Home / Headline / Pemilu Bukan Ajang Untuk Pemecah Bangsa

Pemilu Bukan Ajang Untuk Pemecah Bangsa

BP/DUDY OSKANDAR
Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019 dengan Pembina Menko Polhukam RI Wiranto di Dinning Hall, Jakabaring Sport City (JSC),  Senin (21/1).

Palembang, BP

Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019 dengan Pembina Menko Polhukam RI Wiranto di Dinning Hall, Jakabaring Sport City (JSC),  Senin (21/1). Apel siaga tersebut diikuti Bawaslu Provinsi Sumsel, Bawaslu Kabupaten/Kota di Sumsel, seluruh panwascam di Sumatera Selatan, hingga pengawas Kelurahan dan desa di Sumsel.

Wiranto mengatakan, mengapresiasi panitia penyelenggara atas apel siaga  se Sumsel yang dihadiri 4.450 anggota Bawaslu se -Sumsel. Sehingga meraih penghargaan  Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) .

“Ini yang pertama dan diharapkan bisa ditularkan ke provinsi lain,”  Wiranto.

Baca:  Wong Palembang Naik Haji 1884

Pemberian rekor Muri diserahkan langsung perwakilan Muri kepada Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto dan didampingi jajaran pimpinan Bawaslu Sumsel lainnya dan Kepala Sekretariat Bawaslu Sumsel Ir H Iriadi Ms dan disaksikan diantaranya Menko Polhukam RI Wiranto, Gubernur Sumsel Herman Deru, Ketua Bawaslu RI Abhan dan para undangan lainnya .

Wiranto mengungkapkan,  kedaulatan ada di tangan rakyat.  Proses demokrasi butuh dukungan untuk melaksanakan pilkada pileg dan pilpres.

“Jatuh bangunnya sebuah negara dilihat dari  pemilu dengan memilih pemimpin yang bekualitas dan punya kompetensi. Harusnya rakyat betul-betul pahami pemimpin yg dipilih punya kompetensi dan kemampuan,” katanya.

Baca:  Dandim 0418/Palembang di Ganti

Dia menuturkan,   apel siaga artinya siap melaksanakan pengawasan. Pemilu bukan ajang untuk memunculkan konflik bukan ajang untuk pemecah bangsa. “Pemilu pesta rakyat harus bergembira menyambutnya. Mari jaga betul agar pemilu betul-betul jadi  pesta demokrasi, bukan malah jadi konflik demokrasi. Indonesia negara paling demokratis sama dengan Swiss. Indonesia adalah negara tujuan investasi kedua setelah Filipina dan negara kesembilan teraman didunia, ” katanya.

Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto mengatakan, Apel siaga ini di ikuti 4.450 pengawas Pemilu di Sumatera Selatan, mulai dari Bawaslu Provinsi Sumsel, Bawaslu Kabupaten/Kota di Sumsel, seluruh panwascam di Sumatera Selatan, hingga pengawas Kelurahan dan desa di Sumsel.

Baca:  JSC  Masih Amburadul

” Apel di gelar dengan tujuan untuk memastikan kesiapan pengawasan kesiapan pengawas Pemilu menghadapi Pemilu 2019 yang tinggal 86 hari, 16 jam, 6 menit, 51 detik lagi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru yakin jalannya Pileg dan Pilpres di Sumsel tahun 2019 ini akan berlangsung dengan sukses terlebih setelah melihat kesiapsiagaan  anggota Panwas  Pemilu pada saat apel. Terlebih jumlah pesertanya  tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta apel terbanyak.

“Pemilu di Sumsel bakal berlangsung dengan aman, jujur, adil dan bermartabat dengan  adanya kesiapsiagaan penyelenggaraannya. Utamanya hari ini Bawaslu Provinsi Sumsel melaksanakan apel siap siaga pengawasan pemilu yang jumlahnya pesertanya pecahkan Rekor Muri,”katanya sembari mengucapkan selamat atas anugrah dari MURI tersebut kepada jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumsel.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemkab Muba Fasilitasi Penyelesaian Masalah Pertanahan Transmigrasi

Sekayu, BP–Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Pertanahan Transmigrasi, lokasi Air Tenggulang SP.5 Desa Tenggulang Baru Kecamatan ...