Home / Headline / Massa  KAUKRP Tuntut Ke Gubernur Penyelesaian Sengketa Ketenaga Kerjaan Hingga Turunnya Harga Kelapa

Massa  KAUKRP Tuntut Ke Gubernur Penyelesaian Sengketa Ketenaga Kerjaan Hingga Turunnya Harga Kelapa

Palembang, BP

 

Puluhan massa yang mengatasnamakan Komite Aksi Untuk Kedaulatan Rakyat Palembang (KAUKRP)  mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kamis (29/11) pagi saat rapat paripurna DPRD Sumsel.

 Massa aksi menuntut janji Gubernur Sumsel yang akan menyelesaikan persoalan tenaga kerja atau buruh di PT Indomarco Prismatama, PT Sumber Alfaria Trijaya, PT Indo Beton, PT Sinar Niaga, PT Sharp, PT Permata Multi Niaga yang beberapa waktu lalu permasalahan tersebut telah diserahkan kepada Dinas Tenaga Kerja. Namun hingga kini permasalahan tersebut belum menemui jalan keluar.

 

Sempat terjadi aksi dorong-dorongan, antara pengunjuk rasa dengan pihak keamanan sebelum ditemui Gubernur Sumsel Herman Deru namun situasi bisa dikendalikan semua pihak.

Koordinator Aksi Andreas OP mengatakan,  menyikapi tindak lanjut aksi pada 1 November 2018 dimana Gubernur berjanji menyelesaikan masalah kawan-kawan buruh di PT Indomarco Prismatama,  PT Sumber Alfaria Trijaya,  PT Indo Beton,  PT Sinar Nuaga,  PT Sharp,  PT Permata Multi Niaga yang diserahkan ke Disnaker tidak membuahkan hasil yang baik, untuk menyelesaikan persoalan kawan-kawan buruh.

Baca:  HD-MY Dideklarasikan

 

“Kegagalan Kepala Disnaker memanggil para pemanggil kebijakan perusahaan menunjukkan lemahnya daya tawar pemerintah dimata perusahaan. Itu ditandai dengab arigansi pemodal yang mengirimkan wakil wakilnya yang tidak memiliki kompetensi dan bukan pengamb kebijakan sehingga kasus buruh tidak dapat diselesaikan,” tegasnya.

 

Oleh sebab itu,  lanjut Andreas,  KAUKRP  menuntut Gubernur memecat Kepala Disnaker yang gagal memediasi kasus buruh yang ditugaskan Gubernur.  “Kami meminta Gubernur memanggil langsung perusahaan yang bermasalah untuk segera menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan, ” katanya.

 

 

Andreas mengungkapkan,  pihaknya meminta agar Gubernur agar menurunkan tim pengawas untuk melakukan sidak ke perusahaan tersebur,  termasuk perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran perizinan lingkungan.  “Gubernur juga harus menegur dan memerintahkan Walikota Palembang untuk melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang melanggar aturan ketegakerjaan dan pelanggaran lingkungan di Palembang.  Kami juga meminta dibentuk satgas ketenagakerjaan dilingkungan tingkat Provinsi,” katanya.

Baca:  Cagub dan Cawagub Sumsel Akan Berdayakan Peran Pemuda

      Kemudian 10 orang perwakilan massa menggelar dialog bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, Wagub Sumsel Mawardi Yahya, Plt Ketua DPRD Sumsel M Yansuri didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumsel Sujarwoto, Ketua Komisi V DPRD Sumsel MA Gantada dan anggota DPRD Sumsel lainnya diantaranya , Mgs Syaiful Padli, Robby Puruhita.

      Dalam pertemuan tersebut, masa juga menyampaikan turunnya harga kopra dan kelapa akibat permainan harga tengkulak sehingga menyusahkan kehidupan masyarakat.

      Selain itu mereka mempertanyakan pembangunan gedung untuk lumbung kelapa di Tanjung Api Api namun tidak termanfaatkan dan mau roboh.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, secara rinci permasalahan perburuhan dan ketenagakerjaan ini sudah dibahas dengan Dinas Tenaga Kerja. Namun, karena rapat bersifat internal mungkin banyak pekerja belum mengetahui informasi pasti mengenai penyelesaian sengketa.

Baca:  PPKD Kota Palembang Resmi Diserahkan Ke Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI

 

“Semua permasalahan di perusahaan-perusahaan yang terlampir sudah ada penyelesaian. Silahkan diambil saja catatan penyelesaiannya untuk ditindaklanjuti ke perusahaan. Jika masih ada yang perlu didiskusikan, saya minta dalam dialog selanjutnya membawa data korban dalam tanda kutip by name by address pekerja yang mengalami sengketa dengan perusahaan. Bila perlu, pemprov akan carikan advokat untuk gugat ke pengadilan yang berkaitan dengan sengketa perburuhan,” jelasnya.

 

Gubernur juga berjanji akan melakukan upaya replanting pohon kelapa yang tua di Tanjung Api Api agar bisa berproduksi lebih baik lagi termasuk bantuan permodalan kepada petani di Sumsel berkerjasama dengan pihak terkait.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Kecamatan IT II dan Kecamatan IT III Minta Kolam Retensi Kepada DPRD Sumsel

Palembang, BP       Beberapa  titik di Kecamatan Ilir Timur (IT) II dan Kecamatan IT III Palembang nyaris dilanda banjir setiap musin penghujan ...