Home / Headline / Kredibilitas KPU Sumsel dan Jajaran Jadi Pertaruhan di Pileg dan Pilpres 2019

Kredibilitas KPU Sumsel dan Jajaran Jadi Pertaruhan di Pileg dan Pilpres 2019

BP/IST
Kemas Ari Panji

Palembang, BP

Pengamat sejarah Sumatera Selatan (Sumsel)  Kemas Ari Panji menilai kredibilitas KPU Sumsel dan jajaran menjadi pertaruhan lantaran jika komisioner KPU Sumsel  gagal dalam pelaksanaan  pileg dan pilpres 2019.

” Ibarat  pertandingan sepak bola kalau timnas kalah yang disalahkan PSSInya begitu dengan KPU jika gagal dalam pileg dan pilpres 2019 masyarakat menyalahkan KPU, ” katanya  dalam acara forum group discussion bertema mencari strategi meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu 2019 yang digelar Forum Jurnalis Parlemen (FJP) bersama KPU Sumsel, di ruang banggar DPRD Sumsel, Sabtu (8/12).

Dia  menilai, tingkat partisipasi pemilih pada pelaksanaan kontestasi pemilu, di Sumsel khususnya, sangat dipengaruhi faktor trust (kepercayaan) masyarakat terhadap calon yang akan dipilihnya, baik itu di tingkat legislatif maupun Pilpres.

“Karena itu memang, baik penyelenggara maupun peserta pemilu, harus memperkuat sosialisasi di media sosial, dan harus memiliki tim untuk memaksimalkan itu. Yang terpenting, jangan mengkhianati. Gandeng kaum milenial dan komunitas-komunitas,” katanya.

Baca:  Komunitas Pese Fahum UIN Raden Fatah Palembang Hadiri Bedah Buku Pers Perlawanan

Jika tidak maka kepercayaan masyarakat kepada KPU akan turun karena calegnya tidak memiliki kepercayaan masyarakat.

Karena masyarakat jika sekali di sakiti caleg mana masyarakat menjadi pendendam.

“KPU Sumsel dan jajaran harus aktip di medsos guna menjaring generasi milenial,” katanya.

Komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi Amrah Muslimin mengakui, tugas berat KPU pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 ini, bukan sebatas meningkatkan jumlah pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019 mendatang, namun juga kualitas pemilih

Ditambahkannya juga, ada sejumlah faktor utama yang mempengaruhi peningkatan angka partisipasi pemilih, diantaranya pemutakhiran data pemilih, peran serta stakeholder dan keterwakilan tokoh masyarakat yang tidak terakomodir.

“Dengan terpenuhinya semua faktor itu, target 77,5% partisipasi pemilih di Sumsel, akan dapat tercapai,” kata Amrah.

Baca:  Sedulur Jokowi Sumsel Bakal Bangun Pabrik Ban

Selain itu ditambahkannya, pihaknya juga terus gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, dengan merangkul kalangan milenial, komunitas, hingga memaksimalkan peran media sosial.

“Dua bulan menjelang hari H pencoblosan, kami juga akan memanfaatkan puluhan ribu petugas penyelenggara pemilu di lapangan, untuk melakukan sosialisasi secara door to door. Minimal 10 rumah per petugas, untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai tata cara pencoblosan,” katanya.

Sedangkan  Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumsel Sujarwoto, mengakui, saat ini masyarakat memang mulai jenuh dengan kontestasi politik, mulai dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilu Serentak 2019 nanti.

BP/IST
Suasana acara Forum Group Discussion (FGD) bertema mencari strategi meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu 2019 yang digelar FJP bersama KPU Sumsel, di ruang banggar DPRD Sumsel, Sabtu (8/12).

“Karena itu, kami sebagai peserta pemilu, mesti terus berjibaku untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU jg hrs terus melakukan sosialisasi. Saat ini kami fokus ke kalangan emak-emak, alim ulama, tokoh masyarakat, media massa, hingga kalangan kaum muda (milenial),” kata Sujarwoto, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumsel ini. Bagindo Togar

Baca:  Dua PAW Anggota DPRD Provinsi Sumsel Dilantik

Sedangkan Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) Sumsel, Bagindo Togar BB menilai pelaksanaan Pilpres menjadi sangat menarik magnetnya, karena ada el classico disana.

“Karena itu, Pileg cenderung tenggelam karena massifnya pertarungan Pilpres 2019,” kata Bagindo Togar.

Ditambahkannya, pada dasarnya tidak menjadi persoalan juga jika pada akhirnya pertarungan Pilpres 2019 menjadi lebih seru dan panas, ketimbang pelaksanaan Pileg 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menurutnya lagi justru diuntungkan dengan kondisi ini.

Hanya saja  diakui Bagindo, dibutuhkan strategi yang tepat dari KPU Sumsel khususnya, selaku pihak penyelenggara pemilu, untuk membuatnya tetap tertib dan berjalan sesuai aturan.

“Meski demikian, sukses atau tidaknya pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, tetap tergantung dari angka partisipasi pemilih,” imbuhnya pula.

Juga hadir peserta aktif Dr Arif Ardiansyah serta peserta dari wartawan dan kalangan Mahasiswa.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nyaris Ambruk, Jembatan Teluk Lubuk Semakin Memprihatinkan

PALI, BP–Jembatan yang terletak di Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing yang menghubungkan antara Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten PALI semakin ...