Home / Headline / Pemkot Palembang dinilai Menteri LHK Tidak Rajin Membersihkan Sampah dan Sungai

Pemkot Palembang dinilai Menteri LHK Tidak Rajin Membersihkan Sampah dan Sungai

BP/IST
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan (Sumsel) Pandji Tjahjanto meninjau hutan wisata Punti Kayu, Palembang yang akan menjadi lokasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungan ke Sumsel Presiden Joko Widodo direncanakan memberikan SK Perhutanan Sosial warga Sumsel, Rabu (21/11).

Palembang, BP

 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menilai  Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak rajin membersihkan sampah dan sungai.

Baca:  Fokus Kelola JSC Secara Bertanggungjawab

“Palembang termasuk 26 kota yang kami prioritaskan untuk selalu menjaga kebersihan sampah sungai dan pantai karena ada Sungai Musi, kami lihat pemerintah Kota Palembang tidak termasuk yang rajin membersihkan sampah sungai,” kata Siti Nurbaya usai kunjungan ke Hutan Wisata Punti Kayu, Rabu (21/11).

Siti Nurbaya yang didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan (Sumsel) Pandji Tjahjanto meninjau hutan wisata Punti Kayu, Palembang  yang akan menjadi lokasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungan ke Sumsel  Presiden Joko Widodo direncanakan memberikan SK Perhutanan Sosial warga Sumsel. 

Baca:  Upsi Tawarkan Kemudahan Berkuliah Di Malaysia

Menurutnya Presiden sudah memerintahkan kementeriannya berkoordinasi dengan Menko Maritim untuk mengatasi permasalahan sampah laut, termasuk di dalamnya Sungai Musi.

Malahan Kota Palembang dengan Sungai Musi menurutnya, diprioritaskan untuk mencegah sampah-sampah darat jatuh ke Sungai lalu mengalir ke laut sehingga berpotensi mengancam kehidupan biota laut seperti peristiwa matinya seekor paus di Wakatobi,  Minggu (18/11).

Baca:  DPD Sumsel Butuhkan 3000 Dukungan

“Sampah laut itu 80 persennya dari darat, jadi penangannya harus komprehensif dari Hulu ke Hilir, mulai dari rumah tangga hingga industri, regulasi-regulasinya harus dipersiapkan dengan jelas,” katanya.

Menurutnya,  Kementrian LHK sudah mengkaji dan meneliti 18 kota di Indonesia terkait kebersihan laut, hasilnya tingkat kekotoran laut tidak separah yang kerap dituduhkan asosiasi pemerhati lingkungan negara luar, meskipun demikian pihaknya terus berusaha menyelesaikan persoalan sampah laut, targetnya 2025 terselesaikan.

“Kami terus mengintensifkan upaya-upaya terkait mencegah sampah laut, ada beragam cara dan skema dalam mencegah sampah darat jatuh ke laut, misalnya memasang jaring di muara sungai,” katanya. #osk

 

 

 

 

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Komplotan Pencuri HP Dibekuk 15 Menit Setelah Beraksi

Muaraenim, BP–Petugas Reskrim Polsek Lawang Kidul berhasil membekuk tiga pelaku pencurian telepon selular (ponsel/HP), milik Ridwan (20), warga Jalan Baturaja, ...