Home / Headline / DPRD Sumsel Minta Harus Lihat Aturan Dulu Jika Membeli Saham PT SOM Melalui ABT

DPRD Sumsel Minta Harus Lihat Aturan Dulu Jika Membeli Saham PT SOM Melalui ABT

BP/IST
Rizal Kenedi

Palembang, BP

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru merencanakan bakal memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) 2019 dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk membeli saham mayoritas PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi klub Sriwijaya FC.

Namun rencana Gubernur tersebut  di wanti-wanti oleh pihak DPRD Sumsel.

Menurut anggota Komisi V DPRD Sumsel Rizal Kenedi kalau dana APBD atau ABT tidak diperbolehkan  digunakan untuk membiayai club olahraga.

“Itu khan enggak boleh namanya, artinya coba dipelajari dulu, jangan sampai nanti setelah itu kena saat pemeriksaan BPK,” katanya, Kamis (20/12).

        Dia menyarankan agar Gubernur Sumsel menggandeng perusahaan yang ada di Sumsel melalui  Forum CSR saham SFC bisa di beli melalui perusahaan tersebut.

“Kalau secara aturan tidak boleh diharapkan jangan dilakukan jalan terbaik kumpulkan perusahaan yang ada , batu agar SFC bisa tumbuh dan berkembang, “ kata politisi PPP ini.

Baca:  JK Semangati Atlet Indonesia di Palembang

Hal senada dikemukakan sekretaris Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli  meminta Gubernur Sumsel mempelajari regulasi pembelian saham club sepak bola.

”Jika diperbolehkan menurut aturan silahkan ,menggunakan ABT tapi sebagai stimulus awal, kedepan Pemprov Sumsel harus gaet perusahaan di Sumsel untuk bersama-sama untuk membesarkan SFC, tapi kalau melanggar aturan jangan dilakukan, maka dilihat lagi  regulasinya,” katanya.

Selain itu dia meminta jajaran SFC kedepan harus membina pemain sepak bola berbakat asli Sumsel sehingga muncul kearifan lokal dalam rangka  untuk menumbuhkan semangat kepemilikan SFC oleh masyarakat Sumsel.

Sebelumnya Herman Deru  menanggapi adanya rencana dari PT SOM untuk melepas saham Sriwijaya FC. Deru mengklaim, dalam kepemilikan saham Sriwijaya FC, Pemprov Sumsel masuk sebagai salah satu pemilik dengan nilai saham sekitar 11-12 persen. Namun, 88 persen sepenuhnya dimiliki oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT SOM, Muddai Madang.   “Sebelum saya dilantik, ada pergeseran saham. Yang saya tahu, tadinya ada saham Baryadi dan Bakti. Itu semua diambil alih oleh Pak Muddai Madang. Secara hukum, secara formal, dia punya saham 88 persen. Pemprov sekitar 11-12 persen saja,” kata Deru, Selasa (18/12). Baca juga: Sriwijaya FC Terdegradasi, Muddai Madang Siap Jual Saham Deru mengatakan, Pemprov Sumsel akan membeli saham Sriwijaya FC sebesar 51 persen dengan memakai APBD, setelah nantinya memanggil pihak manajemen PT SOM, agar klub Laskar Wong Kito bisa kembali dikelola. “Minimal 51 persen. Tinggal bagaimana obrolannya, cocok enggak harganya, takeover-nya. Kalau APBD mampu, ya kami ambil alih sebagian. Nanti baru kami anggarkan di ABT,” kata Deru, tanpa menyebutkan nilai APBD yang akan disiapkan. Walaupun Pemerintah Provinsi Sumsel memiliki saham di Sriwijaya FC, Deru enggan melakukan intervensi kepada pihak manajemen. “Sekarang Pak Muddai sudah welcome seperti itu, ya kami sambut baik. Artinya, ada keinginan baik dari Pak Muddai untuk membuka seluas-luasnya perbincangan. Ya kalau memang nantinya ada kesepakatan khusus, Pemprov harus menjadi (pemegang) saham mayoritas, syaratnya gimana,” ucapnya. Namun, ia memastikan Pemprov Sumsel akan berjuang untuk mengelola Sriwijaya FC kembali karena hal itu merupakan tanggung jawab moril agar tim kebanggaan warga Sumsel kembali menorehkan prestasi yang gemilang. “Kemarin itu masa sulit kan. Kalau ibarat gelas, sudah retak, tidak kami pegang, retaknya enggak hilang, kami pegang, pecah. Sudah, mending kami start dari awal, membenahi ini. Nanti, akan saya panggil (direksi) SFC. Dengan satu tujuan, jangan sampai kebanggaan masyarakat Sumsel ini menjadi redup,” katanya.#osk

Baca:  Polemik Dana Bantuan Politik di Sumsel

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Prabowo Gugat ke MK Jika Hasil Hitung KPU Tidak Memenangkan Dirinya

Jakarta, BP — Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, membuka kemungkinan pihaknya menggugat ke Mahkamah Konstitusi ...