Home / Headline / AMZPD Tolak Pemberian Nama Masjid Agung Palembang Jadi Masjid SMB

AMZPD Tolak Pemberian Nama Masjid Agung Palembang Jadi Masjid SMB

BP/ IST
Persatuan  Zuriat Palembang (PZP) bersama-sama berbagai unsur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Zuriat Palembang  Darussalam (AMZPD) saat bertemu pihak Kanwil Bank Mandiri Wilayah Sumsel, Selasa (29/1).

Palembang, BP

Persatuan Zuriat Palembang (PZP) bersama-sama berbagai unsur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat  Zuriat Palembang Darussalam (AMZPD)  menolak atas pemberian nama Masjid Agung Palembang menjadi Masjid Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)

Hal tersebut dianggap menghilangkan sejarah kota Palembang dan pendirian Masjid Agung Palembang sendiri.

Secara resmi pihak zuriat Palembang telah melakukan Somasi  kepada pihak terkait atas penamaan masjid tersebut.

Ketua PZP Iskandar Sulaiman,  tegas menolak  rencana pemberian nama Masjid Agung Palembang menjadi Masjid SMB.

Menurutnya dalam sejarahnya, Masjid Agung Palembang  yang awalnya dinamakan Masjid Sultan karena dibangun oleh  Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau lazim disingkat dengan SMB I yang dimulai pembangunannya pada tahun 1738 M dan diresmikan pada tahun 26 Mei 1748 M.

Baca:  Harus Duduk Bersama Bahas  Pembangunan di  Sumsel

“Kami menengarai bahwa proses pendirian dan keputusan pengubahan nama Masjid Agung Palembang  tidak pada prosedur yang tepat dan matang sehingga menimbulkan kekeliruan yang fatal, ” katanya,   Selasa (29/1).

Iskandar mengatakan, sebagai zuriat Palembang Darussalam yang bertanggung jawab atas Warisan Budaya baik fisik maupun non fisik dari Kesultanan Palembang Darussalam, pihaknya memiliki hak untuk bertanya kepada pihak terkait,  khususnya Bank Mandiri yang telah mendanai pembuatan Plang Nama Masjid Agung tersebut.

“Kami akan menyepakati perubahan nama tersebut jika dicantumkan lebih tegas “Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I”. Sebab, Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau SMB I harus dimunculkan dan ditegaskan sebagai bentuk penghargaan yang membangun dari awal masjid tersebut, ” katanya.

Baca:  Angkat Sejarah Sriwijaya

Sedangkan Sultan Mahmud Badaruddin II telah diabadikan dan mendapatkan porsinya pada nama Bandara, Museum, Nama Jalan,  dan Mata Uang Rp. 10.000,-.

Alternatif lain dapat dibicarakan lebih lanjut dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan tetap pada prinsip yang tidak menyalahi atau melecehkan sejarah dan budaya Palembang Darussalam.

“Berdasarkan  hal tersebut di atas, maka kami mohon agar Gubernur Sumatera Selatan dapat membatalkan atau setidaknya menunda waktu peresmian Plang Nama tersebut yang direncanakan pada tanggal 2 Februari 2019,  sebelum ada kesepakatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders),” katanya.

Baca:  RSMH Jadi Lokasi Pemeriksaan Kesehatan Calon Kepala Daerah Di Sumsel

Selanjutnya, memohon pihak Yayasan Masjid Agung dan Bank Mandiri dapat memberikan  tanggapan dalam waktu 2 x 24 jam, dan apabila tidak ada tanggapan  dalam batas waktu tersebut, dengan sangat terpaksa kami akan melakukan upaya-upaya aksi dan termasuk upaya hukum demi kebenaran sejarah, ” katanya.

Selain itu pihaknya sudah bertemu perwakilan Kanwil Bank Mandiri Wilayah Sumsel dan dalam pertemuan tersebut pihak Bank Mandiri hanya menerima usulan CSR pihak Masjid Agung Palembang saja dan langsung menggelontorkan uang  cash kepada pihak Masjid Agung.

” Yang membangun plang nama, tamam dan lainnya pihak Masjid Agung Palembang dan pihak Bank Mandiri tidak menyebutkan besar CSR kepada Masjid Agung, apalagi sampai sekarang laporan pertanggungjawaban kata pihak Bank Mandiri belum di terima,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tak Diberi Uang Untuk Beli Shabu, Nyaris Bunuh Ibu Kandung

Palembang, BP–Lantaran tak diberi uang untuk membeli shabu dan ponsel, Priyansah alias Yansah (28) nyaris membunuh ibu kandungannya, Suwarti (80). ...