Home / Headline / Pelayan Publik Palembang Belum Maksimal

Pelayan Publik Palembang Belum Maksimal

BP/Dudy Oskandar
Suasana diskusi tentang layanan publik yang digelar Bung Fk di Lord Caffe, Sabtu (24/11).
Pelayanan Publik di Kota Palembang Belum Maksimal

Palembang, BP

Dari total 116 laporan terkait pelayanan publik di Sumsel yang diterima Ombudsman Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), 60 persennya merupakan laporan dari masyarakat Kota Palembang.Pelayanan publik yang belum maksimal tersebut menjadi keluhan masyarakat Kota Palembang.

Pelayanan publik yang belum maksimal tersebut menjadi keluhan masyarakat kota Palembang. Misalnya soal pelayanan administrasi kependudukan, hingga persoalan banjir kondisi jalan rusak, serta permasalahan umum seperti mahalnya harga kebutuhan, hingga persoalan pungli didunia pendidikan dan persoalan sengketa lahan.

Assisten Ombudsman Perwakilan Sumsel, Agung Pratama mengatakan hingga November ini, pihaknya telah menerima 116 laporan keluhan pelayanan publik dari masyarakat Sumsel.

Baca:  Brigjen TNI Syafrial Resmi Jabat Kasdam II Sriwijaya

Dikatakannya, pelayanan publik yang mayoritas dilaporkan masyarakat yaitu terkait persoalan agraria atau pertanahan, pendidikan dan dari instansi kepolisian.

“Di agraria, paling banyak laporan soal sengketa lahan.seiring banyaknya pembangunan di Palembang. Lalu di dunia pendidikan, banyak dilaporkan soal pungutan liar pada saat penerimaan siswa baru dan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer. Sedangkan di Kepolisian paling banyak penundaan laporan berlarut,” kata Agung pada diskusi tentang layanan publik yang digelar Bung Fk di Lord Caffe, Sabtu (24/11).

Agung Pratama, menitipkan pesan kepada para Calon Legislatif (Caleg) agar nantinya konsen pada persoalan layanan publik.

“Saya titip kepada para caleg yang tengah bertarung untuk konsen pada layanan publik.”

“Termasuk untuk Kota Palembang, saya coba searching produk Perda di Google kok susah nyarinya.”

Baca:  Rapat Paripurna Dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo, Kursi Anggota DPRD Sumsel Banyak Kosong

“Padahal kita kan sudah katanya zaman milenial,” katanya.

Dewan Pakar Rumah Citra Indonesia, Fatkurohman, S.Sos., selain menghadirkan Assisten Ombudsman Perwakilan Sumsel Agung Pratama, juga turut menghadirkan Ketua DPC Partai Hanura Palembang Liza Sako (Caleg DPRD Palembang), Caleg DPRD Sumsel Noverian Aditia serta Caleg DPRD Banyuasin Alfan Effendi dalam diskusi tersebut.

Fatkurohman mengatakan, dalam diskusi kali ini mengambil tema soal pelayanan publik ini bisa menjadi wadah edukatif bagi seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama dan mencari solusi.

“RCI di tahun 2018 Pilkada serentak kemarin melakukan survei. Kita mencoba menganalisa data.”

“Kalau layanan publik dikeluhkan kemacetan, sulit mendapatkan pekerjaan, dan lain-lain,” kata Fatkur.

Caleg DPRD Kota Palembang, Liza Sako mengatakan kemajuan suatu kota dapat dilihat dari pelayanan publiknya. Menurut Liza, tak begitu sulit untuk memaksimalkan pelayanan publik karena semua sudah diatur dalam aturan yang jelas. 

“Pelayanannya sudah ada, rule nya sudah jelas, tinggal kembali ke SDM nya, bagaimana melayani publik. Semua aspek ini harus melakukan programnya untuk menjadi kota lebih maju,” kata Liza. 

Baca:  Daud Yordan Ramaikan Tinju Porprov 

Politisi Hanura ini menyarankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan house of training pelatihan kepada staffnya bagaimana cara memberikan pelayanan kepada publik.

“Saya ingin instansi tersebut ada training pada staffnya, bagaimana layanan itu diberikan. Mungkin sekarang ada pelatihan tapi itu harus dilakukan berlanjut. Kemudian dilihat hasilnya, apakah masih ada keluhan, kalau ada segera diperbaiki,” tambah Liza.

Selain Liza dalam kesempatan itu hadir juga, Caleg DPRD Sumsel Noverian Aditia, Caleg DPRD Banyuasin Alfan Effendi.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Kecamatan IT II dan Kecamatan IT III Minta Kolam Retensi Kepada DPRD Sumsel

Palembang, BP       Beberapa  titik di Kecamatan Ilir Timur (IT) II dan Kecamatan IT III Palembang nyaris dilanda banjir setiap musin penghujan ...