatan sudah berada di jalur yang benar.

“Terbukti, pertumbuhan ekonomi, angka ketimpangan dan inflasi di Sumsel lebih baik dari nasional,” kata Yanuar Nugroho.

Yanuar Nugroho membuka alasan mengapa empat tahun pertama pemerintahan Presiden Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur. Ini tak lain karena pembangunan infrastruktur adalah fondasi bagi pembangunan sumber daya manusia, yang menjadi fokus Jokowi pada tahun-tahun berikutnya.

“Membangun infrastruktur bukan soal beton dan aspal, tapi soal manusia,” kata pemilik gelar Ph.D dengan kajian utama mengenai inovasi teknologi dan perubahan sosial, lulusan Manchester Business School itu.

Yanuar menjelaskan, pemerintahan Jokowi tegas melakukan pemerataan pembangunan melalui visi Indonesia Sentris.

“Yang dibangun tidak hanya Jakarta. Bukan hanya kota, tapi juga desa. Ini terbukti dengan kebijakan program Dana Desa dan pencanangan ’10 Bali Baru’ di sektor pariwisata,” kata penerima beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris pada tahun 2000 ini.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengapresiasi dan mengaku bangga akan kehadiran Menteri Pariwisata dengan segudang prestasi. Apalagi 2019 pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan RI, oleh karena itu pula menurutnya, sangat tepat dialog publik pembangunan manusia dalam rangka peningkatan produktifitas masyarakat berbasis pariwisata lokal.

 

Dikatakannya, dua frase yang diangkat dari tema adalah untuk meningkatkan produktifitas masyarakat agar termotivasi bahwa pariwisata lokal bisa menjadi harapan kehidupan kedepan.

 

Baca:  Pelantikan Gubernur Sumsel Terpilih Bertentangan Dengan Undang-Undang

“Ini menunjukan bahwa provinsi Sumsel siap untuk mensukseskan seluruh program nasional yang berkaitan dengan pariwisata lokal, dalam rangka meningkatkan PAD dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Sumsel,” katanya

 

Ia menuturkan, Provinsi sumsel sudah cukup dalam konten budayanya seperti Khusus Kota Palembang yang terkenal dengan Dul Muluk kemudian tempat-tempat pertunjukan seni tari Gending Sriwijaya dan sebagainya.

“Kami menyampaikan terimakasih telah menjadikan Provinsi Sumsel sebagai sport tourism yang ada di Indonesia, kami juga terimakasih karena tangan dingin Menpar yang tanah hibah Poltekpar itu sudah diberikan kepada pemerintah provinsi Sumsel,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Palembang H Harnojoyo mengungkapkan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi meningkatkan sektor pariwasata. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hotel dan restoran naik 100 persen jadi Rp 180 miliar tahun lalu.

Walikota Palembang H Harnojoyo meminta warga kotanya terus menjaga lingkungan dan membuang sampah dengan benar. “Inilah kunci Palembang meraih Adipura 12 kali berturut-turut,” katanya.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika Septiana Tangkary menegaskan, pembangunan infrastruktur fisik seperti palapa ring, tol, bandara dan jalur KA baru mempermudah menikmati pariwisata Indonesia

“Karena itulah, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat dari 2015-2018. Terbuka banyak kesempatan bagi adik-adik Unsri untuk mendampingi pariwisata Indonesia jadi lebih membumi di seluruh dunia,” kata Septiana.

Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff menyambut baik Dialog Publik mengangkat topik pengembangan pariwisata lokal.

“Banyak mahasiswa Unsri memiliki kemampuan berbahasa Inggris sangat baik. Kami siap mendukung pariwisata Sumsel lebih maju,” ungkap Anis.

Setelah Dialog Publik bersama 500 mahasiswa, rangkaian acara di Unsri diakhiri Kelompok Diskusi Terfokus (FGD) bersama para akademisi. FGD berlangsung tertutup menggali masukan dari kampus untuk Kantor Staf Presiden.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tak Diberi Uang Untuk Beli Shabu, Nyaris Bunuh Ibu Kandung

Palembang, BP–Lantaran tak diberi uang untuk membeli shabu dan ponsel, Priyansah alias Yansah (28) nyaris membunuh ibu kandungannya, Suwarti (80). ...