Home / Headline / Atasi Banjir Pemkot Palembang Pasang Box Culvert di Dua Lokasi

Atasi Banjir Pemkot Palembang Pasang Box Culvert di Dua Lokasi

BP/Dudy Oskandar
Suasana diskusi Ngobrol Bareng Bung FK di Lord Cafe, Palembang, Minggu (2/12) dengan tema Waspada Banjir.

Palembang, BP

Mengatasi problem banjir diberbagai titik di Palembang Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memasang box culvert.
“Sudah ada 2 lokasi pemasangan Box Culvert di Jalan Kol H Barlian, yakni di kawasan Punti Kayu dan Dharma Agung”  kata Kepala PU PR Ahmad Bastari saat menjadi narasumber dalam diskusi
ngopi Bareng Bung FK “212 Kita Waspada Banjir” di Lord Cafe,  Minggu (2/12), bersama Narasumber:
1. Ir. Suparji, S.ST., M.T (Kepala BBWS Sumatera VII)
2. Kamlan Jamseri (Anggota TKPSDA WS MSBL)
3. Akhmad Bastari (Kepala Dinas PU PR Palembang)
4. Dr. Taufik Ari Gunawan,  S.T., M.T. Dosen Teknik Sipil Unsri)

5. Kemas A.R. Panji, M.Si. (Sejarawan)

Baca:  KPU Sumsel Di PTUNkan
Menurut Ahmad, Upaya ini dilakukan untuk mengurangi genangan air saat hujan lebat. Sebab dua lokasi ini terparah terendam banjir belum lama ini.
Ahmad Bastari, mengatakan, box culvert yang dipasang berdimensi 2×1 meter (double box) crossing sepanjang 20 meter.
Selain pemasangan Box Culvert saat ini juga sedang mempersiapkan kolam retensi baru idealnya ada 77 kolam retensi namun saat ini masih ada 34 kolam retensi.
Sementara itu Kepala Balai Besar Sungai Wilayah Sumatera Selatan VIII Ir Suparji,  S.ST, M. T akan fokus pada
pompanisasi Sungai Bendung dan normalisasi sungai.
” Normalisasi Sungai Bendung dilakukan sepanjang 5,50 kilometer melalui perkuatan tebing sungai.
Adapun, kolam retensi dibuat di muara Sungai Bendung seluas 1 hektare dengan kapasitas 50.000 meter kubik.
Kolam ini, menurut Sutarji , akan berfungsi sebagai penampung air saat musim hujan. Kolam juga dilengkapi dengan enam pompa berkapasitas masing-masing 6.000 liter per detik,  bangunan rumah pompa, dan genset.
Senada dengan Sutarji, Kamlan Jamseri Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) menuturkan bahwa pendekatan struktural perlu dilakukan , yakni pembangunan risiko perlu dibarengi dengan pendekatan nonstruktural. Pendekatan nonstruktural seperti tidak membuang sampah ke sungai juga berperan penting dalam pengurangan risiko banjir.
” Masyarakat kita harus harus terus diajak berkolaborasi untuk mencegah dampak banjir ini” Ujarnya.

BP/Dudy Oskandar
Suasana diskusi Ngobrol Bareng Bung FK di Lord Cafe, Palembang, Minggu (2/12) dengan tema Waspada Banjir.

Dosen Fakultas Tehnik Unsri Taufik Ari Gunawan ST.  MT mengingatkan perlu adanya

Baca:  Perang Sungai Belanda di Kepulauan Indonesia 1945-1950 (Kembali Ke Palembang)
Prioritas Menangani Banjir di Palembang.
” Pemerintah harus mempersiapkan Payung Hukum dalam tata ruang wilayah mana daerah boleh direklamasi,  budidaya,  konservasi dengan melakukan maping dan gerakan yang terukur volume dan luasan areanya.
Selain itu harus ada pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan sehari sehari seeprti ada bak tampungan sehingga debit air bisa digunakan terlebih dahulu selain pemanfataan lubang bipori di setiap rumah warga.
Sedangkan sejarawan Palembang Kemas Ari Panji mengakui kalau Palembang berada di kawasan rendah yang berair dan berawa, hal ini menurutnya membuat pengambil kebijakan dan masyarakat harus bijak dalam membuat kebijakan teutama dalam konsep pemukiman atau tempat di kawasan tersebut dengan tidak menimbun kawasan tersebut yang menjadi tempat air .
Dia mengapresiasi kebijakan pemkot Palembang yang konsen dalam mengatasi banjir dan membersihkan sungai di Palembang.
“Untuk itu perlu keterlibatan masyarakat dalam membersihkan sungai dan kawasan dengan agar program ini berkesinambungan, ” katanya.#osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Kecamatan IT II dan Kecamatan IT III Minta Kolam Retensi Kepada DPRD Sumsel

Palembang, BP       Beberapa  titik di Kecamatan Ilir Timur (IT) II dan Kecamatan IT III Palembang nyaris dilanda banjir setiap musin penghujan ...