Home / Headline / Sumsel Belum KLB DBD

Sumsel Belum KLB DBD

BP/DUDY OSKANDAR
Gubernur Sumsel H Herman Deru usai rapat paripurna DPRD Sumsel  dengan agenda jawaban Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan Gubernur Sumsel terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Provinsi Sumsel tahun

Palembang, BP

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menilai peristiwa (demam berdarah dengeue) DBD di Sumsel belum Kejadian Luar Biasa (KLB) dan dirinya masih menunggu laporannya.

      “ Saya instruksikan Kepala Dinas Kesehatan dan jajaran untuk jangan sampai terjadi KLB lebih baik kita menjaga mungkin dengan Foging akan segera kita lakukan ,” katanya usai rapat paripurna , Kamis (31/1).

      Dia menghimbau kepada masyarakat Sumsel agar membersihkan lingkungannya  dengan mengeringkan, membersihkan lingkungan tetap di lakukan.

Baca:  Pemprov Sumsel Dan Pemkot Palembang Harus Melestarikan Tradisi Rebu Kasan

“ Kita lebih baik mencegah daripada KLB seperti didaerah lain  ini menyulitkan  , himbauan saya tetap jaga kesehatan , hati-hati nyamuk siang hari, itu indikasi pembawa virus DBD,” katanya.

Sebelumnya, mengawali tahun 2019 ternyata diwarnai dengan penyebaran peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Selatan (Sumsel).

 Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, ratusan warga Sumsel terserang DBD di awal tahun 2019 ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini, hanya di bulan Januari saja, sebanyak 395 orang warga yang tersebar di beberapa daerah di Sumsel, mengidap penyakit DBD.

“Dari 395 orang yang terkena DBD, ada tiga orang yang meninggal dunia. Jumlah ini sangat tinggi hanya di bulan Januari saja,” ujarnya, Rabu (30/1).

Baca:  DPRD Sumsel Temukan Banyak Masalah BPJS Kesehatan di Masyarakat

Meskipun belum ditetapkan statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), namun jumlah pasien yang terkena virus DBD di  Sumsel cukup banyak.

Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ada 1 kasus, Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 16 kasus, 25 kasus di Kabupaten Muara Enim, 9 kasus di Kabupaten Lahat.

Di Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 18 kasus, Kabupaten Musi Rawas sebanyak 26 kasus, 42 kasus di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKU Selatan sebanyak 6 kasus. Di Kabupaten OKU Timur sebanyak 41 kasus.

Lalu, sebanyak 28 kasus di Kabupaten Ogan Ilir, 7 kasus di Kabupaten Empat Lawang, Kota Palembang sebanyak 99 kasus, Kota Prabumulih sebanyak 25 kasus, 17 kasus di Kota Pagaralam, 10 kasus di Kota Lubuklinggau, 21 kasus di Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) serta Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sebanyak 4 kasus.

Baca:  Sesuai SK, Tanggung Jawab PPK Hanya Sebatas Pemilihan Kepala Daerah Kota Palembang

“Jumlah kasus ini bisa bertambah lebih banyak lagi karena pencatatan jumlah penderita dari kabupaten dan kota belum masuk. Ini karena Januari masih berjalan, apalagi masuk musim penghujan,” ucapnya.

Dibandingkan tahun 2018, jumlah kasus penyebaran virus DBD di tahun 2019 cukup tinggi. Karena di tahun 2018, sebanyak 2.396 kasus dalam satu tahun dan hanya 26 orang pasien yang meninggal dunia.

Untuk menekan peyebaran penyakit ini, Dinkes  Sumsel mengirim edaran ke Dinkes kabupaten dan kota untuk mengantisipasi DBD. Salah satunya menyebarkan larvasida dan alat fogging meskipun jumlahnya terbatas.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Semangat Kemerdekaan, Bupati OI Beri Santunan Kepada Napi di Lapas Tanjungraja Kelas IIA

# Saat Remisi Warga Binaan Inderalaya, BP Sebanyak 435orang napi mendapatkan remisi dari Kemenkumham, remisi tersebut diberikan dalam rangka HUT ...