Home / Headline / Hafiz Tohir Janji Perjuangkan Museum AK Gani Diperhatikan Pemerintah Pusat

Hafiz Tohir Janji Perjuangkan Museum AK Gani Diperhatikan Pemerintah Pusat

BP/IST
Berpoto bersama dalam rangka memperingati wafat yang ke 50 Tahun dari salah satu Pahlawan Nasional Dr AK Gani (23 Desember 1968-2018), Komunitas Pecinta Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang berkerjasama dengan Museum Dr Ak Gani menggelar peringatan di Museum Pahlawan Nasional Dr. AK Gani, Jalan MP Mangkunegara, Sabtu (22/12).

Palembang, BP

Dalam rangka memperingati wafat yang ke 50 Tahun dari salah satu Pahlawan Nasional Dr AK Gani (23 Desember 1968-2018), Komunitas Pecinta Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang berkerjasama dengan Museum Dr Ak Gani menggelar  peringatan di Museum Pahlawan Nasional Dr. AK Gani, Jalan MP Mangkunegara, Sabtu (22/12).

Turut hadir Sultan Mahmud Badaruddin IV Fauwaz Diraja, Direktur Museum Dr Ak Gani, Priyanti Gani, Sekretaris Museum Dr Ak Gani Husin Gani, tokoh masyarakat, dan kalangan mahasiswa dan aktivis seperti diantaranya Vebri Alintani, Kemas Ari Panji, Wanda Lesmana, Iir Stone, Pedo,  perwakilan dinas terkait.

Anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hafisz Tohir sempat mengisahkan bagaimana perjuangan ayahnya Mayor (Pur) M. Tohir Achmad yang juga Ex Tentara PETA di Plaju tersebut bersama sosok Dr AK Gani berjuang bersama di Palembang dalam membebaskan Sumsel dari pemerintah Kolonial Belanda.

Baca:  Perampok Toko ditembak Polisi

“Ayah saya pejuang nasional , dapat bintang tanda gerilya, cuma waktu sebelum meninggal beliau berwasiat, tidak usah memenuhi taman makam pahlawann, makamkan saja saya di sebelah emakmu, begitulah kira-kita, ditanah kusir akhirnya,  padahal kita anak-anak bisa dimakamkan di taman makam  pahlawan supaya kita bisa mengetahuinya,” katanya.

Menurut Hafiz, Ayahnya juga pernah cerita kepadanya siapa Dr Ak Gani, termasuk Bambang Utoyo ketika itu.

“ Kalau kita enggak lagi menghargai perjuang kita siapa lagi yang akan kita hargai, mereka inilah yan g berjuang di zaman sebelum kita merdeka,” katanya.

BP/IST
Berpoto bersama dalam rangka memperingati wafat yang ke 50 Tahun dari salah satu Pahlawan Nasional Dr AK Gani (23 Desember 1968-2018), Komunitas Pecinta Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang berkerjasama dengan Museum Dr Ak Gani menggelar peringatan di Museum Pahlawan Nasional Dr. AK Gani, Jalan MP Mangkunegara, Sabtu (22/12).

Hafiz Tohir menilai  acara tersebut sebagai sesuatu keinginan masyarakat yang harus di dukung, karena melihat perkembangan mereka  yang didorong terus menjadi simbol kota Palembang dan Sumsel agar perjuangan AK Gani diketahui rakyat banyak sehingga mau tidak mau simbol-simbol yang ada ini harus abadikan di lestarikan dan bisa dinikmati masyarakat.

Baca:  Kodam II Sriwijaya Targetkan Perluasan Sawah TA 2018 Seluas 2.219 Ha

Dalam masalah tersebut hal ini menurutnya hal ini tidak bisa dibebankan kepada keluarga yang bersangkutan, maka dari itu perlu ada perhatian dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“ Dalam hal ini kita harus memberikan pendidikan sejarah, artinya dalam ini sesuai UUD 1945 pasal26 tentang pendidikan dan sejarah dimana negara harus hadir pada posisi itu sehingga bukan hal yang tabu dan mustahil pahlawan seperti ini ikut dibebankan kepada negara,” kata anak dari pejuang Tohir Ahmad yang masih anak buah dari Dr Ak Gani yang dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta.

 Kalau sudah masyarakat berkehandak maka kita harus membantu memperjuangkan itu,artinya  ini yang diminta arus bawah, bukan oleh keinginan daripada keluarga atau pensonil-personil saja.

Baca:  Bawaslu RI Tambah Dua Anggota Bawaslu Sumsel

“Tadi sudah saya sampaikan, silahkan di rembukkan, sekiranya rakyat sudah menghendaki ini maka saya sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh Sumsel, khususnya kota Palembang dan sekitarnya wajib memperjuangkan aspirasi itu,” katanya.  

BP/IST
Suasana peringatan ke 50 Tahun wafatnya dari salah satu Pahlawan Nasional Dr AK Gani (23 Desember 1968-2018) bersama Komunitas Pecinta Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang berkerjasama dengan Museum Dr Ak Gani menggelar peringatan di Museum Pahlawan Nasional Dr. AK Gani, Jalan MP Mangkunegara, Sabtu (22/12).

Pembina Komunitas Pecinta Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang , Dr. Noer Huda MAg MA menyampaikan rasa prihatinnya melihat kondisi Museum salah satu Pahlawan Nasional ini yang agak terabaikan sehingga menurutnya sudah sewajarnya mendapatkan perhatian pemerintah.

Sebagai akademisi, dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Museum yang telah mengizinkan kepada para mahasiswanya untuk mengabdi di tempat tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Museum Pahlawan Nasional Dr AK Gani, GI Priyanti Gani yang telah memberikan izin dan kesempatan bagi adik-adik mahasiswa untuk mengabdi dan berkontribusi di tempat ini. Dan kami sampaikan permohonan maaf bila apa-apa yang telah kami lakukan ini dirasa masih penuh kekurangan,” ujar Dekan Fakultas Adab Dan Humaniora Univesitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang ini,” katanya.

Bagindo Togar yang merupakan pengamat politik  Sumsel dan aktivis GMNI menceritakan bagaimana  dirinya pernah menyusun buku diawal-awal tentang Dr Ak Gani dan bagaimana Ak Gani menginspirasi perjuangan pemuda kala itu karena banyak kalangan pemuda era orde baru di didik oleh Dr Ak Gani seperti Taufik Kiemas,  Adjis Saip dan sebagainya.

Sementara itu, salah satu Tokoh Sumsel, Toni Panggarbesi menyampaikan apresiasinya kepada rekan-rekan mahasiswa yang hadir yang tidak serta merta melupakan sejarah serta kontribusi dari pahlawan terutama yang diperjuangkan oleh Dr. AK Gani.

Acara Haul ini sendiri dirangkai dengan acara Yasin dan Do’a bersama, persembahan Musikalisasi Puisi dari seniman Kota Palembang, serta Pembacaan Biografi Singkat Dr. AK Gani.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Cabor Panjat Tebing Muba Raih Tiga Medali Emas

Prabumulih, BP–Kontingan Musi Banyuasin ( Muba) berhasil mengawinkan medali emas dari nomor speed classic perorangan putra dan putri, cabang olahraga ...