Home / Sumsel / Ogan Ilir / Wagub Sumsel Ingatkan Pejabat Pemkab Ogan Ilir Agar Berhati-hati

Wagub Sumsel Ingatkan Pejabat Pemkab Ogan Ilir Agar Berhati-hati

Inderalaya — Wagub Sumsel H Mawardi Yahya mengingatkan pejabat Pemkab Ogan Ilir (OI) agar berhati-hati. Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri rapat paripurna istimewa dalam peringatan HUT OI ke 15tahun, Senin (7/1) di Ruang Paripurna DPRD OI.

“Saya ingatkan kepada seluruh jajaran pejabat bukan hanya bupati, agar berhati-hati, berdasarkan data BPS Sumsel bahwa OI berada pada posisi 8 besar tingkat kemiskinannya, namun pada 2018 data BPS bahwa OI malah naik tingkat kemiskinannya menjadi 6 besar. Artinya apa? saya tidak menyalahkan siapa siapa? Mungkin karena pengaruh harga komoditi pertanian yang turun seperti karet, sawit,” ucapnya sambil tersenyum dan menoleh ke arah Bupati Oi H Ilyas Panji Alam.

Menurutnya tingkat kemiskinan yang ada di Sumsel adalah akumulasi kemiskinan yang ada di kabupaten kota, diharapkan pemerintah daerah agar memiliki program yang selaras visi misinya dengan gubernur dan wagub Sumsel. Bahkan ia meminta agar program dana desa yang bersumber dari APBN jangan diganggu dananya untuk hal- hal lainnya.

Baca:  Capai 100,6 Persen, Lelang SDP OI Tembus Rp1,46 Miliar

“Kami bantu PKK untuk kabupaten Rp25juta melalui Dana Bantuan-gub dan ADD untuk kegiatan di desa. Kita jangan sampai disalahkan pemerintah pusat bahwa tidak sukses menjalankan program presiden untuk pengelolaan dana desa. Pembangunan di OI harus diselaraskan dengan pembangunan jalan tol, orang merasa kan kalau lewat tol adalah kota besar. Tapi saat keluar tol pembangunannya jomplang. Kalau ingin minta bantuan ke Pemprov Sumsel silakan ajukan kita siap membantu,” jelasnya.

Menurutnya pihaknya akan mengubah mindset dengan menggalakkan sektor pertanian mulai dari hulu hilir sampai prosesnya agar bangsa sendiri yang menentukan, bukan terpengaruh harga dunia. Dikatakan suami Hj Fauziah Mawardi ini bahwa sekarang terbalik harga dolar naik harga komoditi pertanian malah jatuh.

Baca:  Anggota DPRD OI Enggan Tanggapi Dugaan Fee Proyek di Dinkes

Disebutkan wagub hampir 10 tahun Pemprov Sumsel disibukkan dengan kegiatan yang mengarah internasional, kenyataanya dalam indek pembangunan Sumsel 5tahun lalu Sumsel masuk 13 besar rakyatnya miskin, saat ini makin merosot tajam masuk 11 besar kabupaten kota yang miskin, artinya tambah miskin, tentunya tidak akan dibiarkan hal ini terus berlarut.

Iapun mengingatkan bahwa tugas pokok kepala daerah mensejahterakan rakyatnya. Bahkan pihaknya sudah mengembalikan petugas p3n untuk membantu melakukan pernikahan. Sementara soal kesehatan semua akan terintegrasi ke bpjs, semua masyarakat harus dapat BPJS, bahkan kedepan akan ada satgas, baik dari dinkes dinsos untuk mengawalnya. Sementara soal pendidikan sedang merumuskan pendidikan di Sumsel, selama ini gratis hanya slogan karena itu akan mengadakan reposisi sistem mengarahkan pendidikan cluster atau tingkatan mulai dari standar yang tidak dipungut, atau klasifikasi prima unggulan yang akan dipungut biaya.

Baca:  Bupati Ogan Ilir Terima IMI Award 2019

“Sementara untuk pembangunan jalan sesuai janji tekad HDMY pada 2020 tidak ada lagi jalan yang rusak, tahun ini kita anggarkan Rp1,5 triliun untuk perbaikan jalan Provinsi Sumsel, sementara untuk OI dialokasikan Rp60miliar dan pelaksanaannya diperkirakan pada April mendatang. Bahkan disiapkan Rp450 miliar untuk dana pokir DPRD yang dialokasikan ke dapil DPRD masing-masing. Kalau untuk pembangunan Gor OI silakan desain sendiri, ada dana dari PTBA dan mereka yang akan membangunkannya, “jelasnya. #hen

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bapenda OI Semarakkan Rekor Muri Penyajian Pindang Terbanyak

Inderalaya, BP — Sedikitnya 8000 pindang air tawar yang disajikan oleh beragam dinas, sekolah, kecamatan dan desa tersaji apik di ...