Home / Headline / Politik Uang Jadi “Momok” Dalam Pemilu 2019 di Sumsel

Politik Uang Jadi “Momok” Dalam Pemilu 2019 di Sumsel

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto saat memberikan sambutan dalam acara media Gathering bersama media di Palembang, di Musi Mania Cafe Palembang, Jumat (16/11).

Palembang, BP

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel) mengakui  money politik atau politik uang tetap menjadi “momok” dalam pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 mendatang di Sumsel.

Komisioner Bawaslu Sumsel Syamsul Alwi, mengatakan, hal tersebut disela- sela acara media Gathering bersama media di Palembang, di Musi Mania Cafe Palembang, Jumat (16/11).

Dengan tema “Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu kita tegakkan keadilan”.

Baca:  Surat Suara Pilgub Sumsel Mulai Didistribusikan Ke Kabupaten Kota

“Politik uang prosesnya mudah, tapi menemui aktornya atau yang melaporkannya sulit, karena masyarakat masih apatis (tak peduli),” katanya.

Menurut Syamsul Alwi, selain apatis malahan terkadang masyarakat senang jika ada caleg yang memberikan sesuatu dimomen pesta demokrasi tersebut.

“Jadi terkadang, masyarakat menunggu siapa yang kasih amplop dan siapa yang dipilih kita juga tidak tahu, sehingga jadi hal lumrah bagi mereka,” ujarnya.

Syamsul menilai, masih adanya kecenderungan masyarakat yang ingin politik uang tersebut.

‘Masyarakat belum paham dan kurang pendidikan sehingga mereka tidak tahu pelanggaran itu  bisa dipidana.

Baca:  Jokowi Optimis, Akhir Desember Surveynya di Sumsel di angka 50 persen Ke Atas

Sehingga hal ini perlu pemahaman dan pendidikan bagi mereka, termasuk untuk ikut dalam pengawasan partisipatif agar money politik ini jadi musuh bersama,” katanya.

Ditambahkan Syamsul, untuk sampai dugaan pelanggaran maka butuh prosesnya cukup panjang.

Pasalnya, penemuan bukti menjadi kendala utama apalagi kepedulian masyarakat masih kurang.

“Masyarakat tidak mau jadi saksi, termasuk untuk menyampaikan bukti amplop pemberian oknum, terkadang yang ada diwarga disembunyikan sehingga tidak mengaku.

Hal inilah perlu advokasi kepada masyarakat dan kita pada Pilkada 2018 lalu.

sudah ada bukti di Kabupaten Lahat tindakan Bawaslu dengan sudah memprosesnya serta vonis 1,6 bulan kepada pelaku.

Baca:  Program SADAR Bagus Untuk Pembinaan Umat

“Kita tidak main- main soal money politik ini, jika ada pelapor, saksi dan bukti akan diproses melalui Gakkumdu yang terdiri unsur kepolisian, Bawaslu dan kejaksaan,” katanya.

Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto menambahkan  jika ada tiga isu krusial.

Pihaknya selama ini termasuk saat diluar masa tahapan, yaitu Isu gender, pengawasan partisipatif dan pengawasan ASN.

“Kita punya kegiatan nasional dalam waktu dekat di Palembang, termasuk apel pengawasan panwascam se Sumsel,” katanya.

Dia juga berjanji akan membangun kekuatan ditingkat bawah melalui tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama dalam menangkal money politik di tingkat bawah.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Nilai Kenaikan PBB di Palembang Tidak Wajar, Bila Perlu Walikota Harus Mundur

Palembang, BP Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Elianuddin HB menilai kenaikan Pajak Pajak dan Bumi (PBB) di kota ...