Home / Headline / Masalah Kertalaya Akan di Bahas Dengan Kementrian Terkait

Masalah Kertalaya Akan di Bahas Dengan Kementrian Terkait

BP/IST
Penggunaan kereta api untuk mahasiswa Palembang – Inderalaya yaitu Kertalaya

Palembang, BP

 

Penggunaan kereta api untuk mahasiswa Palembang – Inderalaya yaitu Kertalaya belum optimal karena salah satunya tidak masuk ke dalam kampus Unsri Kertalaya sehingga membuat mahasiswa harus naik lagi kendaraan untuk masuk dalam kampus Unsri di Indralaya.

Sedangkan bus mahasiswa Unsri selama ini langsung masuk dalam kampus Unsri dan mahasiswa lebih tertarik naik bus mahasiswa dari Kereta Api Kertalaya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir mengatakan, kalau hal tersebut kewenangan dari Kementrian Perhubungan.

“Apakah barang yang kita anggap tidak performance tersebut akan dibiarkan begitu saja, kita harus melihat apakah dari kereta tersebut ke kampus lahannya sudah ada, ini harus diselesaikan, “ katanya saat melakukan kunjungan ke Palembang, Senin (14/1).

Menurutnya 2 Km parkir Kertalaya masuk kampus Unsri Indralaya lahannya masih milik warga.

      “ Kalau kampus Unsri ada lahannya tinggal bicara dengan Kemenhub, agar disambung jalurnya masuk ke Unsri, ini tentang komunikasi , saya akan tanyakan dengan Kementrian terkait,” katanya.

Baca:  Rumah-rumah Tipe Indies di Palembang Harus Diselamatkan

      Mengenai jalur keretaapi Palembang-Lubuk Linggau menurutnya, Sumsel banyak mengeluarkan banyak batubara namun dananya belum bisa membangun jalur kereta api baru di Sumsel.

“ Jika semua stekholder duduk bersama semuanya bisa selesai,” katanya.

 Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Ra Anita Noeringhati menyayangkan,  cairnya dana perawatan dari Kementerian Perhubungan Rp4,2 miliar  untuk Keretaapi Kertalaya.

Dia  menilai harusnya pusat harus koorinasi dengan daerah, dimana apakah anggaran ini bermanfaat atau tidak .

“ Karena terminal atau statasiun Keretaapi Kertalaya itu sudah lama terbengkalai, sehingga apa yang diinvestasikan kesana banyak tidak bermanfaat daripada manfaatnya, jadi harus mencari solusi dulu, bagaimana keretaapiKertalaya bisa dimanfaatkan,” kata politisi Partai Golkar ini.

Menurutnya, alangkah baiknya kalau anggaran Rp4,2 miliar tersebut untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Walaupun demikian Provinsi Sumsel hanya bisa mengusulkan karena dana tersebut  dan cairnya anggaran tersebut karena kewenangan pusat.

Namun pihaknya menilai bagaimana jalur keretaapi untuk mahasiswa Unsri tersebut lebih efektif dan bermanfaat , dimana tujuan membangun jalur keretapai tersebut  adalah untuk mengurangi kecelakaan dan resiko mahasiswa Palembang-Indralaya.

Baca:  DPRD Sumsel Panggil Kadinkes Sumsel

“ Namun sampai sana ternyata jalurnya masih di depan kampus, untuk memasukkan ke kampus jalur itu butuh dana yang tidak sedikit, pertama ini kewenangan pusat dan pasti ada pembebasan lahan , tentu ini jadi kewajiban kita mengusulkan hal tersebut  melalui Dinas Perhubungan Provinsi ,apalagi kalau itu ada dana perawatan , karena sifatnya kita hanya sifatnya koordinasi dan tidak bisa mengawasi secara langsung, itu anggaran pusat,” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar usai rapat pembahasan perawatan di Palembang, Jumat , (28/12) mengatakan, pihaknya mengapresiasi Kementerian Perhubungan dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yang menganggarkan dana pengoperasian KA Kertalaya secara berkelanjutan dan terjaga.

Kementerian Perhubungan dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel mau memberikan sumbangsih yang saya rasa sangat penting ditengah visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur bagaimana infrastruktur Sumsel selesai di 2019.

Sekda berharap, dari koordinasi yang baik antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel dapat menindaklanjuti pencairan dan tersebut sesuai peraturan dan peruntukan.

Baca:  Golkar Seluruh Sumsel Penuhi 30 Persen Keterwakilan Perempuan

“Pemprov Sumsel mengparesiasi  penuh, kabar yang sangat baik ini, oleh sebab itu pihaknya datang kesini untuk menyampaikan apresiasi dan kemudian menindaklanjuti sehingga dana yang akan dicairkan itu sesuai aturan,” katanya.

Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel Sugianto menambahkan, dana yang diberikan untuk pengoperasian Kertalaya ini sendiri, karena ada kaitannya dengan layanan perintis.

Untuk besaran dana anggaran di tahun 2019 nanti, sekitar Rp4, 2 Miliar.

Kaitan dengan Kertalaya ini kami ada, untuk layanan perintis besaran anggaran nya itu sekitar Rp4, 2 miliar. Sehingga tahun depan Kertalaya dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

“Penganggaran ini akan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Dia mengatakan, pengoperasian Kertalaya diharapkan tidak hanya dinikmati mahasiswa saja, melainkan masyarakat umum juga bisa naik Kertalaya tersebut.

Sesuai peruntukannya Kertalaya bisa untuk umum, bisa juga mahasiswa malah kalau masyarakat pihaknya sangat senang, karena sudah disediakan.

“Hal ini karena bila tidak ada penumpangnya kan sayang, jadi saya harapkan umum juga dapat menggunakan,” katanya.#osk

 

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Investor Yang Berinvestasi di Sumsel Harus Gunakan Tenaga Kerja Lokal

Palembang, BP Wakil Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang ...