Home / Headline / Warga 2 RT Protes Pembangunan 5 Lantai UIN Raden Fatah

Warga 2 RT Protes Pembangunan 5 Lantai UIN Raden Fatah

BP/IST
Proyek pembangunan gedung 5 lantai milik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) yang proses pembangunan sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu mendapat protes dari warga sekitar.

Palembang, BP

Proyek pembangunan gedung 5 lantai milik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) yang proses pembangunan sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu mendapat  protes dari warga sekitar. Warga dari 2 rukun tetangga yakni RT 01 dan RT 08 RW 03 kelurahan Pahlawan kecamatan Kemuning .

      Lantaran tidak ditanggapi , warga  melayang somasi dikarenakan pembangunan gedung meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga.

Salah satu perwakilan warga, Yoga Sugama ketika di temui di lokasi mengatakan, warga RT 01 dan 08 RW 03 kelurahan Pahlawan kecamatan Kemuning sangat resah dengan pembangunan gedung UIN RF yg ketinggian mencapai 5 lantai.

“Yang jadi masalah gedung tersebut dibangun di atas lahan timbunan yang rentan mengalami longsor dan berakibat tembok roboh seperti yang terjadi Senin (12/11) lalu sekitar pukul 23.00. Tidak ada pendekatan dari pihak kampus maupun kontraktor yang membangun gedung tersebut,” katanya, Kamis (13/12).

Baca:  Gunawati Thamrin Dicecar 41 Pertanyaan

Ditambahkannya, warga meminta pendampingan kuasa hukum untuk menyelesaikan masalah ini dan agar pembangunan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami berharap setelah adanya gugatan somasi ini, pihak kampus dan kontraktor mempunyai itikad baik untuk peduli dengan warga yang berada di sekitaran proyek pembangunan, karena warga merasakan dampak langsung dari proses pembangunan tersebut,” katanya.

Hal senada dikemukakan Sapriadi Syamsudin selaku kuasa hukum ketika ditemui di lokasi  mengatakan, pembangunan gedung  5 lantai milik UIN RF yang yang dikerjakan PT Hutama Buana Internusa, tidak ada proses sosialisasi ke warga.

Baca:  22 Kotak Suara Pilgub Sumsel Dan Pilwako Palembang Diamankan

Dengan adanya pembangunan itu, ketenangan lingkungan warga menjadi terganggu, seperti pada hari Senin (12/11) lalu sekitar pukul 23.00 tembok pagar pembangunan gedung roboh dan tanah timbunannyo longsor memenuhi jalan warga.

“Saat hujan, air menggenani jalan dan sebagian masuk ke rumah warga sehingga terlihat jorok dan kumuh. Akibat robohnya tembok pagar warga pun menjadi cemas saat iatirahat di malam hari,” katanya.

Ditambahkan Sapriadi, meskipun telah terjadi kecelakaan robohnya tembok pagar, tapi hingga saat ini tidak ada upaya dari pihak UIN RF maupun kontraktor untuk menemui warga dan meminta maaf.

“Halaman rumah warga berbatasan langsung dengan tembok pagar yang roboh, selama proses pembangunan sudah barang tentu mengganggu dan membahayakan keselamatan penghuni rumah terlebih anak-anak yang bermain di halaman rumah mereka,” katanya.

 

Menurut Sapriadi, dalam somasi, pihaknya memberikan waktu 3×24 jam kepada pihak kampus maupun kontraktor untuk menjelaskan kepada warga sehingga warga mendapatkan haknya.

Baca:  Sejarah Sumsel Adalah Sejarah Masyarakat Peduli Lingkungan

“Secara hukum warga dapat melakukan gugatan atas pembangunan gedung tersebut baik dalam bentuk gugatan perdata ataupun pidana. Sehingga ada baiknya pihak kampus ataupun kontraktor melibatkan warga dalam proses pembangunan tersebut,” katanya.

 

Sedangkan  Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. Sirozi, Ph.D ketika di hubungi mengatakan,  kalau gedung 4 Lantai tersebut berada dalam komplek UIN Raden Fatah Palembang.

Selain itu dia mengakui tembok di belakangnya beberapa hari lalu roboh akibat hujan diduga tanahnya longsong namun sudah diperbaiki kembali.

“ Kita membangun sesuai prosedur, izinnya ada semua dan kita dalam membangun ada pendampingi sejumlah pihak temasuk PU,” katanya sembari mengatakan sudah memberitahu warga akan membangun walaupun dilakukan secara tidak resmi.

Terkait somasi warga menurutnya di persilahkan warga mengajukan somasi dan pihaknya pasti akan menanggapinya karena apa yang dilakukan dan dibangun sesuai prosedur.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dodi Reza Alex Anggota Kehormatan PWI Ke 41 Sejak Tahun 1974

Sekayu, BP–Media sebagai salah satu pilar demokrasi- dituntut tidak partisan. Media dalam pemberitaan, tak punya niat lain kecuali membela kepentingan ...