Home / Headline / DPRD Sumsel Berharap Sumsel di Tahun 2019 Lebih Baik

DPRD Sumsel Berharap Sumsel di Tahun 2019 Lebih Baik

BP/IST
Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) MA Gantada

Palembang, BP

Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) MA Gantada berharap kedepan di tahun 2019 Sumsel ada peningkatan perekonomian  dan transportasi di Sumsel lebih baik.

“Sehingga kehidupan masyarakat Sumsel ini lebih baik, itu harapan kita,” katanya, Kamis (27/12).

      Selama ini dia melihat bidang-bidang tersebut tidak seimbang karena Sumsel lebih banyak fokus bangunan-bangunan fisik untuk menjadi icon atau symbol-simbol.

“Infrastruktur kita kemarin khan agak tertinggal terutama di bidang jalan, kedepan kejar itu, pertahankan yang ada , bukan akses perekonomian supaya masyarakat di Sumsel lebih sejahtera dalam pertemuan perekonomian yang siknifikan,” katanya.

      “ Selama 10 tahun ini kita infastruktur jalan itu kita hanya pemeliharaan kedepan harus pemeliharaan, peningkatan bila perlu bukan jalan baru untuk mempercepat akses pertumbuhan dari daerah luar sehingga mengiring bisa ke pariwisata,” katanya.

Baca:  Dugaan Penggelembungan Suara DPT Palembang

Sementara itu Target pengurangan angka kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan akan tetap sama hingga tahun 2019. Kalaupun ada perubahan, persentasenya terbilang kecil.

Hal ini sebagaimana hasil kajian rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2019.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel Ekowati Retnaningsih menjelaskan bahwa sinkronisasi dalam bentuk kajian bersama yang dilakukan itu adalah panduan bagi seluruh stakeholder di Provinsi Sumsel dalam menyusun RKPD 2019 mendatang.

Rancangan Tema dan Prioritas Nasional RKP 2019 untuk prioritas nasional bertemakan pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas ini meliputi pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar.

Baca:  DPT Sumsel Berubah Tiga Kali, Kabupaten Kota Masih Salah Dalam Input DPT

Kemudian pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri dan jasa produktif. Selanjutnya, pemantapan ketahanan energi, pangan, dan ketahanan sumber daya air. Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.

“Sasaran RPJMN gini rasio 0,36 untuk tingkat kemiskinan mencapai 7 hingga 8 persen. TPT 4 hingga 5 persen sedangkan IPM 71,98 persen,” katanya saat rapat sinkronisasi untuk rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2019 di Griya Agung beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk arahan nasional pengembangan Sumsel tahun 2019, proyeksi tahun 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen dengan tingkat kemiskinan maksimal 13 persen dan tingkat pengangguran terbuka maksimal 4 persen.

Baca:  “Nyanyian Rawa” Hadirkan 4 Perupa Muda Di Palembang

“Proyeksi 2019 ini sebenarnya hampir sama dengan proyeksi kinerja 2017. Dimana pertumbuhan ekonomi Sumsel 2017 adalah 5,56 persen atau hanya berani naik 0,03 persen,” sambung Ekawati .

Sementara untuk tingkat kemiskinan, Pemprov Sumsel belum berani berspekulasi mengurangi angka kemiskinan. Di tahun 2017 angka kemiskinan maksimal Sumsel mencapai 12,69 persen atau diproyeksi naik hingga 0,31 persen.

Demikian juga angka pengangguran Sumsel, tetap tidak perubahan hingga tahun depan, yakni 4 persen. Hal yang sama untuk Gini Rasio yang tetap di angka 0,36 persen. Gini Rasio adalah penggambaran kesenjangan ekonomi di suatu wilayah. Semakin kecil angka gini rasio maka semakin baik kesenjangannya.

Meskipun tidak berubah, namun secara nasional, gini rasio Provinsi Sumsel lebih baik 0,03 persen.# osk

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peran DKSS Tidak Kalah Dengan KONI

Palembang,BP Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai peran DKSS di Sumsel tidak kalah ...