Home / Palembang / Pendapatan LRT Tak Sebanding Biaya Operasional

Pendapatan LRT Tak Sebanding Biaya Operasional Pendapatan Hanya Rp1,1 Miliar Perbulan

Palembang, BP — Tingginya biaya operasional Light Rail Transit (LRT) perbulan yang mencapai Rp10 miliar tidak sebanding dengan pendapatannya yang hanya Rp1,1 miliar perbulan. Hal inilah yang menyebabkan hingga saat ini, LRT masih mendapat subsidi dari pemerintah pusat berkisar Rp150 miliar pertahun.

Sementara saat ini Komisi V Dewan Perwakilan Rakya (DPR) RI, mengusulkan agar kedepan LRT mandiri dan tidak lagi disubsidi oleh pemerintah pusat. Hal ini diungkapkan Bambang Haryo Soekartono, saat meninjau LRT, Rabu (30/1).

“Pengguna LRT sebagian besar masyarakat menengah ke atas dan tujuannya dari bandara, mall dan Jakabaring. Seharusnya LRT lebih mandiri dan tidak lagi mendapat subsidi,” katanya.

Baca:  LRT di Palembang Belum Terkoneksi Angkutan Massal

Diakui Bambang, jika penghapusan subsidi ini direalisasikan, tentu PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan rugi. Sebab, biaya operasional LRT saja 10 kali lipat dari pendapatannya.

Berdasarkan informasi KAI, pendapatan LRT hanya Rp1,1 miliar perbulan. Tentunya dengan biaya operasional Rp10 miliar perbulan dan pendapatan yang tidak lebih dari 10 persen itu, tak bisa menutupi biaya oprasional. Sehingga subsidi dimanfaatkan untuk operasional dan maintenance LRT.

Baca:  Sidak ke Stasiun Bandara, Komisi V Kritisi Subsidi LRT

“Saat ini subsidi untuk LRT sekitar Rp150 miliar pertahun. Kita mendorong kedepan yang memberi subsidi pemerintah daerah ataupun pemerintah kota, terutama mereka yang menginisiasi,” jelasnya.

Sedangkan Executive Vice President (EVP) PT KAI Divre III Palembang Anang Yoyo mengatakan, bahwa memang benar pendapatan LRT hanya 10 persen dari biaya oprasional. Selain itu juga sejauh ini masih disubsidi dengan kisaran untuk tahun ini Rp123 miliar.

“Idealnya untuk bisa menutupi biaya oprasional itu 30 ribu penumpang perhari. Namun untuk saat ini kalau hari biasa 2500-3000 penumpang dan saat weekend bisa sampai 5000 penumpang. Dengan jumlah tersebut pencapaiannya baru 20 persen,” ujarnya.

Baca:  Kendaraan Masih Parkir di Jalur LRT

Ia mengatakan, bahwa untuk menarik minat masyarakat menggunakan LRT sudah dilakukan sosialisasi kepada anak-anak, mulai dari SD, SMP, SMA hingga kuliah. Tujuannya untuk mengenalkan LRT dan agar lebih diminati.

“Diusulkannya pembelian tiket disediakan jalur tunai, akan cari solusi yang terbaik untuk masyarakat,” katanya. #pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Capai 11,66 Persen, Magna Beatum Kebut Pembangunan APC

Palembang, BP — Pengerjaan Pasar Cinde yang merupakan pasar tradisional di tengah Kota Palembang, Sumatera Selatan terus dikebut PT Magna Beatum. ...