Home / Headline / Balar Sumsel Tindaklanjuti Temuan Batu Megalit di Empat Lawang

Balar Sumsel Tindaklanjuti Temuan Batu Megalit di Empat Lawang

BP/IST
Kepala Balar Sumsel Budi Wiyana

Palembang, BP

Balai Arkelologi (Balar) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) segera menindaklanjuti  penemuan banyak batu megalit di Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Pagaralam. Diyakini penemuan jejak sejarah yang terletak di tiga daerah yang bertetangga adalah petunjuk yang nantinya dapat dikembangkan menjadi objek wisata.

Setelah Kabupaten Lahat yang telah mengklaim diri sebagai daerah seribu megalit, dan penemuan batu yang terus terjadi di Kota Pagaralam, Kabupaten Empat Lawang juga ternyata memiliki batu megalit. Salah satunya yang baru saja diketahui oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang di Desa Jarakan Kecamatan Pendopo.

Kepala Balar Sumsel Budi Wiyana mengatakan, kalau penemuan itu sementara dinamakan batu bergores.

“ Saya cuma dapat gambar saja, justru wartawan disana yang memberitahu, di desa itu ada bukit yang ada goresan  tapi udah lama itu, dua hari ini ada temuan lagi di desa itu tapi posisinya dibawah dekat semak-semak, ada kayak batu dan goresannya , itu gambar muka manusia,” katanya, Rabu (19/12).

Baca:  Sambil Naik  Ketek, Dansatgas TMMD Kodim Palembang Kunjungi Rumah Salbiah

Menurut Budi, Dinas terkait di Empat Lawang mau meninjau dan pihaknya siap membantu, mendampingi mereka namun salah satu stafnya kecelakaan jadi enggak bisa.

” Jadi besok itu mereka minta bantuan ke Jambi, karena staf kita banyak yang cuti, kalau saya ada waktu saya pingin kesana  tapi enggak ada waktu saya, “ katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Empat Lawang Mgs Nawawi mengakui pihaknya baru saja mengetahui hal tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat Desa Jarakan. “Yah itu di Desa Jarakan Pendopo arah Bukit Gadung, baru dua hari lalu kita menerima laporkan warga dan Komunitas,” kata Wawi.

Baca:  KPU Palembang Pertahankan DPT 1.113.249

Masih kata Wawi, batu tersebut menurut informasi yang diterima oleh Dinas Pariwisata merupakan batu dari nenek moyang mereka, namun dalam hal ini Dinas Pariwisata belum mengetahui hal tersbeut karena belum ada penilitian khusus.

“Kita belum tahu apakah itu megalit atau bukan, yang jelas lokasi tidak begitu jauh dari desa sekitar 3 Km dari desa dan berjalan 100 meter dan bisa menggunakan motor,” ujarnya.

Terpisah, Tokoh penggerak Kebudayaan dan Kepariwisataan Sumsel 2016 Mario Adramartik menyatakan, batu tersebut termasuk golongan batu megalit atau batu relief, dan sebenarnya batu di Desa Jarakan tersebut sudah lama bahkan sudah didatangai oleh Balai Arkelogi.

“Balai Arkelogi sudah tahu mengenai batu itu bahkan para ahli sudah tahu, mereka sudah turun, itu termasuk dalam batu megalit, ada lukisan dalam batu tersebut,” katanya.

Baca:  Kunjungan Perwakilan Konsulat Tiongkok Ke Palembang

Megalit yang ada di Kabupaten Empat Lawang tersebut lanjut Mario, termasuk dalam Megalit Pasemah, dimaksud Megalit Basemah termasuk di dalam Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam dan Empat Lawang.

“Tinggal bagaiamana Pemerintah Daerah mengembangkan destinasi wisata, pemerintah daerah segera menindaklanjutinya agar tidak terkesan terbengkalai karena itu bisa dijadikan sebagai Objek wisata Pendidikan, Budaya dan Sejarah,” jelas Mario.

Masih dijelaskan Mario, Megalit di Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam dan Empat Lawang merupakan megalit pasemah di kawasan seluas 80 hektar. Menurut Maria Ada 13 bentuk megalit, arca, arca menhir, menhir, lumping batu, lesung batu, bilik batu, likasi dalam bilik batu, batu gelang, batu relief, teralit, tempayan, dolmen dan batu datar.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Peran DKSS Tidak Kalah Dengan KONI

Palembang,BP Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai peran DKSS di Sumsel tidak kalah ...