Home / Headline / Firdaus Komar Kandidat Terkuat Nahkodai PWI Sumsel 

Firdaus Komar Kandidat Terkuat Nahkodai PWI Sumsel 

(Calon Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar saat silaturahim dan diskusi atau sharing session bersama rekan-rekan media di Rumah Tamu Cafe and Resto Palembang)

Palembang, BP
 
Dukungan pencalonan diri Firdaus Komar untuk dalam maju pada kontestasi pemilihan nahkoda Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan masa bakti 2019-2024 terus menguat.
Bahkan menurut tim Firdaus Komar bahwa 65 persen dari suara akan mendukung sosok Firdaus Komar yang sudah 20 tahun berkecimpung di roda organisasi PWI Sumsel.
Bahkan legendaris Ketua PWI Sumsel juga telah melakukan telah mendukung sepenuhnya agar Firdaus Komar melanjutkan tonggak kepemimpinan PWI Sumsel lima tahun kemudian.
“Saya sudah dihubungi semua calon Ketua PWI Sumsel yang akan maju. Sebagai orang tua saya mendukung semuanya, tapi saya harus memilih tunggal, tidak boleh ganda. Dan setelah saya analisis yang cocok pilihan tunggal saya ada di Pak Firdaus Komar,”ujar Ketua PWI Sumsel 1989-2009 H Kurnati Abdullah di momen silaturahim dan diskusi atau sharing session di hadapan puluhan wartawan di Rumah Tamu Resto and Cafe, Selasa (8/1).
Lanjut Kurniadi yang telah 10 tahun menjadi ketua PWI Sumsel (dulu bernama SIWO) mengaku bahwa pihaknya berharap bahwa PWI Sumsel terus berkiprah. Dan hal tersebut memerlukan kepemimpinan yang cocok sesuai harapan.
Menurutnya, sosok Jon Heri, Octaf Riady dan Firdaus Komar adalah kader-kadernya di PWI Sumsel pada masa kepemimpinannya. Berbagai sepak terjang pun ia telah mengamatinya. 
 
Saya sudah ketahui, kualitas kepemimpinannya, kemampuan agamanya, kualitas organisasi dan itu ada di Pak Firdaus Komar,”jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Firdaus Komar, Suprapto Ramadan mengaku bahwa pertemuan ini merupakan ajang silaturahim sekaligus momentum hari jadi Firdaus Komar.
Selaku rekan PWI Sumsel yang telah lama ia mengakui bahwa sosok Firdaus Komar adalah sosok yang paling tepat memimpin PWI Sumsel kedepannya. 
 
“Dari semua calon yang maju yang memiliki intelegent karya buku adalah Pak Firdaus, ia juga pernah menjadi ketua HPN di Sumsel dan berjalan sukses. Setidaknya sudah 65 persen sudah mendukungnya,“urainya.
 
Berangkat dari hal tersebut, Suprapto mengajak rekan-rekan yang satu misi untuk 100 persen benar-benar mendukung Firdaus Komar. “Jika diluar sana ada isu calon yang memberi tali kasih, biarlah. Ini malah ke depan menjadi hal yanh membuat negatif ke depannya,”urainya. 
 
Sementara itu Firdaus Komar mengaku bahwa majunya dirinya di kontestasi pemilihan Ketua PWI Sumsel adalah atas dukungan pada rekan, senior dan stakeholder wartawan. Apalagi, pihaknya sudah 20 tahun menjadi pengurus PWI Sumsel. 
 
“Saya maju atas dasar dukungan rekan dan senior. Saya pikir inilah puncaknya, setelah 20 tahun saya menjadi pengurus PWI Sumsel,”jelasnya. 
 
Firdaus mengaku telah berkordinasi ke berbagai daerah di kabupaten/kota di Sumsel dan mendapat respon dan dukungan untuk memimpin PWI Sumsel lima tahun ke depan. 

 

Untuk diketahui, bahwa komitmen Firdaus Komar terhadap organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tidak diragukan lagi. Sejak menjadi wartawan di harian  Sriwijaya Post 1994, Firdaus sudah berproses dan masuk bergabung di organisasi PWI Sumsel .
 Meski pun banyak organisasi wartawan yang menawarkan jadi pengurus , terutama saat-saat reformasi , Firdaus tetap komitmen bergabung dengan PWI.
 Keaktifan Firdaus,  putra asli Sumsel, kelahiran Muara Lakitan,  Musi Rawas, 8 Januari 1971 di PWI, pada tahun 1999 dipercaya memimpin  Seksi Wartawan Olahraga (SIWO), PWI Sumsel .
Saat SIWO PWI Sumsel dipimpin Firdaus,  berhasil menggelar Rakernas SIWO yaitu pertemuan pengurus SIWO se Indonesia yang saat itu ketua SIWO PWI Pusat Bang Atal S Depari. Jalinan kerja sama dengan bang Atal itu juga yang akhirnya membuat Firdaus bergabung satu manajemen membidani kelahiran koran lokal Berita Pagi di Palembang.  Proses bergabung dengan Berita Pagi adalah proses panjang,  setelah  11 tahun bergabung di Sriwijaya Post.
Terakhir karir di Sripos dipercaya grup KKG (Kelompok Kompas Gramedia ),  menjadi salah seorang supervisor berdirinya Tribun Batam yaitu pada tahun 2005. Setelah Tribun Batam running , Firdaus kembali ke Palembang. Setelah pulang dari Batam,   Firdaus membantu Bang Atal untuk menerbitkan Berita Pagi di Palembang. Proses komunikasi dengan Bang Atal juga,  akhirnya Firdaus memutuskan bergabung dengan Beritapagi dan otomatis  resign dari Sripos.
Selama menjadi wartawan di Sripos,  prestasi jurnalistik pernah menjadi juara   jurnalistik yang digelar Telkom, Telkomsel , pernah juga juara menulis di LKBN Antara, juara karya tulis  jurnalistik di LG, Provider XL. Dari banyak juara lomba karya jurnalistik, perjalanan karir Firdaus juga telah menulis karya buku. Beberapa buku ditulis gabungan dengan wartawan lain yang digagas oleh Maspriel Aries. Selain itu dua buku yang karya sendiri yaitu judulnya Kemerdekaan pers Antara Jaminan dan Ancaman tahun 2013, kemudian satu lagi buku yang merupakan monumental yaitu Piagam Palembang tahun 2014.
Mengapa buku Piagam Palembang ini jadi monumental dan dicetak secara nasional serta dibagi saat Hari Pers Nasional , karena Piagam Piagam Palembang awal dari komitmen perusahaan media yang telah menandatanganinya.
Saat itu, Piagam Palembang ditandatangani saat Hari Pers Nasional di Palembang tahun 2010. Secara berbarengan dengan  HPN Palembang  juga  tuan rumah PORWANAS. Luar biasa lagi, Firdaus Komar dipercaya sebagai ketua panitia pelaksana saat itu. Piagam Palembang yang ditandatangani di depan Presiden SBY, adalah momen sejarah yang saat ini menjadi komitmen Dewan Pers dalam membangun pers di Indonesia .
Karena inti Piagam Palembang yaitu komitmen melaksanakan kode etik jurnalistik, komitmen meningkatkan kompetensi wartawan Indonesia, komitmen standar perusahaan pers , dan komitmen perlindungan profesi wartawan.
Menurut Firdaus komitmen kompetensi wartawan itu, yang saat ini gencar dilaksanakan uji kompetensi wartawan (UKW) dan verifikasi standar perusahaan pers yang dilakukan Dewan Pers. “Alhamdulilah saya lulus yang pertama saat assessment untuk menjadi penguji UKW yang digelar PWI pusat ,” ujar Firdaus sambil berpromosi.
Sejak 2017, Firdaus salah seorang yang lulus tahap pertama saat dilakukan assessment untuk menjadi penguji UKW.
Komitmen membantu di kepengurusan PWI Sumsel , setelah menjadi ketua SIWO Firdaus dipercaya sebagai Wakil Sekretaris, dan dua periode menjadi sekretaris. Komitmen untuk bergabung dengan PWI tidak pernah surut, dalam kondisi bagaimana pun.
Ditanya soal pendidikan , Firdaus lulus Strata 1 dari pendidikan Ilmu Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya tahun 1994 lulus , melanjutkan Strata 2 juga di Unsri di FISIP jurusan magister administrasi publik tamat tahun 2012.
Selama di kampus selain aktif di Himpunan mahasiswa Islam yang sampai memimpin Badko HMI Sumbagsel , Firdaus pernah menjadi ketua Senat Mahasiswa FKIP Unsri dan Ketua SMPT Unsri.
Wajar saja jika di saat mana pun Firdaus memiliki komitmen di organisasi . Karena keaktifan nya di jurnalistik tidak mengurungkannya aktif di berbagai organisasi di ICMI Sumsel, KAHMI Sumsel, Dewan Pendidikan, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).
 Di jajaran alumni Unsri Firdaus  dipercaya bidang organisasi  di kepengurusan PN  IKA Unsri periode 2018 -sekarang. Sedangkan di bidang komunitas jurnalis, Firdaus  aktif di Forum Jurnalis Migas, dan Komunitas Jurnalis Kesehatan (KJK). Satu lagi komitmen Firdaus di jurnalistik , dia membentuk Forum Kajian Jurnalisme (FKJ) Sumsel .
Melalui Forum inilah, Firdaus melakukan  kerja sama dengan IMA World Health tahun 2017, dengan program pencegahan stanting serta UNICEF dengan program kampanye imunisasi campak rubella 2018. Melalui forum yang juga Firdaus sebagai Direktur ini,  sudah melakukan kerja sama FGD dengan KPU Sumsel  dan Ibu Frieda Amran melakukan  diskusi dan bedah buku.
Program PWI Ke Depan
Menurut Firdaus PWI saat ini sudah bagus, terbukti selalu menerima penghargaan dari PWI Pusat. Program yang sudah bagus tersebut, layak untuk dilanjutkan , terutama secara kontinyu telah melakukan UKW , bahkan beberapa kali UKW digelar gratis dengan melalui sponsor .
” Hal inilah yang perlu ditingkatkan , dan pihak ketiga juga sudah komitmen tahun 2019, akan ada beberapa kali UKW gratis bagi peserta karena disupport dari sponsor” ujar Firdaus yang optimis menang dalam pemilihan PWI Sumsel yang digelar 26 Januari 2019.
Suami dari Doktor Anisatul Mardiah , saat dikarunia lima anak. Anak pertama kuliah di Farmasi Unsri, anak kedua di Jurusan Aktuaria FMIPA Universitas Padjajaran Bandung.
Masih soal program, masih di bidang pendidikan, Firdaus akan mengadakan secara reguler membuat klinik wartawan yang khusus membantu pencapaian tingkat kompetensi wartawan . Jadi wartawan yang mau ikut klinik nanti disiapkan instruktur yang kompeten. Firdaus yang memiliki visi maju bersama melayani semua anggota PWI ini, memiliki misi akan mewujudkan sistem keorganisasian yang modern bermartabat dan berbasis digital, mewujudkan anggota PWI berkualitas profesional , beretika dan berwawasan, mewujudkan PWI Sumsel yang mampu bersinergi ke dalam dan keluar dan memiliki bargaining untuk kepentingan organisasi.
 Selain meningkat kebersamaan dan solidaritas sesama keluarga anggota PWI, meningkatkan program pendidikan formal dan non formal seluruh anggota PWI Sumsel.
Bidang organisasi, Firdaus akan membantu bh untuk sistem informasi keorganisasian berbasis digital dan online, menjadikan kantor PWI sebagai pusat kegiatan wartawan, membangun journalist zone sebagai tempat nongkrong wartawan, melakukan pelatihan atau up grading serta orientasi keorganisasian PWI kabupaten kota se Sumsel.
Bidang pembelaan wartawan memaksimalkan peran LBH PWI Sumsel, mengedukasi para wartawan terkait dampak hukum UU pers dan UU ITE. Bidang pendidikan selain UKW gratis dan klinik wartawan , juga kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan penerima beasiswa khusus, mengadakan diskusi tentatif isu pers , memberikan sharing terkait standar perusahaan pers, dan membangun fasilitas web online serta radio streaming.
Bidang kesejahteraan dan keluarga mengaktifkan koperasi wartawan, mengaktifkan IKWI dengan menggelar arisan keluarga wartawan , membantu anggota dan pengurus PWI yang terkena musibah . Bidang kerja sama menjajaki kerja sama dengan Pemkab dan pemko untuk mengadakan kaplingan tanah dan rumah subsidi bagi wartawan anggota PWI.
Firdaus mengaktifkan SIWO PWI dengan melakukan event rutin bagi wartawan dan menggelar multi event di daerah sekaligus jadi ajang seleksi atlet wartawan untuk ikut PORWANAS. Satu hal membuat pendukung Firdaus yakin, Firdaus  memiliki slogan mantap melangkah yakin usaha sampai. Osug
Baca:  24 Jurnalis Lolos Tes UKW
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dodi Reza Alex Anggota Kehormatan PWI Ke 41 Sejak Tahun 1974

Sekayu, BP–Media sebagai salah satu pilar demokrasi- dituntut tidak partisan. Media dalam pemberitaan, tak punya niat lain kecuali membela kepentingan ...