Home / Bisnis / Hanya Ada Sinyal Telkomsel di Kawasan Nyaris Terisolir Ini

Hanya Ada Sinyal Telkomsel di Kawasan Nyaris Terisolir Ini

TAMBAK IKAN – Warga Desa Patratani dan sekitarnya di Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, kini sudah bisa berkomunikasi dengan lancar, sejak ada jaringan Telkomsel 2004. Bahkan, sudah bisa menjual ikan hasil tambak ke Palembang via online dan WhatsApp Messenger, Rabu (28/12/2018). BP/Syariul

Tidak banyak yang mengetahui jika Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki kawasan yang nyaris terisolir, padahal hanya berjarak sekitar 35 km dari jantung Kota Palembang. Kawasan ini bahkan cukup minim informasi apalagi hanya dicari melalui media internet.

PALEMBANG – Dari penelusuran beritapagi.co.id di lapangan, meski belum masuk jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN), sekitar 15 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2003 di kawasan ini sudah banyak warga yang memiliki ponsel bergaya polifonik yang dulunya cukup fenomenal.

Warga menggunakan mesin diesel sebagai alat menggerakan pembangkit listrik, bahkan dulu ponsel diisi daya menggunakan aki mobil. Namun cukup disayangkan, ponsel fenomenal itu hanya bisa digunakan ketika sedang berada di Kota Palembang dan sebagian besar pengguna adalah mereka yang hilir mudik berdagang dengan kapal jukung (moda transportasi sungai) di Pasar 16 Ilir Palembang.

Untuk menggunakan ponsel, setidaknya pengguna harus naik pohon yang tinggi hanya untuk sekedar mengirim pesan Short Message Service (SMS). Pada tahun 2003-2004, akhirnya Telkomsel membangun tower di kawasan Desa Gedung Buruk, yang kini secara geografis berada di Desa Patratani, Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan (Sumsel).

Sekitar delapan desa di kawasan ini akhirnya bisa menikmati sinyal komunikasi. “Bisa dikatakan duhulunya kawasan ini nyaris terisolir, PLN baru masuk sekitar 2013-2014, akses jalan batu bara juga sekitar 2013, namun tower Telkomsel sudah dibangun sekitar 2004, tak lama kemudian sudah bisa menikmati sinyal komunikasi, bagi kami yang tinggal pelosok anak Sungai Musi, ini luar biasa,” kata warga Patratani, Kecamatan Muara Belida, Arbi (52), Rabu (28/12/2018).

Baca:  Telkomsel Gandeng Huawei

Arbi mengatakan, sebelum dibangun jaringan Telkomsel, sangat susah mendapatkan sinyal telekomunikasi, bahkan untuk kirim SMS saja, harus cari pohon yang tinggi. Bahkan, ponsel Nokia 3310 saat itu hanya dihidupkan di Palembang, karena tidak ada sinyal.

PERNAH PANJAT POHON TINGGI – Arbi warga Desa Patratani, menceritakan bahwa dirinya sekitar lebih dari 10 tahun lalu pernah naik pohon tinggi hanya untuk kirimkan pesan SMS.

Mantan Kepala Desa setempat ini juga menuturkan, bahwa hanya sinyal Telkomsel yang ada di kawasan ini sudah menemani sekitar delapan desa lainnya yang berjarak hingga 35 km. Dirinya bersama warga Patratani bersyukur Telkomsel masih mau membangun jaringan di desanya ini padahal penduduknya saat itu tidaklah banyak .

“Provider lain hampir tidak ada yang mau, tidak ada warga di sini pakai provider lain, kalau pun ada, itu hanya bisa digunakan dekat dengan jalan Lintas Timur. Terus terang, sejak masuknya Telkomsel warga di sini senangnya luar biasa, bahkan jaringan sudah ada sebelum listrik dialiri ke desa-desa,” tutur Arbi, dijumpai di kediamannya.

Tidak hanya Arbi, beberapa warga desa lainnya juga mengungkapkan rasa senangnya sejak Telkomsel hadir di sini. Seperti dituturkan Sayib (40) warga Desa Harapan Mulia, Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, kawasan ini baru dibangun akses jalan tahun 2012-2013, itupun jalan Batubara.

“Moda transportasi saat itu hanya melalaui sungai, setelah dibangun askses jalan darat pun jalannya masih cukup memprihatinkan. Barulah sekitar 2014, jalan sudah mulai masuk desa, kemudian ada pasar, dibangun jembatan, termasuk juga jaringan listrik. Namun jaringan Telkomsel sudah dibangun, sebelum ada kemajuan itu bahkan diperkuat hingga saat ini,” tutur dia.

Baca:  Telkomsel Luncurkan Traktir Nasional

Sayib mengapresiasi pihak Telkomsel yang mau membangun jaringan di kawasan rawa dan perairan Musi ini, sehingga aktivitas dan kemajuan masyarakat di sini lebih baik dari sebelumnya. Saat ini menggunakan jaringan komunikasi Telkomsel, sudah banyak ibu-ibu yang memiliki akun Facebook pribadi.

“Aktivitas ekonomi di sini sudah cukup baik, bahkan untuk menjual ikan ke Palembang, masyarakat di sini sudah bisa menggunakan posnel pintar andorid. Bukan itu saja, dengan kemajuan teknologi dan jaringan telekomunikasi saat ini sudah mulai banyak yang bisnis dan belanja online, meski harus ambil barang di layanan jasa pengiriman terdekat,” katanya.

Salah satu penambak ikan, Lusmiati (34) mengaku cukup terbantu dengan sinyal 3G Telkomsel di dekat rumahnya. Kini omset penjualan naik setelah dipromosikan secara online di media sosial. Bahkan sering para pelancong datang hanya untuk memancing ikan di sini.

Kini warga Desa Patratani, Desa Gedung Buruk dan desa sekitarnya di Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim sudah bisa menikmati jaringan komunikasi yang nyaman, bahkan berjualan ikan secara online di media sosial.

“Berkahnya karena sekarang teknologi makin canggih, bahkan saya diajari anak saya sudah bisa berjual ikan secara online dan banyak pembeli dari Kota Palembang yang membeli ikan<” tutur dia.

Demikian dituturkan Camat Muara Belida Budi Purwanto, menurutnya di kawasan ini baru ada kantor camat sekitar 2006, ada 8 Desa di kecamatan ini dengan total penduduk sekitar 7.708 orang. Masyrakat sekitar menurutnya senang dengan kehadiran jaringan Telkomsel di sini, karena sangat membantu kelancaran komunikasi.

Baca:  Telkomsel Hadirkan Konsep Iklan UMKM

“Pastinya jaringan di kawasan ini terutama Telkomsel sangat kami harapkan sekali, karena jaringan lain hampir tidak ada. Sebagai kawasan yang baru berkembang memang sangat diperlukan sistem komunikasi yang memadai, apalagi saat ini tingkat pertumbuhan penduduk dan ekonomi cukup baik,” tutur dia.

Diantara delapan desa yang ada, Budi mengakui satu kawasan paling ujung yakni Desa Karya Batu masih 2G, dan pihaknya berharap kawasan ini juga dialiri sinyal Telkomsel guna mendorong pembangunakan kawasan pelosok. “Kami berharap akan banyak provider yang mencontoh Telkomsel guna mendorong kelancaran komunikasi,” tutur dia.

General Manager Regional Sumbagsel Telkomsel, Gatot Priyo Utomo mengatakan kawasan ini memang menjadi salah satu perhatian pihaknya guna mendorong pembangunan jaringan pada titik kawasan pelosok negeri. Site Mura Belida ini berada di Desa Gedung Buruk RT 01 RW 01 Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

“Kawasan ini site on air tercata pada 5 Februari 2007, dulunya dari informasi petugas kami memang kawasan ini sulit dijangkau, karena hanya ada transportasi sungai, dan saat itu pun sungainya cukup kecil, sementara jalan darat masih alakadarnya,” katanya, melalui Corporate Communication Gumilar.

Dia mengatakan, untuk saat ini kawasan tersebut sudah ditingkatkan status jariganya, dulunya masih 2G, saat ini sudah beberapa desa bisa menggunakan jaringan 3G. “Kami berharap pelanggan disana dapat memanfaatkan fasilitas ini, sehingga dapat berguna untuk kehidupan sehari-hari termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.

Kecamatan Muara Belida ini kecamatan baru di Kabupaten Muara Enim, kawasan ini belakangan sudah mulai dibangun infrasktur jembatan penyebrangan, jalan hingga pembangunan jaringan listrik dan akan datang PDAM. Namun karena tapal batas yang rumit, kawasan ini secara geografis ternyata lebih dekat dengan kota Palembang.

Jarak kecamatan ini ke Kabupaten Muara Enim jika dilihat dari peta digital tembus sekitar 105 km atau sekitar lima jam jika ditempuh dengan perjalanan darat. Kawasan ini juga baru dibangun jalan akses barubara pada tahun 2012 dan jalan tanah ke kawasan pedesaan pada tahun 2013. #renosaputra

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

BSB Jakabaring Undi Hadiah Mobil

  Palembang, BP Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Jakabaring undi hadiah grand prize Toyota Inova Tabungan Pesirah dan hadiah sepeda ...