Home / Headline / Pemerintah Sumsel dan Palembang Harus di Dorong Agar Peduli Dalam Penyelamatan Cagar Budaya

Pemerintah Sumsel dan Palembang Harus di Dorong Agar Peduli Dalam Penyelamatan Cagar Budaya

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana kuliah umum di Aula Ogan, FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar, Palembang dengan tema “Era Revolusi Industri 4.0: Reorientasi Pembelajaran Sejarah,” , Rabu (6/2).

Palembang, BP

 

Dekan  FKIP  Universitas Tadulako (Untad) Dr Lukman Najamuddin Mhum menghimbau kepada Pemerintah Daerah terutama di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk kota Palembang   harus di dorong untuk peduli dalam penyelamatan cagar budaya di tempatnya masing-masing.

“ Itu harus di dorong, jangan sampai benda-benda  yang memiliki nilai sejarah menjadi hancur tanpa ada upaya untuk merekonstruksi atau memelihara , karena kalau itu dihilangkan  dan berujung kehilangan jejak maka akan ada informasi perjalanan kultur yang hilang, itu kita harus menjadi berkewajiban  terutama pemerintah untuk memelihara dan merawat benda-benda bersejarah,” katanya usai  menjadi pembicara dikuliah umum di Aula Ogan, FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar, Palembang dengan tema “Era Revolusi Industri 4.0: Reorientasi Pembelajaran Sejarah,” , Rabu (6/2).

Baca:  Kekurangan Anggaran Pembangunan Musi IV Dan Musi VI Diusulkan Masuk Dalam APBD P Sumsel 2018

Selain itu dia juga mengingatkan bagaimana kebesaran kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang yang peninggalannya harus harus di jaga  sehingga diingat oleh generasi selanjutnya.

“Apalagi, kita sedang berada pada satu situasi yang  populer dengan sebutan  revolusi industri 4.0, hal ini kita tidak bisa berlawanan sehingga pelajaran sejarah harus di desain sedemikian rupa mengikuti dinamika itu,” katanya.

Karena itu pemanfaatan media daring, pemanfaatan tehnologi, memanfaatan audio visual itu menjadi satu kebutuhan  sehingga sumber pembelajaran tidak hanya  interaksi antara  guru- siswa, dosen dan mahasiswa secara verbal, tapi perlu ada  bentuk lain  terkoneksi dengan itu.

Baca:  Hanya Dr AK Gani, Gubernur Sumsel Pertama Yang Usianya Muda

Selain  itu menurutnya, pembelajaran pada saat tertentu, seperti nuansa online ada saatnya dosen dan  mahasiswa bertatap muka, ada saatnya mereka tidak perlu bertemu, pembelajaran jalan , ini harus di ikuti  sehingga pelajaran sejarah tidak kehilangan relevansi terhadap dinamika dan tidak monoton.

Atau dengan visualisasi tempat-tempat tertentu yang tidak terjangkau        tapi bisa dilihat di tayangan film, itu bisa menginspirasi anak-anak.

Dan menurutnya, tinggal diikuti tehnologi dan bukan satu-satunya yang harus ditunda dalam pembelajaran karena peran guru  tidak bisa digantikan dengan pembelajaran, dia hanya jadi bagian yang memudahkan guru  dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Baca:  Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0418 Palembang Gelar Goes Bareng

“ Pelajaran sejarah itu menarik yang tidak menarik itu kadang   kala orang yang menyampaikan materi sejarah itu  , itu membuat orang kemudian menyimpulkan pelajaran sejarah membosankan, bukan meterinya tapi orang yang mengajarkan sejarah itu tidak dalam posisi yang bisa menstimulasi anak-anak berpikir secara kritis,” katanya.

Sedangkan Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP, Unsri,  Dr Farida R Wargadalem Msi menilai sangat menyenangkan jadi mahasiswa karena tahu dengan perkembangan teknologi terakhir khususnya berkaitan dengan pembelajaran.

“Menarik tawaran Pak Lukman sebagai pembicara tadi tentang  perlunya “daring” antar-LPTK (FKIP) negeri yg tergabung dalam Forum Komunikasi (FORKOM) Pimpinan FKIP se Indonesia, sehingga nantinya pembelajaran sejarah menjadi semakin terintegrasi dan menyenangkan,” katanya. #osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Puncak TNI AD Kartika Yudha 2019 di Saksikan Panglima TNI dan Kasad

Palembang, BP Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Prakasa menyaksikan langsung ...