Home / Headline / Pahlawan Daerah Asal Sumsel Banyak Tidak Terangkat Ke Permukaan

Pahlawan Daerah Asal Sumsel Banyak Tidak Terangkat Ke Permukaan

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana acara diskusi sejarah dalam rangka memperingati hari pahlawan, “ Usulan Pahlawan Nasional Sumatera Selatan” membangkitkan batang terendam, kerjasama antara Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Sumsel berkerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya dalam rangka memperingati hari Pahlawan tahun 2018, Sabtu (24/11).

Palembang, BP

Pahlawan daerah yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel) tidak banyak terangkat kepermukaan menjadi pahlawan daerah.

Selama ini ada sejumlah pahlawan daerah , beberapa diantaranya  hanya dikenal dengan nama jalan, tapi sesungguhnya masih ada pahlawan lain di Sumsel yang sangat berjasa tapi belum dicantumkan pada nama jalan. Lebih dari itu tokoh pahlawan daerah harus dirawat dalam memori kolektif kita bersama.

        Menurut pengamat sejarah  Sumsel  Rd Moh Ikhsan melihat kalau dimungkinkan ada nomenklaturnya, perlu diusulkan pahlawan daerah pahlawan-pahlawan yang ada di Sumsel tersebut.

Baca:  KPU Sumsel Segera Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan

“Ini sebagai upaya penghargaan pada tokoh pahlawan di daerah masing-masing,” katanya di acara diskusi sejarah dalam rangka memperingati hari pahlawan, “ Usulan Pahlawan Nasional Sumatera Selatan” membangkitkan batang terendam,  kerjasama antara Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Provinsi Sumsel berkerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya dalam rangka memperingati hari Pahlawan tahun 2018, Sabtu (24/11).

Menurutnya,  mungkin setiap provinsi perlu pahlawan daerah itu dimunculkan , karena untuk menjadi pahlawan Nasional kriterianya sangat ketat

“Mungkin perlu dibuat semacam aturan dengan mempedomani aturan untuk kriteria pahlawan nasional,” katanya.

Mengenai kegiatan  MSI  cabang Sumsel kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya dalam rangka memperingati hari Pahlawan tahun 2018 merupakan program kerja MSI Sumsel yang memilih tema yang diharapkan dapat dijadikan sebagai kontribusi riil terhadap persoalan penguatan identitas nasional, yakni menemukan dan membangkitkan Batang terendam dari tokoh pejuang heroik patriotik dari Sumatera Selatan.

Baca:  DPRD Sumsel dan Pemprov Sumsel Bahas KUA Provinsi Sumsel 2019

“Memperhatikan jumlah pahlawan nasional baru dua orang dari Sumsel yakni Sultan Mahmud Badaruddin II dan DR. AK. Gani, sedangkan seluruh Indonesia telah ditetapkan sejumlah 179 pahlawan nasional,” katanya.

Dalam kegiatan ilmiah tersebut  Rd Moh Ikhsan memantik usulan dari Sumatera Selatan.

“Saya mengajukan usulan Pangeran Sedo Ing Rejek, penguasa kerajaan Palembang yang berani menentang dan melawan VOC pada tahun 1659. Akibat perlawanan ini akhirnya sang pangeran terpaksa harus mengalami kondisi kota Palembang dibumihanguskan VOC pada bulan November tahun 1659. Melihat perjuangan dan pengorbanan Pangeran sedo ing Rejek dengan memperhatikan kriteria pengajuan pahlawan nasional berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku sudah tepatlah mengajukan tokoh ini,” katanya.

Sedangkan Ketua MSI Cabang Sumsel Farida R Wargadalem  mengatakan kalau diskusi tersebut adalah kegiatan diistilahkan “pecah telur”.

Baca:  Kunjungi Makam Al-Habib Ahmad bin Husein Alaydrus.

Menurut Farida yang juga Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unsri,  menilai ini adalah kegiatan pertama sejak MSI dilantik pada bulan lalu juga kegiatan pertama sejak Prodi Pendidikan Sejarah berhasil mempertahankan akreditasi A dari  BanPT.

“Sebagai kota tertua di Indonesia hendaknya Palembang/Sumsel memiliki lebih banyak lagi Pahlawan Nasional. Jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi  lain di Indonesia, maka jumlah Pahlawan Nasional sangat kurang, maka diharapkan acara  ini juga dapat menggugah semua pihak  untuk memikirkan dan menyiapkan bakal-bakal  calon Pahlawan Nasional.

“Untuk itu peran aktif pemerintah sangat diharapkan, sebab untuk menyiapkan calon calon  Pahlawan butuh proses yang panjang dengan segala resikonya,” katanya.

Pihaknya dari MSI cabang Sumsel siap membantu jika dibutuhkan untuk menyiapkan calon-calon  Pahlawan yang dianggap layak sesuai ketentuan yang berlaku.

“ Tujuan diskusi ini  untuk mengenang, meresapi dan mengamalkan nilai-nilai  kepahlawan dalam kehidupan sehari-hari dan berbangsa bernegara, serta melemparkan wacana perlunya menyiapkan calon-calon  pahlawan dari Sumsel,” katanya.

Sedangkan peserta diskusi adalah mahasiswa prodi sejarah seluruhnya sekitar 90 orang.

“Mereka  antusias dengan materi yang dipaparkan oleh pak ikhsan, terbukti banyak bertanya,” katanya. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga 2 RT Protes Pembangunan 5 Lantai UIN Raden Fatah

Palembang, BP Proyek pembangunan gedung 5 lantai milik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) yang proses pembangunan sudah berlangsung ...