Home / Headline / Sepanjang 2018 Terjadi 176  Bencana Ekologis di Sumsel

Sepanjang 2018 Terjadi 176  Bencana Ekologis di Sumsel

BP/Ist
Suasana publikasi tinjauan lingkungan hidup di Hotel Maxone,  Selasa (15/1)

Palembang, BP

Direktur Eksekutif Walhi Provinsi Sumsel M Hairul Sobri mengatakan, maraknya aktivitas industri yang berbasiskan lahan dan SDA merupakan bagian dari pembangunan yang salama ini turut bereran menjadi penyebab bancana ekologis di Sumsel.
“Walhi Sumsel mencatat selama tahun 2018 telah terjadi bencana sebanyak 176 kali yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Sumsel. Bencana tersebut yakni 57 kebakaran hutan,  banjir 44 kali,  longsor 7 kali,  kekeringan 5 kali dan pencemaran sungai 63 kali,” katanya dalam acara publikasi tinjauan lingkungan hidup di Hotel Maxone,  Selasa (15/1).
Menurut Hairul,  wilayah Sumsel jauh dari bencana alam. Namun terjadi bencana ekologi. “Sebagai contoh, banjir.  Itu karena sistem tata kelolah yang diketahui saat ini setiap hujan sedikit,  Palembang banjir.Palembang paling banyak bencana ekologis. Kita melihat belum ada langkah dari dari Pemkot untuk mengatasi bencana banjir.  Pasalnya  dari Rumah Terbuka Hijau ada yang digunakan  untuk kepentingan bisnis.  Ada beberapa mall,  pembangunan yang tidak memiliki amdal. Seharusnya Pemkot melalui RPJMD  ini harus jadi perhatian serius.  Sehingga Palembang bebas banjir,” katanya.
“Kita tidak bisa melawan alam. Harus benar benar dikaji,  jangan hanya kepentingan bisnis.  Perlu ada RTH,”  katanya.
Untuk di daerah,  lanjut dia,  ada alih fungsi lahan. Karena  pengawasan lingkungan hidup masih lemah.  Izin baru masih dikeluarkan pemda.
“Membanjir izin -izin.  Ini merusak daerah itu sendiri. Dampak dampak ini mastarakat kecil terutama petani,” katanya.
Dia menambahkan,  soal energi,  Sumsel cukup banyak ingin membangun PLTU.   Yang 98 persen milik swasta,  dan 2 persen milik PLN.
” Batubara bahan PLTU.  Kalau PLTU  terus dibangun,  pengurangan emisi tidak akan terlaksana.  Sumsel komitmen menekan 17 persen seluruh emisi nasional. Kami tidak melihat hal itu,” katanya.#osk
Baca:  Penggugat Adalah Pemilih Yang Berhak Menggugat Jika Penyelenggaraan Pemilukada Melanggar UU
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Akbar Otak Pelaku Perampokan Disertai Pembunuhan Sofyan Diringkus

Palembang, BP Buron selama sepuluh bulan, Suhaili (37) alias Akbar alias Atok otak pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Sofyan sopir ...