Home / Headline / Menjadi Pemain Terbaik, Tangisan Dafa & Arya Pecah

Menjadi Pemain Terbaik, Tangisan Dafa & Arya Pecah

Lahat, BP

Setelah menjalani festival Alex Noerdin Cup U-12 dan U-14 dan coaching clinik, empat pemain terbaik Lahat terpilih. Dua pemain terbaik U-12 adalah striker SSB Merapi Dafa Rafindo dari dan striker SSB Porido Arya Pratama. Sementara dua pemain U-14 terbaik yakni gelandang SSB Porsido Andre dan kiper Porsido Rifky.

Keempat terbaik ini dipilih langsung Timnas All Star. Mereka akan dibawa ke Palembang bertemu dan ikut coaching clinic bersama bintang sepakbola dunia Ronaldinho, 31 Maret nanti.

Keempat pemain dikenakan rompi oleh Ketua Umum Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) Eddy Sofyan suasana cukup haru.

Saat keempat pemain ini dikenakan rompi, tanggis dua pemain U-12 Dafa dan Arya pecah. Dua pemain ini tak kuat menahan tangisnya dan selalu menutup mukanya.

Dafa saat dibincangi mengatakan, jika ia sangat bahagia dan tidak menyangka terpilih menjadi salah satu empat pemain terbaik.

“Saya menangis sebab senang sekali, sangat senang. Saya bisa bertemu dengan Ronaldinho,” ucapnya.

Jika nanti ia bertemu Ronaldinho, dia akan belajar dari mantan pemain Barcelona itu. Dia selalu melihat aksinya di layar kaca televisi atau dunia maya, tapi bisa bertemu langsung tentu itu sangat senang.

Arya Pratama menambahkan, dia sangat senang sekali terpilih menjadi empat pemain terbaik di Lahat. Bukan terlahir dari pemain sepakbola, ia punya cita-cita yang tinggi untuk menjadi pemain professional dan membela timnas nantinya.

Buah hati dari pasangan dari Maryadi dan Sri Rahayu ini, saat diwawancara dengan suara serak karena sambil menangis ini mengatakan, jika ia sangat terharu karena bisa bertemu langsung dengan Ronaldinho.

“Kalau bertemu Ronaldinho, saya akan berfoto, minta tandatangannya dan juga belajar dari Ronaldinho dan pemain timnas,” ujarnya.

Sang ibu dari Arya, Sri Rahayu juga mengaku, tidak menyangka jika anaknya terpilih menjadi salah satu dari empat pemain terbaik di Lahat.

Suaminya yang keseharian bekerja sebagai buruh, tengah bekerja saat anaknya ikut festival dan coaching clinic.

“Dia pasti sangat senang, ini kabar baik. Sekarang suami saya tengah bekerja mengambil pasir,” ucapnya.

Dia berharap, anaknya kelak dapat berhasil di dunia sepakbola. Menjadi pemain sepakbola telah menjadi hobinya dan ia ingin jalan itu.

“Kami sebagai orangtua tentu mendukung baik,” jelasnya. #zal

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bawa Sajam, Bujang Pangkalan Lampam Digelandang Polisi

Kayuagung, BP — Kebiasaan membawa senjata tajam (sajam) dan disimpan di pinggang masih ditemui di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). ...