Home / Headline / SMB IV Ajak Masyarakat Palembang Hidupkan Kembali Budaya dan Sejarah  Palembang Yang Hilang

SMB IV Ajak Masyarakat Palembang Hidupkan Kembali Budaya dan Sejarah  Palembang Yang Hilang

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana acara Tuesday Dialogue Radio BP Trijaya Palembang. Selasa (15/1) pukul 15.00 “ Ketika SMB II Menentang Inggris”

Palembang, BP

Menanggapi jarangnya dirinya tampil di publik terutama media,

Sultan Mahmud Badaruddin IV, Djaya Wikrama RM Fauwaz Diradja  mengakui kalau dia ingin biarkan ekpose yang dilakukan secara alami.

“ Dan saya juga baru, selama ini almarhum SMB III Prabu Diraja yang selama ini dikenal, saya baru masuk kesini, saya masih mencoba menata budaya Palembang yang baik ini, saya mulai mempelajari budaya-budaya Palembang kembali, karena zaman dulu saya masih muda, tahu sendiri bagaimana, kebudayaan tidak terlalu paham, sekarang dengan kebudayaan rasa cintanya tambah tinggi, dahulu tahu lah  tapi tidak terlalu mendalami, sejarahpun saya juga sekarang sedang mendalami juga dengan mempelopori kegiatan budaya terutama berhubungan dengan Kesultanan Palembang, kebudayaan Palembang ,” katanya dalam acara Tuesday Dialogue Radio BP Trijaya Palembang. Selasa (15/1) pukul 15.00 “ Ketika SMB II Menentang Inggris”

Dia juga  mengakui, saat ini tengah menghidupkan tradisi perahu bidar di Palembang yang selama ini sempat tenggalam termasuk tradisi budaya Palembang lain yang sempat tenggelam untuk dibangkitkan kembali.

Selain itu menurut pria yang berprofesi sebagai notaris ini , mengajak semua masyarakat Palembang menghargai jasa-jasa para leluhur Palembang.

Baca:  Rutan Kelas I Palembang Dirazia

“SMB II, itu tanpa ada beliau Palembang tidak semegah zaman dulu, karya karya seninya sangat diakui dunia dan juga leleuhurnya itu  mulai SMB I yang membangun masjid Agung itu, karena pada saat itu ketika masuknya Palembang jadi Kesultanan Palembang oleh Sultan Abdurahman, Palembang itu sudah mengkaffahkan Islam, buktinya di Palembang tidak ada patung yang utuh, padahal kita di zaman Sriwijaya kita sangat kuat, kalau ada patung kepalanya dimana, badannya dimana, karena Palembang sudah di kaffahkan   , Islam sudah sangat kuat, sehingga kita masyarakat Palembang sudah Islam karena jasa sultan kita,”  katanya.

Menurutnya, tanpa adanya Kesultanan Palembang, Darussalam, Palembang belum menjadi Islam.

SMB II menurutnya, adalah contoh yang baik dan seorang Al Hafiz sehingga SMB harusnya menjadi sosok yang di banggakan masyarakat Palembang.

“SMB II adalah sosok yang sangat baik bagi kita, karena beliau memiliki keperibadian yang sangat baik,” katanya.

Selain itu SMB II juga menurutnya, ahli strategi yang handal yang hal ini dibuktikan dengan berhasilnya SMB II mengadu domba antara Inggris dan Belanda yang berkuasa di Palembang.

      “ Saat itu Inggris dan Belanda sedang berperang, ketika mereka  kita adu domba , maka Palembang tidak berada di Inggris dan Belanda, kami merdeka,  Inggris dan Belanda sama-sama pusing, sehingga mereka saling beradu disana,  “ katanya sembari mengatakan salam kejadian Loji Sungai Aur, Inggris malah berbalik memusuhi SMB II namun hal tersebut menjadi alasan Inggris menyerang Palembang.

Baca:  Obi Prisman jadi Tersangka Pelaku Tunggal Kasus Tewasnya Delwyn

Apalagi SMB II menurutnya,  tidak pernah berperang dengan adiknya sendiri

“Saat SMB II di buang ke Ternate lebih menjadi Al Hafiz dan membuat puisi dan sanjak-sanjak, yang disukai masyarakat sehingga orang melayu menggunakan sanjak dari Sultan itu sebagai bahan untuk hiburan,” katanya.

Sejarawan  Sumsel, Syafruddin Yusuf menilai, SMB II adalah sosok besar yang lebih mementingkan keutuhan keluarga ketimbang masalah politik dan lainnya.

“ Kalau kita berpikir jernih, SMB II yang tadinya raja diambil alih oleh adik, ngapo idak ngamuk, tapi beliau tidak mengamuk, silahkan jalan, saya jalan sama-sama jalan, ini saya lihat keutuhan keluarga yang kita lakukan ,” katanya.

Hal ini di lihat saat pemilihan kepala daerah di Sumsel walaupun sempat panas tapi tidak bentrok.

“Perlulah banyak aspek sejarah dan budaya hampir-hampir punah dan hilang, mungkin suatu saat mengadakan semacam apa temu mudaya, apalah namanya kita himpun orang-orang yang punya keinginan menghidupkan budaya Palembang , paling tidak kita bukukan  agar generasinya selanjutnya tahu, seperti permainan Palembang ini kaitannya bisa jalan terutama generasi muda masuk di kurikulum lokal agar tidak hilang,” katanya.

Baca:  Diluar Negeri Narasi Tentang Sriwijaya Banyak , Di Indonesia Narasi Tentang Sriwijaya  Minim

Ketua Dewan Kesenian Palembang, Vebri Alintani menilai , sejak perkembangan Palembang dahulu hingga sekarang banyak kearifan lokal yang lahir dan secara geneologis melahirkan suku Palembang yang tidak ada mengurusi dan ini perlu di jaga kerukunan ini.

“ Kalau sejarah lalu ada istilah cucuk rasan , istilah itu artinya  adu domba , itu milik masalah lalu sekarang bersatulah orang Palembang dan kita sekarang menerbitkan buku dan siap di fasilitasi Sultan , buku bidar sudah siap di bedah buku, kita ingin membuat tradisi intelektual di kesultanan  agar ini menjadi pusat agama dan sastra, kita inginkan membangkitkan budaya kita kembali,” katanya.

Sedangkan Pengamat  sejarah, Beni Mulyadi melihat,  produk Kerajaan Palembang yaitu sistim marga yang hilang yang merupakan produk Ratu Sinuhun.

“ Upaya kita melestarikan budaya Kesultanan Palembang Darussalam yang saya usulkan tahun 2005 land mark bandara SMB II yaitu stempel Sultan   dan perjuangan SMB II di daerah itu nyata, mudah-mudahan yang kita impikan napak tilas rute perjuangan SMB II di Serantau Musi, Bailangu dan Muba akan dibangun  Tugu dan MuseumSMB II serta kalau terwujud kota Kembar Sekayu London, Sekayu Ternate ini bisa terealisasi ini terobosan baru dan semoga bupati Muba mendengar ini,” katanya sembari menyatakan agar nilai-nilai ke Islaman di Palembang agar di jaga termasuk makam-makam Kesultan dan raja-raja Palembang.#osk

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Polda Sumsel Gelar giat Jumat Barokah

Palembang, BP Giat Jumat Barokah Polda Sumsel yang kali ini mengambil lokasi di jln. Fiqih Usman RT 17,18 dan 19 ...