Home / Headline / 200 Persil Lahan Warga Belum di Kompensasi Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji

200 Persil Lahan Warga Belum di Kompensasi Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji

BP/DUDY OSKANDAR
Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) dapil Sumsel V OKU dan OKUS, Meriadi

Palembang, BP

 

Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) ditargetkan oleh pemerintah dapat dimulai tahun 2018 ini namun masih menyisahkan persoalan pembebasan lahan.

Anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) dapil Sumsel V  OKU dan OKUS, Meriadi mengatakan, kalau masih banyak persil lahan yang belum di bayar kompensasinya.

“Tapi prinsipnya mereka setuju  dan sangat mendukung,” katanya, Selasa (18/12).

Dia perkirakan ada 200 persil lahan warga yang belum mendapatkan kompensasi pembayaran untuk pembangunan Bendungan Tiga Dihaji.

Baca:  Paslon AKHOR Serahkan 101.032 Dukungan ke KPU Palembang

“ Sekarang sudah masih tahap pembebasan lahan, sudah mulai masukkan alat berat dan menurut Kepala Balai Besar Air kita  kemarin sudah ada pembicaraan dengan Pemkab OKUS untuk memakai jalan kabupaten menuju pembangunan bendungan Tiga Dihaji,” kata politisi Partai Bulan Bintang ini.

Sebelumnya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Suparji mengatakan, pembebasan lahan pembangunan bendungan Tiga Dihaji sudah mulai diproses. Dimulai dari Badan Pertanahan kemudian ke BPKP dan sekarang sudah di Lembaga Manajemen Asen Negara (LMAN), dalam artian sudah di tingkat kementerian keuangan.

“Sebab ini merupakan Proyek Strategis Negara (PSN) maka untuk pembebasan lahannya yang bertanggungjawab adalah Kementerian Keuangan, jadi bukan di Kementerian Pekerjaan Umum lagi,” jelas Suparji.

Baca:  Ditlantas Polda Sumsel Luncurkan Layanan  Berbasis ITE  

Progres berikutnya, lanjut Suparji, untuk pengadaan barang dan jasa saat ini sedang diteliti oleh jasa konstruksi. Tahapan seperti ini memang sudah sesuai prosedur karena pembangunan bendungan Tiga Dihaji merupakan proyek besar karena yang menetapkan adalah Menteri, sehingga semuanya diperiksa melalui jasa konstruksi.

“Proyek dengan nilai di atas Rp100 miliar penetapannya harus oleh Menteri, termasuk juga, jika supervisinya di atas Rp10 miliar juga ditetapkan oleh menteri,” terangnya.

Baca:  Jelang Hari Bakti 2019, Lanud SMH Gelar Bakti Sosial

Dijelaskan Suparji, setelah proses di atas clear dan tuntas, baik tanah dan lelangnya, baru akan dilakukan penandatangan kontrak. Setelah itu baru pelaksanaan pekerjaan. Diharapkan mudah-mudahan tahun 2018 ini sudah bisa dimulai dilakukan pengerjaan.

“Jika sudah tuntas pembebasan lahan, tahap awal yang akan kita kerjakan yakni akses untuk mobilisasi karena akan dilewati alat-alat berat dan besar,” terangnya.

Diungkapkan juga, untuk tahap kedua ini lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan bendungan Tiga Dihaji OKU Selatan mencapai 373 persil.

“Alhamdulillah semua lancar. Anggaran yang sudah disiapkan yakni Rp3,9 triliun, termasuk di situ supervisi dan fisik dengan metode pembayaran multiyears 5 tahun,” pungkasnya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Najwa Shihab Bangga Pakai Gambo Muba Pemberian Thia Yufada

Sekayu, BP--Pasca berkunjung ke Bumi Serasan Sekate, Kamis (12/12/2019), Pembawa talkshow ngetop Najwa Shihab melanjutkan aktivitasnya ke beberapa daerah di ...