Home / Headline / Aspal Karet Yang di Gagas Muba di Harapkan Dongkrak Harga Karet

Aspal Karet Yang di Gagas Muba di Harapkan Dongkrak Harga Karet

BP/IST
Suasana acara ngobrol pintar dan inspiratif alias Ngopi bareng Bung Fk, di kedai Tiga Nyonya, Palembang, Sabtu (17/11).

Palembang, BP

Pemanfaatan karet sebagai bahan campuran aspal karet seperti yang digagas oleh Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex dan jajaran  diharapkan mampu mendongkrak harga karet yang kini sedang anjlok.

“Aspal karet ini salah satu solusi hilirisasi karet, ya tentu kita juga harus berfikir yang lain sehingga penyerapan karet rakyat yang naturable ini bisa lebih optimal dan juga bisa memperbaiki harga karet ditengah masyarakat,”  kata kepala dinas perkebunan Kabupaten Muba, Iskandar Syahrianto pada acara pada ngobrol pintar dan inspiratif alias Ngopi bareng Bung Fk, di kedai Tiga Nyonya, Palembang, Sabtu (17/11).

Selain fokus pada aspal karet, pemerintah Muba kata dia juga tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah home industri di Bandung sehingga hasil karet dari petani Muba bisa langsung diserap.

Dengan demikian, persentase penyerapan karet yang saat ini baru diangka 5-10% bisa ditingkatkan menjadi 40-60 %. Dikatakannya, total luas kebun karet yang ada di Muba mencapai 300 – 350 ribuan hektar. Namun kondisinya masih memperihatinkan karena harga karet yang terbilang rendah.

Baca:  Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Lampaui Nasional

“Dengan harga jual yang rendah ini masyarakat tidak bisa mengelola dengan baik, tidak bisa mupuk secara optimal, mereka juga tidak mendapatkan pendapatan yang optimal. Ini yang akan kami atasi melalui Unit Pasar Lelang, UPP menjadi obat untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu dengan melakukan peremajaan sehingga produktifitas tinggi,” katanya.

Saat ini, kata Iskandar serapan karet di Muba untuk campuran aspal karet baru terserap sekitar 1-5 ton. Pihaknya berharap kedepan serapan karet lebih banyak.

“Kemarin itukan baru jalan kabupaten nih. Kita akan dorong pada direktorat reservasi jalan Kemen PU. Kita minta nasional itu menyerap, bukan hanya tingkat kabupaten. Kita akan suplai itu seperti yang dibutuhkan 300 ribu ton. Kami yakin bisa suplai sampai 100 ribu ton ujarnya,”  katanya.

Kedepan lanjut dia, ada 15 ruas jalan yang akan diaspal menggunakan aspal karet. Sehingga lebih banyak lagi akan serapan karet.

“Ini tinggal komitmen pemerintah kabupaten bahwa jalan di kabupaten harus gunakan aspal karet,” katanya.

Baca:  Perang Sungai Belanda di Kepulauan Indonesia 1945-1950 (Kembali Ke Palembang)

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba  Zainal Aripin mengatakan, saat ini program aspal karet nasional harus diperhatikan pemerintah demi mempebaiki harga karet di tengah petani.

“Campuran karet di dalam aspal untuk satu kilometer jalan sekitar 5 hingga 10 persen. Target kita kedepannya 40-60 persen campuran supaya lebih meningkatkan penyerapan karet lebih maksimal,” katanya

Saat ini harga karet dilelang kisaran Rp8 – Rp 9 ribu sedangkan harga non lelang Rp 5 – Rp 6 ribu. “Sehingga produktivitas masyarakat mulai menurun,” katanya.

Meskipun lahan karet di Kabupaten Muba termasuk lahan karet terluas di Sumsel yakni 350 ribu hektar. Penyerapan karet sendiri masih minim yakni diangka 1 hingga 5 ton pertahun. Pihaknya merencanakan peremajaan 2 ribu hektar lahan yang sedang didata untuk menambah penyerapan karet sekaligus mensejahterakan petani.

“Inikan baru pengembangan di tingkat Kabupaten. Kalau di Muba permintaah pemkab semua ruas jalan di Kabupaten muba yang berjumlah 15 ruas diaspal karet. Dari sisi fleksibilitas dan ketahanan, karet lebih berkualitas dibandingkan campuran lainnya,” katanya.

Sedangkan, Asisten Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Dr Ir Nur Ahmadi menerangkan, yang menjadi tantangan adalah melemahnya produktivitas petani karet.

Baca:  DPRD Sumsel Minta Disdik Sumsel Carikan Formula Guru Honor

“Karena karet tak seperti sawit kelembagaannya sudah jelas dan kalau harga jatuh nggak jauh-jauh. Malahan sekarang lahan karet ditebang semua pohonnya lalu digantikan tanaman lain seperti ubi oleh masyarakat. Saya harap dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, saya yakin negara kita bisa jadi penentu harga karet,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya telah mendukung penuh program aspal karet dengan mengirimkan 4 ton karet ke Bogor untuk uji coba. Dikatakannya, karet yang berasal dari 31 pabrik karet yang ada di Sumsel dan diserap Gapkindo Sumsel, 80 persen diekspor keluar negeri.

“Setiap pabrik rata-rata mengekspor 80 persen karetnya ke Jepang, China, dan Eropa. Sisanya diolah di negeri kita untuk kebutuhan lain,” katanya.

Dia juga  berharap penggunaan aspal karet dapat memicu kenaikan harga karet.

“Tapi saya tanya tadi kebutuhan 1 km jalan itu butuh berapa banyak karet dibutuhkan. Kemudian bentuk karet yang bagaiman, apakah latex, bokarnya, sekarang saya belum tahu,” katanya.

Namun dia berharap karet yang dihasilkan petani, sebagian dijual ke pabrik sebagian dijual untuk aspal karet, jadi nambah pendapatannya.#osk

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Kecamatan IT II dan Kecamatan IT III Minta Kolam Retensi Kepada DPRD Sumsel

Palembang, BP       Beberapa  titik di Kecamatan Ilir Timur (IT) II dan Kecamatan IT III Palembang nyaris dilanda banjir setiap musin penghujan ...