Home / Palembang / Pembayaran Tiket LRT Gunakan Uang Elektronik Dinilai Tidak Efisien

Pembayaran Tiket LRT Gunakan Uang Elektronik Dinilai Tidak Efisien

Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, saat meninjau LRT, Rabu (30/1).

Palembang, BP — Pemberlakuan pembayaran tiket Light Rail Transit (LRT) menggunakan uang elektronik atau non tunai sejak 1 Desember lalu dinilai Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tidak efisien. Akibatnya, LRT tidak dapat digunakan oleh semua kalangan.

Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono mengatakan, dibangunnya LRT dengan dana yang tinggi Rp10,9 triliun, diharapkan dapat digunakan oleh semua kalangan dengan memberikan kemudahan salah satunya dari sisi pembelian tiket.

Baca:  Kini Penumpang LRT Bisa Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

Kewajiban membeli tiket LRT menggunakan kartu atau uang non tunai, hanya bisa diakses oleh orang yang memiliki ekonomi cukup. Sebab, untuk mendapatkan kartu, satu orang harus membeli kartu dengan harga Rp25.000 dengan saldo nol rupiah (kosong) dan harus top up mulai Rp10.000.

“Artinya untuk satu perjalanan awal satu orang harus menyiapkan setidaknya Rp35.000. Harusnya seperti di negara maju lainnya, di setiap stasiun kereta disiapkan jalur pembayaran tunai untuk memudahkan penumpang,” jelasnya.

Baca:  Sidak ke Stasiun Bandara, Komisi V Kritisi Subsidi LRT

Salah satu warga Palembang yang baru pertama kali menaiki LRT, Septa menyebutkan, sebelumnya dirinya tidak memiliki uang elektrok atau non tunai yang bisa digunakan untuk naik LRT. “Aturan itu sebenernya cukup memberatkan, apalagi saya hanya sesekali menggunakan LRT, Rp35.000 diawal itu cukup memberatkan,” ujarnya. #pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Perjalanan Cak Imin Dibedah Dalam Buku Adempol

Jakarta, BP–Perjalanan kehidupan beragama, demokrasi dan politik  yang dirangkum dalam sebuah buku bertajuk Adempol dibedah di ruangan Sekretariat PKB DPR ...