Home / Headline / Jokowi Optimis, Akhir Desember Surveynya di Sumsel di angka 50 persen Ke Atas

Jokowi Optimis, Akhir Desember Surveynya di Sumsel di angka 50 persen Ke Atas

BP/DUDY OSKANDAR
Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) , disambut ribuan pendukungnya saat akan mengukuhkan pengurus Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Sumatera Selatan (Sumsel), di The Sultan Conventional Center, Palembang. Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 , Minggu (25/11),

Palembang, BP

Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) , disambut ribuan pendukungnya saat akan mengukuhkan pengurus Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Sumatera Selatan (Sumsel), di The Sultan Conventional Center, Palembang.

Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 , Minggu (25/11), dan langsung diserbu sekitar 2.900 pendukung dengan berbagai atributnya yang sudah hadir dan menunggu. Mereka berebut ingin bisa bersalaman dan berfoto bersama Jokowi.

Suasana semakin meriah ketika lagu kampanye Jokowi-Ma’ruf yang diadaptasi dari lagu Goyang Dua Jari terus menggema mengiringi kedatangan Jokowi. Beberapa dari mereka yang juga calon legislatif partai koalisi dan relawan berjoget bersama.

Jokowi pun juga  tak habis habisnya meladeni berpoto bersama. Saat Jokowi meladeni salaman dan foto, lagu ‘Jokowi Lagi’ pun menggema di seisi gedung. Setelah 10 menit, Jokowi kemudian tiba di atas panggung.

       Kemudian, Jokowi mengambil handphone dan melakukan selfie bersama dengan para kader dan relawan. Mereka pun antusias berswafoto ria dengan Jokowi.

“Jokowi! Amin! Jokowi! Amin!” sahut pembawa acara.

Jokowi kemudian duduk di panggung bersama para tokoh politik pendukungnya termasuk Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Tohir, dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, politisi senior PDI Perjuangan, Pramono Anung, politisi PKB, Lukman Edy, tokoh muda Vicky Satari, politisi PKB Abdul Kadir Karding, politisi Golkar  yang kini menjabat Ketua Dewan Penasehat  TKD Sumsel H Alex Noerdin, dan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, dan tokoh masyarakat, Ipung Wahid.

Baca:  12 Desember Hingga 25 Desember, KPU Palembang Lakukan Verfikasi Faktual Calon Perseorangan

Pada kesempatan itu juga dilantik Ketua TKD Sumsel, yang dipimpin Syahrial Oesman.menerangkan, terdapat 2.900 an peserta yang hadir dalam pembekalan tersebut, dan optimisi kedepan Jokowi-Amin akan menang di Sumsel.

“Kami kumpul semua disini, satu tekad bapak Jokowi menang 1 kali lagi. Pileg dan Pilpres serentak tahun depan, dan kita tahu starteginya, menangkan dirimu (caleg) dan menangkan Jokowi. Maka kita harus berjuang,” harapnya.

Dilanjutkan Syahrial, dengan bergabungnya mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Gubernur Sumsel Herman Deru serta beberapa kepala daerah yang mendukung Jokowi, ia semakin optimis nanti kemenangan diraih.

 Selain berkumpul banyak calon legislatif dari partai pendukung Jokowi belum termasuk jumlah relawan yang hadir.

“Saya akan mencoba merangkum kekuatan sampai ke kecamatan, ranting saya akan segera melantik TKD kabupaten/kota,” katanya.

Calon Presiden (Capres) nomor 01 Joko Widodo (Jokowi) optimis, hasil survei untuk di Provinsi Sumsel pada akhir Desember mendatang akan berada diangka 50 persen ke atas.

“Memang survei terakhir di Sumsel angkanya memang baru 37 persen, tidak apa- apa. Dengan kita bertemu dan berkumpul dan survei lagi pada akhir Desember kita yakin sudah diatas 50 persen. Angka seperti ini, memberi semangat dan ini biasa dalam politik,” kata Jokowi dihadapan TKD, Parpol koalisi dan relawan se Sumsel.

Dengan mengenakan baju kaos bertuliskan 01, Jokowi meminta tim untuk bekerja dengan salah satunya tim, caleg atau relawan melakukan door to door ke masyarakat.

Baca:  KPU Sumsel Yakin Kotak Suara Terpenuhi Hingga Akhir 2018

Tujuannya untuk menjelaskan keberhasilan dan menepis isu negatif yang selama ini menyerang dirinya.

“Makanya sampaikan yang jujur keberhasilan pemerintah sekarang ke masyarakat,”

“Apa yang telah dikerjakan selama ini, dan sudah terbukti. Selain itu jelaskan juga masalah sawit dan karet saat ini, jelaskan kita serius menyelesaikan masalah itu,” terangnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan kepada timnya di Sumsel, untuk menepis isu- isu negatif yang menyerang dirinya jika itu tidak benar.

Seperti keterkaitan dan partai yang dilarang PKI, antek asing, termasuk mengkriminalisasi ulama.

“Kita berbeda- beda suku agama, RAS. Jangan dirusak karena tidak beretika dan tata krama, dan akan saya kejar karena merusak demokarasi.”

“Terakhir sosialisasikam salam satu jempol, jika terus disosialiskan saya yakin akan menang di Sumsel,” katanya.

Jokowi juga mengatakan lanskap ekonomi, politik, sosial, budaya global sudah berubah. “Dengan adanya media sosial, keterbukaan bukan hanya lanskap politik global yang berubah tapi juga nasional, daerah juga berubah,” katanya.

Ia meminta kepada para pendukungnya selalu mewaspadai perubahan konstelasi politik dan ekonomi global yang berubah dan berpengaruh pada lanskap di tingkat nasional dan daerah.

“Di Amerika Serikat, Hillary Clinton dengan Donald Trump, semua survei Hillary menang, kejadiannya Trump menang,” katanya.

Ada lanskap ekonomi dan politik global yang berubah dalam hal ini yang harus diwaspadai dan kemungkinan hal itu akan berpengaruh pada lanskap politik di tingkat nasional dan daerah.

“Perubahan ini baik di tingkat nasional atau daerah mulai diwaspadai tidak bisa lagi hanya pasang baliho, tidak bisa lagi, ini mempengaruhi hanya sangat kecil sekali persentase. Ada isu sedikit saja masyarakat goncang, sekarang gampang tidak ada satu detik nyebar,” katanya.

Baca:  PBB Seluruh Sumsel All Out Memenangkan Calon Pilkada yang Diusung

Oleh sebab itu, ia meminta agar para pendukungnya untuk tetap optimistis dan bekerja meyakinkan masyarakat dari pintu ke pintu untuk menjelaskan prestasi dan pencapaian Jokowi selama ini.

Ia juga meminta agar salam satu jempol mulai disosialisasikan di Sumatera Selatan, yang menurut survei terakhir angka pemilih Jokowi di provinsi itu baru berkisar 37 persen. Ditargetkan pada akhir Desember 2018, angka itu bisa naik sampai di atas 50 persen.

Menurut dia, penyebab salah satu masih kecilnya suara pemilihnya di Sumatera Selatan, lantaran harga CPO dan karet yang jatuh dalam beberapa waktu terakhir padahal lantaran tekanan pasar dunia yang tidak terelakkan. osk

Jokowi sempat  meluruskan atau merevisi saat foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian muncul dalam layar materi yang ditunjukkan kepada tim kamanyenya.

Awalnya, Jokowi menampilkan sejumlah tokoh yang telah mendukungnya melalui layar materi kepada tim Kamanye.

 ‎Pertama, Jokowi menampilkan tiga foto tokoh masyarakat Sumsel secara berjejer yaitu Gubernur Sumsel Herman Deru, mantan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin serta Ketua TKD Sumsel Syahrial Oesman, sudah berada dalam barisan dirinya dalam Pilpres 2019.

Selanjutnya, layar menampilkan sosok tiga orang lainnya, yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Ada Budi Karya Sumadi, orang sini,” kata Jokowi.

Budi Karya yang berada di panggung, mengenakan baju hitam bertuliskan kosong satu di bagian depan kanan, ‎angsung berdiri dari kursinya dan menyapa para kader parpol pendukung.

Namun, saat  Jokowi melihat foto Tito, dirinya menegaskan bahwa Kapolri harus netral meskipun orang Sumatera Selatan.

“Pak Tito orang sini (Sumsel), tapi harus netral. Kalau saya sebut, keliru nanti,” kata Jokowi.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Kecamatan IT II dan Kecamatan IT III Minta Kolam Retensi Kepada DPRD Sumsel

Palembang, BP       Beberapa  titik di Kecamatan Ilir Timur (IT) II dan Kecamatan IT III Palembang nyaris dilanda banjir setiap musin penghujan ...