Home / Headline / FORHATI Komitmen Kembangkan Intelektualitas

FORHATI Komitmen Kembangkan Intelektualitas

FORHATI Kembangkan Intelektualitas

Jakarta, BP–Koordinator Presidium Majelis Nasional Forhati Hanifah Husein mengatakan, Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) sebagai organisasi alumni himpunan mahasiswa Islam terus berjuang pada pencapaian kualitas  insan  cita serta berkomitmen memelihara dan mengembangkan intelektualitas dengan prinsip  ilmu amaliah, amal ilmiah; kreatif,  inovatif,  mengabdi kepada bangsa dan negara.

Selain itu mengembangkan kepedulian dan mengambil peran strategis, berpartisipasi aktif dan kritis dalam seluruh aksi pembangunan nasional, khususnya  mewujudkan lingkungan sehat, lingkungan cerdas,  mampu secara ekonomi termasuk lingkungan alam  menyelamatkan anak bangsa di masa depan.

“Saya  memberikan perhatian khusus dan prioritas bagi program kesehatan, pendidikan, keislaman, pemajuan kebudayaan,  kewirausahaan, dan peningkatan kualitas keluarga  termasuk perlindungan anak,” ujar Hanifah di Jakarta, Selasa (11/12) ketika memberikan sambutan  pada acara 20 tahun Forhati.

Dikatakan, mengembangkan program  kaderisasi sebagai salah satu tanggungjawab  menyiapkan calon perempuan pemimpin berdimensi kebangsaan  yang layak dan patut  mengemban amanah kepemimpinan di seluruh fungsi dan profesi.

Bahkan kata dia, Forhati telah menguatkan  konsolidasi organisasi secara simultan dan terintegrasi untuk mewujudkan Forhati  sebagai organisasi   perempuan muslimah Indonesia bermartabat dan menjadi bagian penting proses transformasi kebangsaan.

Selaras dengan hal itu,lanjut Hanifah,   Majelis Nasional Forhati sungguh-sungguh dan tanpa henti, memperjuangkan keadilan terhadap perempuan dan anak untuk memperoleh hak hidup yang wajar dan layak sesuai dengan standar hak asasi manusia. Perlakuan adil negara atas kaum perempuan dan anak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk tindak kekerasan  dalam bentuk ucapan  maupun  kekerasan fisik, termasuk pelecahan seksual.

Ditambahkan,  diberlakukannya UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang- Undang No 23 Tahun  2002 tentang Perlindungan Anak secara tegas.  Perubahan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga yang lebih melindungi kaum perempuan dan anak-anak dari kekerasan  dalam  rumah tangga (KDRT) sebagai kejahatan kemanusiaan.

“ Forhati memberikan perhatian khusus tentang penegakan hukum terkait KDRT, tidak hanya karena KDRT telah menjadi isu global dan  menjadi perhatian publik semata, melainkan karena KDRT adalah tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab,” paparnya. #duk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pilpres  Lebih Sederhana Ketimbang  Pileg

Palembang, BP Kontestasi pemilu legislatif (pileg) tahun 2019 khususnya untuk wilayah Sumsel bakal diikuti sebanyak 9.201 calon anggota legislatif (caleg) ...