Home / Headline / KEK Tanjung Api-Api Harus Sesuai Schedule

KEK Tanjung Api-Api Harus Sesuai Schedule

BP/IST
Kawasan Tanjung Api-Api

Palembang, BP

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan (Sumsel) batal diresmikan tahun ini. Hal ini karena kawasan tersebut bakal digabung dengan KEK Tanjung Carat. Tapi DPRD Sumsel menilai harusnya KEK Tanjung Api-api tersebut harus sesuai Schedule yang telah ditetapkan sehingga tidak molor.

Ketua DPRD Sumsel MA Gantada mengatakan, kalau DPRD Sumsel sudah membuat bahan hukumnya  yaitu PT Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan (SMS) untuk mekanisme KEK Tanjung Api-Api berjalan dengan baik.

“ Silahkan badan hukumnya kerja, kita pantau nanti,  semuanya sudah kita berikan ke badan itu untuk memfasilitasi segala kegiatan-kegiatan itu, itu kerja mereka,kita pengawasan, maka nanti kalau mereka belum jalan kita dorong,” katanya, Rabu (2/1).

Baca:  Lima Srikandi PDIP Duduk di DPRD Sumsel

Dan laporannya perkembangan KEK Tanjung Api-Api ini menurutnta  langsung ke komisi-komisi di DPRD Sumsel.

“Targetnya secepatnya, kalau bisa besok bejalan , besok bejalan, artinya tahapan-tahapan  yang di canangkan ini, harus  on schedule (rencana), jadi yang dimaksud  berjalan yang mana yang schedule- schedule, pembebasan lahan sampai bulan berapa, pembangunan fisik sampai bulan berapa, apa kendalanya, tahapan itu sudah harus sudah ada,jangan diam,” kata politisi PDIP ini.

Baca:  80 Ribu Masyarakat Belum Terakomodir Jadi Pemilih Pilgub Sumsel

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, KEK Tanjung Api-Api mesti direvisi karena adanya penggabungan itu.

“(KEK) Sumsel revisi, jadi ada kawasan Tanjug Carat namanya, itu harus dimasukkan, jadi kita bukan dihentikan, tapi revisi,” kata Herman di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/12).

Herman mengatakan, operasional KEK Tanjung Api-Api sebenarnya sudah siap. Pasalnya, sejumlah infrastruktur dasar sudah selesai dibangun seperti jalan, pelabuhan, listrik, dan lain-lain. “Tol juga sudah clear, sudah dipakai, sudah jalan,” ujar Mantan Bupati Ogan Komering

Baca:  Pelemahan Rupiah Belum Tentu Menguntungkan Petani Karet Sumsel

KEK Tanjung Api-Api ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2014. Kawasan ini rencanya akan diisi oleh industri hilirasasi karet dan sawit. Selain agro, sektor yang akan dikembangkan antara lain gas dan batu bara.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan, saat ini baru ada 6 KEK yang resmi beroperasi dari total 12 KEK yang direncanakan.

“Yang sudah di-declare, diresmikan beroperasi ada enam kawasan, yaitu Sei Mangke, Tanjung Lesung, Mandalika, Palu, Lhokseumawe, Galang Batang,” kata Enoh.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peran DKSS Tidak Kalah Dengan KONI

Palembang,BP Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai peran DKSS di Sumsel tidak kalah ...